Backpacking to Hongkong : Second Day


Keesokan harinya, kami bangun sekitar pukul setengah 8. Hahaha... Padahal kemarin kami sok banget niatnya bangun pagi-pagi (mungkin jam setengah 6 sehingga sekitar pukul 7 kami siap untuk jalan-jalan. Ehhh... Ternyata tidak! Mungkin karena terlalu capek, atau jet lag (i know, meski cuma 1 jam tapi yg namanya perbedaan daerah bisa bikin kondisi berbeda juga kan, hihihi... #ngeles) atau mungkin emang lagi ga bisa bangun pagi. Apapun itu, begitu saya terbangun, segera aja saya mandi. Untungnya di hari minggu itu, sedikit saja penghuni kost sana yang sudah bangun. Alhasil sayapun bisa segera mandi tanpa mengantre, hehehe... Begitu selesai mandi, giliran teman saya yang mandi. Tidak perlu waktu terlalu lama, sekitar pukul setengah sembilan kami sudah siap menuju jembatan besar (kami menggunakannya sebagai patokan untuk pulang) untuk bertemu dengan salah seorang teman kami di sana. 

Seperti yang saya bilang tadi, saya berkenalan dengan beberapa teman TKW yang bekerja di HK. Jadi mereka seperti ganti-gantian ‘menjemput’ dan ‘mengantar’ kami. Berhubungan hari minggu adalah hari libur mereka, maka mereka bisa jalan-jalan sesuka hati. Kalo dipikir-pikir mereka itu seperti pekerja di sini yang dapat libur 1 hari dalam seminggu yaitu hari minggu, beda dengan yang berprofesi (maaf) sebagai pembantu di Indonesia yang bisa dibilang ga punya hari libur. Ckckck... Kalo dipikir-pikir segi kemanusiaan di Indonesia memang masih kurang ya dibandingkan negara maju (admit it, guys, bukan bermaksud menjelek-jelekkan negara sendiri kok, tapi untuk tempat berkaca kita aja supaya kita bisa menjadi lebih baik). Oh ya mereka juga dapat libur di hari-hari libur nasional gitu loh!

Jadi setelah berjalan ga sampai 5 menit, kamipun sampai di jembatan tersebut dan bertemu dengan seorang wanita yang umurnya sekitar mendekati 30 tahun, tapi dengan penampilan yang cukup modis. Oh ya, perlu diingat lagi kalo orang-orang di sini emang sepertinya doyan dandan apalagi di sini kalo kemana-mana pake yang mini-mini gitu ga ada yang merasa aneh. Bahkan, orang ciuman di jalan juga ga dipelototin. Bayangin aja kalo itu di Indonesia dan dilakukan di tempat umum seperti halte bus atau di trotoar, udah dapet lirikan mencela dah pastinya hehehe. Psssttt... Ada info juga kalo di sini, budaya homo atau lesbi adalah hal yang biasa. Hmmm,, jadi jangan heran aja yak :D hehehe... Saya pribadi sih gak mau ikut campur 

Setelah mengucapkan salam “om swastyastu” dan memperkenalkan diri, ternyata mbak ini namanya mbak yuli, dan bersamanya kami naik ting-tong (sebenarnya sih seperti kereta berbentuk bus yang kalo jalan ada relnya, mungkin bisa dibilang tram kali ya, tapi seperti bus yang semalam kami tumpangi dari bandara menuju Tin Hau, tram ini juga bertingkat). Di sana kami ngobrol banyak, terutama tentang lokasi-lokasi di HK. Tujuan kami bertiga adalah suatu daerah bernama Happy Valley. Di daerah ini terdapat kuil Hindu, yang notabene kental dengan nuansa Indianya. Di sana juga terdapat suatu lapangan luas yang katanya biasa digunakan sebagai arena pacuan kuda. Ga lama sih perjalanan kami menuju kuil tersebut. Oh ya, bayarnya juga flat, cuma HKD $2.3! Kalo dijumlah sekitar 3000 rupiah lah. Jadi jauh dekat ya segitu. Uniknya lagi, kalo yang bayar adalah pensiunan atau lansia, maka harganya lebih murah, begitu juga dengan anak-anak. Menurut saya hal ini juga harus ditiru Indonesia; penghargaan kepada lansia dan pensiunan, meskipun kelihatannya kecil dan sepele, tapi bagaimanapun juga bentuk penghargaan itu layak diberikan kepada mereka. 

Setelah turun di haltenya happy valley kami berjalan sebentar menuju kuil tersebut. Di kuil itulah kami bertemu dengan teman-teman whdi lainnya. Lucu juga, ketika salah satu tkw ‘senior’ datang ke sana dan kami diperkenalkan padanya, rupa-rupanya dia mengira kami tkw baru, sampai-sampai menanyakan pada kami apakah kami sudah mendapatkan majikan atau belum. Hihihi... Berarti muka kami semodis mereka donk ya? Positive thinking aja begitu :p

Setelah bersembahyang bersama, kami pun melangkah menuju tram tadi, tapi sebelumnya kami mampir dulu di sebuah toko roti di sana. Hmmmm kalo mengingat variasi roti yang ada, bakalan kangen deh, soalnya rotinya enak, bisa dibilang seperti breadt*lk di sini, atau bahkan lebih enak karena roti0roti itu benar-benar dibuat di toko rotinya dan masih hangat plus varian rasanya macam-macam! Hehehe... Harganya juga tidak terlalu mahal, cukup setaralah dengan harga di Indonesia. Selangkah lagi kami pun mampir dulu ke seven elev*n di sana. Asyiknya sevel di HK ini, tersebar dimana-mana dan tentunya bisa bayar dengan OC, hehehe... Selain itu, variasi makanan hangat di sini sangat beragam dan enak-enak, hehehe... Asyik deh nyobain satu-satu, apalagi siomaynya :p

Setelah puas icip-icip kami pun melanjutkan perjalanan menuju Victoria Park dengan menggunakan tram ini alias ting-tong. Di sana banyak juga muka-muka indo loh,,, ternyata para pekerja devisa kita sedang menikmati hari bebas mereka hehehe. Ngobrol sana-sini dan akhirnya kamipun sampai di Victoria Park. Taman ini bisa dibilang ‘mabes’nya para TKW dari Indonesia. Karena jumlah tkw kita sangat banyak, maka mereka sering kumpul kemari, yang konon kabarnya telah menggeser tkw dari negara lain hehehe... Taman ini sangat luas, dimana banyak sekali orang yang bersantai di sini. Benar-benar berasa kayak di Indonesia deh! Banyak barang dagangan Indonesia di sini, jadi kalo mau cari lontong, gudeg, nasi pecel, nasi padang, sebut aja, semua ada di sini!!! Ckckck apalagi bahasa dominan yang didengar adalah bahasa jawa, maklum para tkw kebanyakan dari pulau jawa. Selain makanan, mereka juga berjualan barang-barang indonesia termasuk jilbab. Hahaha,,, bener-bener ga ada bedanya deh sama pasar malam cuman ini dilakukan saat terang. Menurut teman kami, para tkw indo ini juga biasa berjualan makanan indonesia dan menjualnya di sini. Jadi istilah ‘ngasong’ berlaku juga di HK ya, hihihi...



Selain tempat kumpul dan jualan, di tempat ini juga ramai orang berolah raga, tapi di sudut taman, memang tempat yang sepertinya khusus digunakan untuk duduk-duduk ala piknik gitu. Berhubung akan diselenggarakan suatu lomba pagelaran dari masing-masing perhimpunan tkw di HK pada tanggal 20 mei ini, maka banyak juga kelompok-kelompok tkw tersebut yang sedang latihan. Latihan mereka bermacam-macam, mulai dari ngedance hingga latihan tari jawa asli. Beneran deh, ada yang mau nampilin tari kuda lumping, lengkap dengan kuda-kudaan plus kain plus tata riasnya! Hahaha... Kalo sudah begini, saya bener-bener ga merasa sedang berada di HK melainkan di daerah jawa sana :p

Di tempat inilah para tkw berkesempatan untuk ngobrol bersama dengan teman-teman mereka. Saling membawa makanan dan bahkan arisan sudah menjadi hal yang teramat biasa di victoria park ini. Teman whdi kami tergolong aktif untuk kegiatan kumpul-kumpul seperti ini. Mereka bisa darmawisata ke beberapa tempat bersama-sama, ke kuil, atau ke objek wisata tertentu. Kalo melihat foto-foto mereka, asyik kayaknya! Sebenarnya sih kami juga ingin pergi ke tempat-tempat yang mereka bilang itu, tapi karena waktu kami sangat minim maka kami harus memaksimalkan waktu yang ada untuk mengunjungi tempat-tempat “most wanted” terlebih dahulu.

Setelah cukup lama mengobrol dengan mereka maka kamipun melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah “Ladies Market” atau yang biasa disebut mongkok. Di pasar ini kita dapat membeli beragam oleh-oleh terutama yang khas wanita. Yahhh...namanya aja Ladies Market ya :p tetapi sebelumnya kami akan pergi ke wanchai, ke suatu landmark HK di Wan Chai yaitu Golden Flower. Dari Victoria Park kami naik MTR dan turun di station Wan Chai. Dari sana kami akan berjalan ke arah HK exhibition setelah sebelumnya melewati gedung imigrasi HK. Gedung ini kabarnya terkenal, karena memang imigrasi HK terkenal rapi dan pengurusan imigrasi di sana juga memuaskan selain itu gedung tersebut merupakan gedung imigrasi terbesar dan termewah di dunia.

Sebenarnya tidak terlalu jauh lokasi landmark ini dari subway MTR. Tempat ini merupakan patung bunga raksasa yang kelopaknya seperti api tapi berwarna emas. Banyak sekali para turis yang datang ke sini dan berfoto-foto ria. Kalo malas ngambil foto sendiri, bisa beli foto langsung jadi, harganya sekitar HKD$10 saja. Setelah puas berfoto kami menuju harbour yang berlokasi tepat di samping bunga api emas itu.


Dari harbour ini, kita dapat menyeberang ke kowloon island, tempat dimana pasar mongkok berada. Dari pelabuhan ini juga kita bisa melihat satu lagi landmark kota HK yaitu avenue star ala HK dimana di sana terdapat patung seorang manusia yang berbaju roll film, dan di lantai terdapat jejak-jejak ala Hollywood gitu. Selain itu di ujung avenue star ini terdapat jam seperti big ben di Inggris yang terlihat cukup jelas dari harbour tempat kami berfoto tadi. Di harbour ini juga terdapat banyak kapal-kapal yang akan menyeberangi selat tersebut. Sesungguhnya jika kita bisa berada di avenue star itu pada malam hari sekitar pukul 8, kita akan dapat melihat pertunjukkan kembang api yang terkenal di HK. Kami sebenarnya berencana ke sana malam hari keesokan harinya, tapi apa daya waktunya kurang hehehe...



Jadi kami kembali ke subway MTR tadi untuk selanjutnya naik MTR menuju Mongkok. Sebenarnya bisa juga naik kapal di pelabuhan tersebut tetapi sepertinya pertimbangan teman-teman whdi kami lebih mudah menggunakan MTR maka kamipun kembali ke sana. Ga terlalu lama juga sih, dari wan chai kami transit dulu di subway admiralty setelah itu lanjut menuju mongkok. Transit antara mongkok dengan admiralty ini spesial loh, karena sebenarnya melewati laut. Jadi kebayang donk gimana canggihnya kereta ini. Tidak terlalu lama dan kamipun tiba di Mongkok. Begitu keluar dari subway kamipun sudah bertemu dengan keramaian daerah Mongkok. Sebenarnya daerah ini penuh juga dengan apartemen. Menurut pengamatan saya sih, apartemen mereka rata-rata kecil juga, dan seperti rusun-rusun di jakarta, tetapi entah kenapa kelihatannya tidak seruwet yang ada di Jakarta. Daerah mongkok ini adalah daerah yang sibuk, terbukti dari orang-orang yang lalu lalang tanpa henti begitu juga jumlah kendaraannya yang tergolong banyak (untuk ukuran HK ya) plus beberapa taksipun bersliweran.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang jadi kami mencari makanan dulu. Agak lama juga menentukan menu apa yang dicari (yahhh namanya juga orang berbanyak, yang nemenin kami jalan-jalan sekitar 5 orang hehehe) dan setelah muter-muter kami pun masuk ke restoran di sana. Restoran di HK ini seperti foodcourt juga, jadi beberapa produk bergabung jadi satu meskipun segalanya terpisah,,, hanya tempat duduknya saja yang bebas memilih dimana. Tempatnya nyaman,,, seperti foodcourt di kelapa gadinglah. Menunya juga banyak menu baratnya seperti burger king, bebek peking dan sebangsanya. Oh ya untuk yang muslim sebaiknya pilih menu dari makanan barat aja, karena kalo menu makanan chinanya pasti ada menu babinya, hehehe... Overall, tempat ini rame banget...


Setelah mengisi perut, maka kamipun berangkat menuju pasar yang dituju. Aneka barang jualan tersebar di sini,,, ada baju, tas, dompet, sepatu, aksesoris, sebut aja barang-barang kesukaan cewek, pasti ada! Hehehe... Di sini saya membeli baju souvenir HK dengan cukup murah sekitar HKD$20 per potongnya. Oh ya, menurut teman saya sesungguhnya pasar ini bukanlah yang termurah tetapi karena para turis seringnya belanja ke sini, jadinya yang terkenal ya pasar ini dan tentunya ini mengakibatkan kita haruslah pandai-pandai menawar. Sama seperti pasar mangga dua kan, yang terkenal murah sehingga para pelancong sering ke sana padahal sesungguhnya itc-itc lainnya lebih murah. Jadi kalo belanja di pasar Mongkok ini kudu tega kalo nawar harganya, soalnya selain memang sudah di mark up banget, penjualnya rata-rata orang china kan emang pada jago menjual hehehe...
Setelah muter-muter di pasar itu, maka tangan kamipun penuh di kiri kanannya, dengan barang belanjaan, padahal kami niatnya ga bawa banyak soalnya pesawat kami nantinya kan ga pake bagasi hehehe, tapi apa daya melihat begitu banyaknya barang-barang cantik di sana, menyebabkan saya tak kuasa menolaknya hehehe... Di pasar tersebut juga berdekatan dengan pertokoan-pertokoan dimana saya melihat salah satu butik baju-baju ala korea terpajang. Penjaga tokonya pun seperti model baju korea gitu, kulit seputih susu, langsing dan tinggi plus dia menggunakan baju seperti yang dijualnya dengan dandanan seperti model. Aiiiiiihhh... Orang-orang sini emang suka dandan yah, pantes aja banyak juga yang ketularan, hehehe... Sebenarnya sih bajunya bagus-bagus, kalo convert ke rupiah, harganya sekitar 150 ribuan lah tetapi kalo dibawa ke Indonesia, harganya bisa jadi 2x bahkan 3x lipat, jauh lebih bagus dari yang dijual di OL Shop gitu. Sayangnya mbak-mbak yang jual judes banget, pfiuhhhh... Kita yang orang Indonesia biasa dilayani dengan ramah, jadi merasa ogah deh belanja di sana. Nah di antara sekian banyak hal-hal baik di HK yang layak kita tiru sepertinya yang satu ini enggak deh, hehehe... Yaaaaa meski mungkin ga semua pedagang muda di HK seperti ini, bisa dibilang lihat ‘oknumnya’ juga kali ya. Sekitar pukul 5 sore, kamipun sudah capek dan belanjaan sudah over, jadi kami memilih pulang dulu ke wan chai baru selanjutnya meneruskan perjalanan ke Macau!!!
Dalam perjalanan kembali ke wan chai, kami naik MTR lagi ke arah admiralty kemudian menuju causeway bay station. Sayangnya begitu tiba di Causewaybay Station, dompet mbak chintya hilang, sepertinya dicuri. Wadowwww! Kami langsung merasa tidak enak,,, tetapi untungnya mbak resti menemani mbak chintya untuk mengurus kehilangannya ke kantor polisi. Lumayan juga kehilangan yang diderita, tetapi yang paling menyebalkan kehilangan ID, karena kan susah mengurusnya. Hmmm... Alhasil, kami berdua kembali ke kost kami, tanpa ditemani mbak resti dan mbak chin tya. Untungnya kami sudah cukup ‘latihan’ naik MTR sepanjang siang ini jadi ketika dilepas berdua saja kami tidak menemui kesulitan berarti. Padahal menurut mereka kriminalitas di HK ini jarang terjadi, tetapi yahhh mungkin yang namanya lagi apes ya,,, mau gimana lagi. Mudah-mudahan Tuhan memberikan gantinya, swaha...
Tak berapa lama kamipun tiba di tempat kami menginap. Sembari merapikan barang-barang kamipun giliran mandi. Well, istirahat sudah, barang-barang sudah dikumpulkan, ransel sudah diisi barang “secukupnya” saja dan waktupun sudah menuju petang maka kamipun segera bergegas menuju subwaynya MTR causewaybay lagi untuk selanjutnya berangkat menuju station Sheung Wan, satu station setelah admiralty. Nantinya di station tersebut kami akan naik kapal ferry menuju Macau.
Waktu tempuh menggunakan MTR ke pelabuhan tidaklah berapa lama, dan meskipun kami baru mencoba MTR hari ini, tapi rasa-rasanya semua sudah “biasa” hehehe... Begitu keluar dari subway, kami segera mencari loket kartu OC untuk menambah saldo, secara saldo kami tinggal beberapa puluh HKD saja. Begitu menemukan loketnya (yahhh di subway MTR ini kita memang harus lihat kiri kanan atas bawah soalnya tempatnya memang besarrr dan luas plus sepertinya semua orang di HK memang tumpah ruah di MTR ini, maklum ya transportasinya nyaman begini^^) kami segera touch up OC kami sambil bertanya arah mana yang harus dilalui untuk membeli tiket menuju Macau. Ohya kami juga bertanya kira-kira harga tiket ferrynya berapa yang dijawab sekitar 150an HKD. Perlu diingat, tiket ferry ini tidak dapat dibayar dengan menggunakan OC, mungkin karena lintas ‘negara/country’ kali ya. Yap, Hongkong dan Macau meskipun masih menjadi bagian dari China tetapi perlakuannya agak berbeda. Hal ini dapat dilihat ketika kita akan menuju ferry, kita akan diminta menunjukkan passport.
Setelah berjalan naik turun eskalator plus bertanya kepada para petugas yang kami temui (kebanyakan sih bisa bahasa inggris, tetapi yang rada tua memang agak sulit menjawabnya jadi kita mesti pay attention banget ketika mereka mencoba melafaklkan englishnya untuk menjawab pertanyaan yang kita ajukan) akhirnya ketemu juga dengan loket tempat membeli tiket ferry. Ternyata ada beberapa perusahaan kapal ferry karena ada beberapa loket di sana. Mungkin bisa disamakan dengan kalo pada mau beli tiket bus ke jogja dari jakarta kali ya, bisa naik bus A ato bus B atao bus C, tentunya dengan jadwal berbeda dan harganya juga berbeda. Karena kami sebelumnya membaca tentang turbojet ke Macau, plus waktu yang tersedia juga sebentar lagi maka kamipun memilih untuk menggunakan jasa turbo jet.
Whoaaaa... Ternyata tiket ferry ketika malam hari lebih mahal dari siang hari sodara-sodara. Atau mungkin juga berlaku sistem seperti beli tiket pesawat gitu, dimana terdapat variasi harga, tergantung dari dulu-duluan belinya. Kamipun mendapat harga 185 HKD. Yahhh ga papalah, namanya juga pelesiran hehehe... Setelah mendapat tiket, kami segera menuju ‘waiting room; di pelabuhan. Perlu diketahui, pelabuhan di sini malah seperti waiting room di bandara aja... Oh ya, sebelum mencapai waiting room, kita mesti melewati bagian imigrasi juga. Nah inget ga, kertas putih sebelum masuk ke HK yang saya terima di pesawat untuk diisi itu? Nah pertinggalnya diambil oleh petugas imigrasi HK. Jadi kertas itu berisi departure dan arrival gitu. Begitu kita masuk ke suatu negara, kita wajib mengisi departure terus arrivalnya akan diambil ketika kita meninggalkan negara tersebut. Wahhh,,, padahal Macau itu masih bagian China ya. Hmmm tetapi bahkan kalo mau ke Shenzen saja kita mesti bayar pake Visa, meskipun katanya bisa dengan visa on arrival si...
Jadi tak berapa lama, kapal ferry kamipun merapat dan mempersilahkan kami untuk masuk. Oh ya tempat duduk di kapal ferry ini juga sudah ada nomornya, kayak di pesawat gitu! Plus tempat duduk dan sebagainya sudah persis kayak di pesawat deh, termasuk adanya ‘pamugari laut’ yang mengajarkan kita menggunakan safety yang ada di bawah tempat duduk, yang baju pelampung itu lohhh! Oh ya satu lagi, mereka juga ‘berjualan’ makanan seperti kalo kita naik li*n air ato a*r as*a gitu... Pesawat bener dah ini, bedanya ini pesawat bukan di udara tapi di air hehehe... Nah, saatnya istirahat sebentar ^_^

tunggu part berikutnya ya : NGEBOLANG DI MACAU

2 komentar:

  1. KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.


    BalasHapus

  2. Saya berucap dsni... terima kasih banyak kpd teman aku yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses aku baca. Aku bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . setelah pikir-pikir kurang lebih 5 tahun kerja jd Tkw di SINGAPURA hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap tp itu tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikanku galak, kejam, cerewet, salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh nya saja . . itu pun tdk cukup biaya mamaku di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Aku sudah bs pulang ke kmpung halamanku buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 / 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu sprti aku . aminn

    BalasHapus

 
Be Happy! © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects