Perjalanan tidak berlangsung
lama, hanya sekitar 1 jam perjalanan saja. Jadi setelah berangkat dari Hongkong
Island sekitar pukul 8.30, kapal ferry yang kami tumpangipun merapat di Macau
Ferry Terminal sekitar pukul 9.30pm. Yahhh... Memang masih rada nguyeng-nguyeng
juga kepala saya mungkin karena sudah malam, cukup lelah dan kondisi di laut
yang emangggg deh bikin pusing plus bau polusi dari kapal (baca: dari
‘knalpot’nya kapal) lumayan keras, tapi kalo mau jujur overall semua sih oke-oke aja. Jadi setelah tiba di Macau, kami
masuk lagi ke bagian imigrasi.
Haaaa... Di sanalah saya baru mengerti kalau
ketika di imigrasi Hongkong menuju Macau petugasnya mengambil kertas putih
kami, jadi begitu tiba di Macau kami harus mengisi lagi. Sempat dipelototin
juga sama petugas imigrasinya coz saya pas menyerahkan passport kan ga ada
kertas putihnya. Hihihi... Kalo diinget-inget lagi jadi ketawa sendiri, abisnya
pas itu rada grogi. Yaaaa... Namanya bagian imigrasi, kesannya pas itu rada
serem sih :D berasa bawa barang terlarang aja, dan celakanya karena buru-buru,
tas kecil saya (yang berisi hampir semua persediaan uang kontan saya)
tertinggal di meja tempat saya mengisi kertas masuk imigrasi. Untung aja temen
saya masih di sana plus petugasnya nemuin tepat ketika saya sadar. Jadinya
sebelum dimasukkan ke dalam ‘lost and found room’ sudah keburu saya minta lagi.
Hahaha ampunnn dah, ketauan banget masi grogi ngelewatin bagian imigrasi.
Tetapi ada sisi positifnya juga sih; sekarang saya jadi pede aja berurusan
dengan bagian imigrasi gitu soalnya sudah mulai memahami seluk beluknya keimigrasian
(yaaa untuk ukuran turis dadakanlah hehehe).
Selesai urusan dengan bagian
imigrasi maka kamipun segera melangkahkan kaki keluar gedung. Wiiiii...anginnya
mulai dingin, hehehe... Dan kami berasa rada oon juga nih soalnya selain sudah
malam, orang-orang yang niatnya kami ikuti arah keluarnya mau kemana udah pada
ilang, secara kami rada lama juga kan di bagian imigrasi tadi. But whatsoever,
tetep aja ketemu jalan keluarnya, which is kami masuk ke tangga bawah tanah
yang ujung-ujungnya nganterin kami ke jalan di seberang. Hihihi... Rapi bener
daerah ini,s ampe-sampe nyeberang jalanpun ga bisa soalnya antar jalan itu ada
dinding kacanya jadi mau ga mau kami mesti turun lewat jalan bawah tanah.
Sebenernya jalan bawah tanah ini yang mirip jalanan yang kami lewatin ketika
mau naik ke MTR sih, dan sama-sama bersih dan terkesan ‘aman’ juga jadi ga
harus takut-takut :D
Setelah keluar dari jalan bawah
tanah tadi, kami menuju lokasi parkiran yang sudah banyak diisi oleh
mobil-mobil maupun taksi. Nahhh... Satu yang unik dari Macau adalah kita bisa
menumpang bus gratis dari terminal ferry (dan denger-denger dari bandara juga,
pokoknya gerbang kedatangan di Macaulah) menuju beberapa pusat kasino di Macau.
Yap, Macau emang istimewa karena daerah ini adalah ‘pusat’nya kasino dan sering
dibilang sebagai ‘las vegasnya Asia’ yang kalo dipikir-pikir emang bener
begitu. Betapa tidak, kasino di sini sangatttttt legal. Banyak yang gabung
dengan hotel-hotelnya atau pusat perbelanjaan seperti mall. Jadi karena saking
bersaingnya kasino-kasino di sini maka merekapun berlomba-lomba untuk
memberikan service terbaik bagi para pelancong di Macau salah satunya adalah
sarana transportasi gratis dari gerbang kedatangan menuju lokasi kasino mereka.
Ada beberapa kasino besar yang menyediakan fasilitas antar jemput ini yaitu The
Venetian, Lisboa, Wynn, dan sebagainya. Berdasarkan beberapa pertimbangan maka
kami memilih untuk menumpang bus menuju kasino Lisboa. Menurut partner saya,
kasino Lisboa berada di ‘pusat’ kota sehingga kami yang rencana akan begadang
di Macau (secara jadwal kami di sini emang cuman semalam dan selain itu harga
hotel-hotel di Macau ampun-ampunan deh harganya, eughhhh!) Tidak perlu hanya
‘menikmati’ satu kasino jadi nantinya bisa jalan-jalan ke kasino-kasino lain,
plus lokasi Lisboa ini dekat dengan tujuan utama kami; Senado Square dan Ruins
of St. Paul.
Dengan sok pede kami melangkah
masuk aja ke mobil dimana sopirnya berdiri di luar mobil dengan papan
bertuliskan “Casino Lisboa” dan dengan senyum mempersilahkan kami masuk sembari
menunggu penumpang lainnya (kalo ada). Di lapangan parkir itu akan terlihat
beberapa mobil dari kasino-kasino berbeda dan ga usah malu deh untuk langsung
aja ‘nyelonong’ masuk ke mobil itu secara penumpangnya juga rata-rata sama kok
seperti kita, hehehe...
Ketika kami masuk ada beberapa
penumpang di dalam, kebanyakan berwajah oriental dan hanya satu wajah ‘indo’ di
sana (yaaa kulit rada gelap, hidung ga mancung dsb dah hehehe) dan si mbak itu
tersenyum sama kami. Yaaaaa karena nothing to lose juga, saya pun memberanikan
diri untuk bertanya sama dia. Dia sepertinya paham ini adalah kali pertama kami
ke Macau dan dia menjelaskan beberapa hal yang mesti kami ketahui di Macau
seperti bus ini memang alurnya dari kasino-ferry-kasino jadi kami bisa kembali
ke ferry dengan menumpang bus ini. Dia juga menyarankan kami untuk mencari
penginapan-penginapan murah di sekitar kasino alih-alih menginap di hotel
Lisboanya (wuihhhh boro-boro di hotel lisboa yang dari bentuknya aja udah
keliatan banget elitnya, nginep di penginapan sekitar aja kami belum tentu,
secara kami juga belum survey apalagi menurut hasil googling gitu, ga nemu deh
penginapan-penginapan seperti itu hehehehe...). Yaaa...kami sih senyum-senyum
aja dan bilang kalo kami emang ga ada rencana untuk nginep di hotelnya hehehe.
Oh ya kami juga nanya tentang kebenaran kalo kami bole masuk ke kasino dan Cuma
ajdi freerider di sana, hehehe (yang dijawab dengan keyakinan 500% bahwa sudah
merupakan hal biasa kalo para turis keluar masuk kasino tanpa ikut main dan
boleh ambil minuman juga di sana dengan GRATIS!!! Sama gratisnya dengan naik
bus ini. Wiiii!). Senengggg aja denger kata gratisan ya :D
Kota Macau di malam hari emang...
Indah :)
dan menurut saya sih tempatnya ‘pas’ untuk yang namanya honey moon (hahaha,,,)
soalnya privasi di sini aman, udaranya bersahabat, banyak tempat-tempat
(maksudnya gedung-gedung) yang menawan terutama kehidupan malamnya.
Eiittsss...jangan salah! Di sini meskipun night-lifenya telah menjadi sangat
‘biasa’ bagi penduduk Macau, tetapi yahhh... Semuanya tertata dengan baik dan
malah ga menimbulkan kesan yang menakutkan. Mungkin hal itu yang dijaga dengan
baik oleh pemerintah di sini secara mereka hidupnya kan dari pariwisata
hehehe... Oh ya ga usah takut juga untuk kesasar di sini, karena menurut saya
sih, Macau itu kecil dan sarana transportasinya bus, ada dimana-mana. Oh ya
sama seperti di Hongkong dan Singapore juga Malaysia, naik bus itu harus pakai
uang pas karena kita tinggal ‘masukin koin atau uang kertas’ ke dalamnya
hehehe. Praktis sih hehehe...
Denger-denger sih ada juga sejenis OC seperti di HK tapi denger-denger juga
kartu itu dipakainya terbatas, ga sesakti OC di HK jadi kalo di Macau cuma
bentar, sehari dua hari seperti kami mendingan ga usah sih hehehe... Naik bus
juga udah nyaman ^^
Sepanjang jalan dari ferry ke
Lisboa yang saya lihat adalah lampu-lampu kota yang cantik. Jalanan juga
seperti di HK; sepi dan lengang serta bersih dan terang tentunya. Segera saja
saya merasa akrab dengan keadaan di sini. Tak berapa lama pun kami akhirnya
tiba juga di casino Lisboa. Bus berhenti di basement.
Mungkin karena kami yang masih
tanya-tanya sama si mbak from java as the TKW in Macau sampai saat turun dari
mobil, si mbak pun akhirnya menawarkan diri untuk mengantar kami
‘melihat-lihat’ itu kasino punya. Hahaha... Dia dengan pedenya (seperti sudah
biasa gituuu...) Masuk melewati penjaga (dengan wajah ditinggikan, berasa
nyonya besar aja kali ya, gitu kesan yang saya tangkap) dan masuk ke pintu
elite ini. Mmmm... Aroma kasino Lisboa yang ‘khas’ (saya curiga kasino ini pake
pengharum ruangan yang superrrrrr banyak, ato kalo enggak pake aroma therapy
yang bener-bener manjur, soalnya baunya ‘khas’ banget dan masih
terbayang-bayang sampai ke Indonesia hahaha...meskipun mungkin kasino-kasino
lainnya juga begitu) langsung menemani kami di setiap sudut kasino ini. Si mbak
mengantar kami ke beberapa lantai dan menunjukkan kepada kami beberapa
permainan. Beneran ih, siapa aja bisa ikutan main di sana, dengan nominal yang
bervariasi; mulai dari yang menggunakan uang yang tidak terlalu besar hingga
yang guedeee banget nominalnya. Selain itu para petugasnya banyak, lengkap
dengan senyuman mengajak main kasino, plus terdapat juga supervisornya yang
berkeliling dengan senyum simpatik. Mungkin saja untuk menarik perhatian
orang-orang yang awalnya ga niat main supaya main kali ya hihihi...
Oh ya, tempat ngambil minuman
juga ada dan... gratis!!! Tapi minumannya ya sejenis kopi, teh, air putih, kopi
susu dsb. Kalo mau minuman yang beneran ‘minum’ semacam beer dan rekan-rekan
elitnya itu ya mesti order sendiri lah hehehe... setelah mengantar kami
melihat-lihat dan sempat disapa beberapa temannya (mungkin si mbak kerja di
hotelnya ato dulu eprnah kerja di sana ato mungkin hanya bersahabat dengan
sesama TKW di HK-secara banyak juga TKW kita kerja di Macau loh, termasuk di
kasino-kasino ini sebagai waitress dsbnya- sehingga merekapun saling kenal. Oh
ya untuk para TKW di HK, sering juga ke Macau untuk memperpanjang visa kerja
mereka) maka kamipun say good bye. Oh ya sarannya sih masi sama, sebaiknya kami
muter-muter ke kasino lain, jalan-jalan di luaran ato nyari penginapan murah
soalnya kalo muter-muternya cuman di kasino Lisboa, nantinya pasti bakalan
ngantuk. Hmmmm... sejenak saya iri banget sama org yg insomnia ato biasa main
game sampe pagi deh! Secara saya ini kan jam tidurnya jam tidur bayi! Hahaha...
Kami berada di Casino Lisboa
sekitar satu atau dua jam. Ngapain aja? Yaaa... keliling-keliling ngeliatin
orang-orang pada ngegame, trus juga ambil minuman gratis (hehehe), main-main ke
toiletnya (sumpah deh, toiletnya bagus euy! Selevel hotel bintang lima gitu
deh, jadi enak juga narsis-narsisan di depan cermin yang cantik itu, hehehe)
trus pas itu juga lagi ada tarian striptease
gitu. Eitsss,,, tapi jangan langsung ngebayangin tarian bugil-bugil gitu ya! (I know you wish for it, ya toh? Hahaha...)
tapi ini penarinya emang bule-bule cakep gitu, dan emang sih pakaiannya rada
minim tapi ya ndak bugil dan nari-nari pake tongkat gitu, kalo mau dicari
levelnya, kayak trio macan gitu deh! Lah,,, beneran ni menurut pikiran saya,
orang luar nari-nari striptease gitu pada ngehujat padahal menurut saya
artis-artis tertentu di Indonesia malah lebih parah. Mana nari-nari kayak gitu
di panggung terbuka yang notabene ditonton sama anak kecil pula. Weleh...
weleh... Oh ya selain itu semua, kami juga ngeliat banyaaakkkkk banget muka
Indonesia di casino itu. Tapi mereka mah kebanyakan pekerja di sana bukan
pemain, hehehe. Orang-orang yang biasanya mainan di sini ya orang-orang ras
bermata sipit dan bule. Tak heran kita ngeliat penari tadi bule yang nyari kerjaan
di sini hehehe...
Setelah lumayan bosen juga di
dalam casino Lisboa maka kami pun melangkah keluar. Rada grogi juga soalnya
jalan keluar casinonya (kalo mau lewat jalur utama, bukan jalur basement tempat
mobil tumpangan kami ‘mendarat’ tadi,,) ya lobby hotel Lisboa yang levelnya
bintang lima kali ya. Tapi kami beruntuk karena saat itu waktu masih
menunjukkan sekitar pukul 10 atau 11 malam gitu dan masih banyak banget
turis-turis di sana. Kebanyakan sih foto-foto jalanan di Macau yang memang
menurut saya, cantik^^
Selain itu bentuk hotel dan
casino Lisboa itu sendiri memang unik, kayak pineapple berduri-duri gitu, plus warnanya juga bener-bener warna
cerah, keliatanlah aura diskotiknya. Yahhh begitulah Macau, suatu daerah dimana
tempat-tempat seperti casino adalah hal yang lumrah. Tetapi yaaa seperti yang
saya uraikan tadi, kalo casino dsb berada di Indonesia kesan yang tertangkap
hanyalah “menyeramkan, orang mabuk-mabukan, orang jahat, kasar, semua deh yang
serem-serem” sedangkan kalo di sini, kesannya casino itu mah, kayak mall,
hehehe... If you wanna play, pelase do, kalo ga mau dan mau ngeliat-liat aja
juga silahkan, asal jangan buat keributan.
Beberapa casino di seputaran
jalan itu adalah Wynn, President, banyak deh... Jadi ternyata daerah itu termasuk
pusat kota dengan casino di seputaran daerah itu. Kami melihat polisi atau
penjaga berdiri sigap di setiap perempatan dan berhubung ketika itu kami
lumayan kelaparan dan notabene rada ragu untuk masuk ke rumah makan di Macau
(selain ga tau pilihan menunya, harga, atau recommended foodnya, atau karena
waktu sudah malamlah,, resto-resto rata-rata sudah tutup, adalah kami ga ngerti
tulisan-tulisan china atau kanji gitu hihihi). Yap, untuk urusan makan, mungkin
sebaiknya mencari yang ada tulisan umumnya aja kali ya, daripada salah
masuk. Tapi enaknya rata-rata orang di
sini bisa bahasa Inggris jaddddiiii... kamipun menuju Sev*el deh. Hahaha...
makanan nasional kamilah...
Uang HKD bisa dipakai di Macau
tetapi dollar Macau ga bisa dipakai di HKD jadi belanjainnya jangan jor-joran
ya kecuali memang rencana mau diabisin di Macau hehehe... Sambil mencari Sev*l,
kami pun jalan-jalan seputaran kota Macau nan kecil ini. Ga jauh-jauh banget
dari Lisboa sih soalnya kami menggunakan Lisboa sebagai patokan, terutama setelah
bertanya pada penjaga tentang arah mana yang harus dilalui jika kita bermaksud
menuju Senado Square. Ternyataaa, tinggal jalan sekita 500an meter dari Lisboa
dan kami pun akan sampai di tempat itu. Asikkkkkkk!
Jaddiii... ketika mulai malam,
kami pun memutuskan untuk kembali ke Avenida de Lisboa. Yoa, itu adalah nama
jalan menuju Casino Lisboa. Jadi nama-nama di Macau ini memang merupakan
perpaduan antara bahasa China dengan portugis yang memang sudah lama bercokol
di Macau. Jalan-jalannya juga banyak yang menggunakan nama rada ‘barat’. Selain
itu konstruksi bangunan di Macau memang a
lot different than another part of China although they are one part of
Chinaland.
Akhirnya kami nemu juga Sev*l,
dan saya beli mie instan (yahhh mana bisa kita mesen nasgor atau kwetiauw di
Seve*l hahaha... yang ada ya model-model indomar*t atau Seve*l kayak di
Indonesia ini. Cuma variasi makanannya lebih berbau China di sini). Ehhh,,,
dapetnya kembalian uang HKD dan uang Macau. Yahhh sudahlah, anggap nanti jadi
souvenir pulang aja; uang Macau hahahahaha... Kami pun makan di jalanan sana.
Ehhh... jangan salah, jalanan di sana bersih, rapi, ga banyak kendaraan lewat
dan ga se-croweded HK. Selain itu orang-orang juga banyak yang melakukan hal
serupa, yaitu nongkrong di sepanjang jalan, hihihi...
Foto-foto, cerita-cerita, masuk
dan keluar casino lagi terutama kalo pengen ke toilet, sudah menjadi aktivitas
kami hahaha... Oh ya kami juga sempat masuk ke Casino Wynn tetapi sepertinya
casino itu tidak seramai dan tidak se’merakyat’ Lisboa. Yahhh... kesannya rada
sedikit lebih eksklusif. Ga tau juga, apa karena sudah malam atau memang
pilihan mainannya lebih serius. Karena ga seramai Lisboa maka kami pun balik
keluar lagi deh, hehehe... Oh ya tapi sebelumnya kami sudah sempet nyoba
toiletnya donk; ga kalah jauh deh dari hotel-hotel ngetop (as usual).
Yahhh... karena kami ga ada
tujuan untuk menginap maka untuk melewati malam itu kami muter-muter lagi
seputaran jalan itu. Untung bagi kami (baca: para pebolang) karena pada malam-malam
begini, masih banyak para pelancong yang jalan-jalan di jalanan (hihihi) trus
udaranya juga masih anget (jadi ga ngerasa kedinginan) dannnn... pemandangan
kota Macau di malam hari ya emang, cantik! Hehehe...
Oh ya di depan wynn hotel
terdapat air mancur menari. Mirip seperti air mancur menari di Grand Indonesia
gitu, tapi yang ini... lebih spektakuler! Lebih heboh karenaaa... air mancur
ini berada di udara terbuka dengan luasnya itu, luassss banget kayak air mancur
di bunderan HI gitu, trus tarian airnya lamaaaaa,,, lebih lama dari yang di
Grandi, trus efek-efeknya lebih seru karena permainan lampu sorot, suara
lagunya jelas banget (padahal kan itu di arena terbuka) trussss yang paling
bikin heboh adalah adanya tembakan-tembakan api dari meriam yang ada di
seberang lobby hotel. Kami yang berdiri di depan kolam air mancurnya aja bisa
ngerasain panasnya itu api-api yang keluar dari meriam. Oh ya, pertunjukan air
mancur menari ini dapat kita saksikan sejak malam (sekitar pukul 10 malam) tiap
15 menit, hingga pukul 12 malam. Kebetulan kami di sana ketika waktunya tepat
pukul 12 malam. Nahhh waktu itu, penontonnya ga cuma kami kok, tapi beberapa
turis lainnya.
Tak jauh dari lokasi air mancur
menari terdapat juga sejenis laut atau sungai yang berlatar belakang jembatan
penghubung ke pulo seberang. Jembatannya juga bagus dengan kerlap-kerlip
lampunya, malah sepertinya banyak pasangan honeymoon
yang ke sini. Saya juga kebagian tugas untuk mengambil foto mereka.
Hadeuwwwhhh... sayangnya mereka ga bisa bahasa inggris deh, jadi bingung juga
mereka maunya apa. Untung saya ada sedikitttttttttttttttt banget bakat untuk
mengambil angel foto jadi hasilnya
lumayanlah ^_^ hehehe...
Jadi... dari tengah malam sampe
sekitar pukul 4 subuh, kami duduk-duduk aja di tempat duduk jalanan kota gitu.
Kalo ini Indonesia belum tentu deh saya berani apalagi kami Cuma berdua,
perempuan lagi. Akan tetapi karena kondisi di sini juga relatif aman, plus
banyak juga turis-turis seperti kami di jalanan (yap, mereka juga pada ngerumpi
gitu di sudut-sudut terang jalanan) yang ngobrol hahaha... Setelah tau waktu
mulai pagi maka kamipun melangkahkan kaki menuju Senado square dengan sedikit
ngelirik-lirik bangunan ala Eropa di sana. Tentunya sambil foto-foto donk
hehehe,,,
Sebenernya ada beberapa objek wisata bersejarah seperti temple yang kabarnya sih, disebut-sebut
sebagai cikal bakal nama Macau itu sendiri. Tetapi karena saya ga sempat masuk
dan membaca kisah-isahnya, jadi Cuma bisa kasi info segitu aja dulu ya
hehehe... Nah ada beberapa wisata bersejarah juga sepanjang jalan menuju Senado
Square dari Lisboa tetapi karena kami melewatinya subuh-subuh begini, ya
tempat-tempat bersejarah tersebut belum buka.
Sepanjang jalan menuju Senado
Square juga terdapat cukup banyak public places salah satunya restoran.
Notabene restoran di sini ya bergaya eropa untuk bangunannya dan ternyata,
eng...ing...eng... banyak juga para pelancong yang tiduran di kursi-kursi
restoran yang didekorasi untuk outdoor gitu. Walahhh... tau gitu kami juga
ngegelandang di sini aja enak, pake sofa :D ohya subuh-subuh begini sudah ada
aja lo orang yang berangkat. Entah itu berangkat kemana atau mungkin bekerja
karena bus-bus di Macau ternyata bisa dibilang beroperasi 24 jam!
Tak terasa kami pun sampai juga di
suatu lapangan nan luas dengan bola seperti bola dunia di tengah lapangan
beralaskan paving tersebut. Lapangan itu dikelilingi oleh banyak bangunan ala
Eropa di kira dan kanannya. Apalagi ketika itu kan subuh jadi semuanya
lapanggggg dan luasss! Menurut buku-buku yang pernah saya baca, memang
sebaiknya datang ke Senado Square ya pas subuh begini jadinya kita bisa bebas
foto-foto sampe bosen! Apalagi siluet mentari pagi yang masih malu-malu
(aihhh...!) bikin suasana jadi *sesuatuuuu* banget! Hehehe...
Bangunan-bangunan ala Eropa tadi
juga memiliki unsur China yang ditandai dengan tulisan atau judul gedungnya.
Makanya saya jadi ga tau, gedung itu gedung apa yah, hihihi... tetapi ada satu
hal yang membuat saya kagum dengan penduduk Macau; subuh-subuh begitu, yang
nampak di Senado Square hanyalah yang sudah berusia lanjut! Bener-bener
mengingatkan saya pada kakek saya di kampung! Rata-rata para orang tua ini
sudah renta dan jalannya aja pelan-pelan banget yang saya tafsir sudah up to 80
kali ya! Tapi kalo dibandingin sama para kakek-nenek di Indonesia, usia segitu
mah rata-rata Cuma duduk-duduk di rumah aja deh, ga bangun subuh-subuh begini
untuk jalan kaki, ataupuns ekedar “ngerumpi” di taman kota macam begini. Hmmm
saya sendiri jadi rada malu soalnya kalo wiken pagi gitu saya sih masih
guling-guling di kasur, menikmati indahnya pagi tanpa harus buru-buru ke kantor
hehehe...
Balik lagi ke Senado Square! Jadi
lahan seluas ini akan mengarahkan kita ke beberapa jalan setapak nan asri.
Sepertinya tata kota ini memang membiarkan taman Senado Square seperti apa
adanya, yang dengan jalan-jalan kecil tetapi bersih, yang dengan
bangunan-bangunan lamanya, yang dengan tempat-tempat kunonya. Sebenarnya kalo
kita mau explore daerah Senado Square ini, terdapat cukup banyak tempat-tempat
cantik dan juga bersejarah.
Oh ya ga usah takut kesasar karena di hampir setiap persimpangan terdapat penunjuk jalan dengan besi tiangnya yang cantik. Ada
katedral di sana, yang kalo dilihat-lihat memang disebut “trio katedral” karena
memang lokasinya berdempetan alias berjajar gitu. Oh ya satu lagi yang unit di
Senado Square ini adalah masih adanya ranta-rantai dengan bola-bola besi di
jalanan yang mengingatkan saya dengan bola besi yang dirantai ke kaki tahanan
jaman dulu.
Nah... kalo kita sudah sampai di
Senado Square, tak lengkap kalo ga sekalian ke Ruins of St. Paul. Tempat ini
sama terkenalnya dengan Senado Square bahkan menjadi landmarknya Macau. Sempat
mutar-mutar dikit di Senado Square (sampai ketemu dengan katedral pula!
Hahaha), akhirnya sampaiiiiii juga ke Ruins of St. Paul.
Seperti kisah-kisah
bersejarah yang sudah sempat saya baca sebelum kemari, ceritanya gereja Saint
Paul ini dulunya gereja yang terbesar di Macau sampai dihancurkan oleh suatu
pemberontakan sehingga yang tersisa hanyalah pintu dan dinding depan dari
gereja tersebut.
Bagian dalamnya sudah ga ada apa-apa, kosong melompong tetapi
pemerintah sana cepat tanggap karena mereka membuat bangunan bawah tanah, yang
sayangnya tidak sempat kami masuki karena kami tiba di sana subuh banget jadi
ya belum buka. Selain Ruins tersebut, ada beberapa tempat menarik seperti
botanical garden, museum-museum serta taman yang didesain secara spesial yang
menambah cantiknya lokasi tersebut.
Wahhh... kalo kita datang sekitar pukul 8
mungkin tempat ini sudah penuh banget karena rata-rata penduduk suka main ke
sini, namanya juga jalan-jalan pagi gitu. Oh ya sama seperti waktu di Senado
Square, subuh-subuh begini yang sudah jogging di sana mah para lansia. Tetapi,
meskipun mereka sudah lansia, tetapi rata-rata badannya masih lentur loh! Masih
ada yang kuat melakukan senam lantai pula, walahhhh! Betewe ga usah takut juga
kalo ke Ruins of St. Paul trus tiba-tiba pengen ke kamar kecil karena di dekat
sana juga tersedia toilet untuk umum secara gratis! Bayaingin aja kalo ini di
Jakarta; yang ada toiletnya bayar hehehe...
Ada cerita lucu ketika kami
sampai di Ruins of St. Paul. Jadi ketika kami baru banget sampai di sana dan
sudah langsung action bahkan sebelum mulai menapaki tangga menuju atas, dengan
beberapa klak-klik kamera, ehhh kami didatengi aja sama seorang laki-laki,
mungkin umurnya sekitar 30an gitu dan rada-rada bule campur china (soalnya
sipit enggak, hidung mancung tapi ga semancung gagak kalo bule totok itu, plus
mukanya rada-rada latin gitu) trus he said soemthing that I didn’t really
understand, tapi intinya sih dia kayak ngajak kami kemanaa gitu, rada genit
gitu. Setelah kami pisah gitu, dari atas Ruin gitu dia amsih melambikan
tangannya gitu deh ke arah kami. Idih amit-amit deh,,, untung saya berdua jadi
kejadian seperti itu bisa dianggap lucu, tapi kalo saya sendiri sih
rasa-rasanya bakalan horror juga deh! Oh ya semalam waktu nonton air mancurnya
Wynn ada juga laki-laki (sepertinya sih bukan china) yang mendekati kami
mungkin mau ngajak kemana gitu. Idihhh lagi, kami sih ketawa-ketawa ngakak aja
setelah dia pergi karena sebelum dan sesudah kami dia juga negdeketin cewek
gitu. Kamipun jadi berpikir emangnya orang-orang di sini desperate gitu ya
nyari temen buat ngedate? Hahaha... tapi ya gimanapun amannya kita tetep harus
waspada lah ya ^_^
Setelah cukup puas foto-foto di
sana plus Ruins of St. Paul juga sudah lebih banyak orang (sekitar 5-10 orang
yang rata-rata pada olahraga baik lari ataupun naik turun tangga) maka kamipun
merencanakan untuk kembali ke HK. Menurut informasi yang kami dapat, kapal
ferry dari Macau menuju HK dengan turbojet dimulai setiap pukul 8.30 pagi. Nah
berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 7.30an gitu maka kami bergegas untuk
pergi ke daerah Lisboa lagi. Sebenarnya sih saya pengen makan makanan khas
Macau; eggtart gitu, tetapi yahhh namanya juga orang-orang sini baru mulai
menggeliat sekitar pukul 10 pagi jadi ya kami jalan aja balik supaya bisa lebih
lama jalan-jalan di HK nanti, mengingat besok kami sudah harus meninggalkan HK.
Hikshikshiks...
Begitu sampai di Lisboa, kami
bertanya pada satpam tempat untuk mencari bus menuju ferry. Niatnya sih kalo
ada bus tumpangan menuju ferry kami mau ikut, hehehe, sayang sekali busnya baru
berangkat sekitar pukul 9, ya ga nyukup waktunya karena ferry berangkat pukul
8.30 juga. Yowis lah... kami menuju halte bus. Sesampainya di sana kami mencari
bus jurusan ferry dengan bertanya dengan petugas haltenya. Sayang sekali
petugas itu bisa bahasa inggris tetapi ga jelas tercerna di otak saya, dia
hanya mengatakan jurusan busnya sambil menunjuk dan kami pun berterima kasih.
Sesampai di halte kami celingak-celinguk melihat bus-bus yang datang dan pergi
tetapi bus yang kami tuju tidak kunjung datang. Setelah bertanya pada seorang
gadis di sebelah kami dengan niat dimana bus tersebut akan berhenti ehhh si
anak malah ga tau juga. Waduh! Trus kami pindah halte dan bertanya lagi sama
seorang wanita muda di sana yang untungnya bisa berbahasa inggris dengan cukup
baik. Untungnya lagi, dia juga menuju termkinal ferry! Haahahaha... asikkkkk,
kami pun ngekorin dia aja, hehehe...
Sebenarnya halte bus di Macau
pagi hari begini ramai banget! Mungkin karena hari sekolah jadi para murid pun
berjejer menunggu bus yang akan ditumpangi atau orang-orang akan berangkat
kerja sama seperti ‘mbak’ yang kami buntuti ini hehehe... Pagi itu cuaca juga
rada gerimis dan dingin gitu, tapi untungnya ga hujan es, hahaha (lebay!). Tak
berapa lamapun bus yang akan kami tumpangi datang. Begitu masuk kami bertanya
dulu harganya kemudian memasukkan uang koin HKD ke sana, sama seperti di
malaysia ataupun hongkong. Kami sengaja memilih duduk di dekat pak sopir biar
ga kelewat nantinya hehehe... Si mbak itupun duduk agak di belakang. Sebelumnya
sih dia sempat bilang kalo kita akan turun di pemberhentian terakhir.
Bus pun melaju dengan lancar (di
Macau juga ga ada macet) dan meskipun ketika itu gerimis tetapi kami masih
tetap bisa melihat beberapa tempat menarik. Sayang kami cuman merencanakan
semalam di Macau (yahhh namanya juga fast holiday hehehe) jadi belum sempat
menjelajah beberapa tempat menarik tapi ya sudahlah, yang penting sudah ke
landmarknya Macau hehehe... jadi kalo ada yang mau ke Macau, selain landmark
tersebut sebaiknya sempatkan juga untuk makan eggtart serta jalan-jalan ke
beberapa tempat bersejarah seperti temple, museum atau patung di dekat laut
gitu. Yap dalam perjalanan kami menuju terminal ferry kami melihat patung emas
yang sepertinya memang menjadi salah satu objek turisme.
Tak berselang lama kamipun sampai
di terminal ferry. Si mbak pun turun dan kami mengucapkan banyak terima kasih
padanya. Dia berjalan cepat dan ketika tiba di persimpangan dia pun menunjuk ke
suatu pintu tempat kami bisa membeli tiket ferry menuju HK. Sekali lagi kamipun
mengucapkan terima kasih. Si embak udah cakep, baik lagi! Hehehe...
Masuk ke terminal ferry, kamipun
bertanya kepada petugasnya dimana letak membeli tiket ferry karena waktu sudah
menunjukkan hampir pukul 8. Mereka sih sepertinya sudah terbiasa menerima
pertanyaan begitu apalagi kan keliatan banget muka kami bukan chinesse, pasti
orang luar gitu, jadi mereka senyum-senyum menunjuk tangga. Jadi kami harus
naik ke lantai berikutnya, tetapi kami nearly lost way again coz ternyata ada
beberapa persimpangan yang kami jadi bingung sendiri deh arah mana yang mesti
diambil. Tetapi karena kata orang ga berani salah itu ga akan membawa kita
kemana-mana maka saya langsung tanya aja dimana beli tiket menuju HK sama
petugas tersebut. Dan bener aja, kami salah tempat, tetapi untungnya setelah
menuju arah yang ditunjuk, dengan sedikit celingak-celinguk (habisnyaaa...
counter pembelian tiketnya ga ada tulisan gede sih, makanya kami jadi ga
ngeliat dengan jelas hehehe).
Thanks God kami tiba juga di loketnya dan segera
membeli tiket untuk keberangkatan pukul 8.30 yang sebentar lagi sudah siap.
Setelah melewati imigrasi (yap, masuk dan keluar Macau kita memang harus
melewati bagian imigrasi loh... lama-lama juga akan terbiasa, hahahahaha) kami
menuju tanda-tanda yang terpampang. Untungnya muter-muternya ga banyak hehehe
soalnya kami juga mengikuti arah orang-orang yang menuju ke waiting roomnya
terminal itu. Oh ya lokasi di dalam terminal juga oke punya bahkan ada
eskalator berjalan (bukan eskalator turun seperti di mall-mall itu loh...)
seperti di terminal kedatangan gitu, jadi kita cukup diam aja dan kita langsung
melaju ke depan. Setelah bertemu dengan petugas check in (serius loh, kayak di
bandara kita aja!) dan mendapatkan boarding pass lengkap dengan nomor kursinya,
kami pun duduk-duduk di waiting room.
Sudah cukup banyak orang yang
menunggu di sana dan rata-rata menggunakan bahasa yang saya ga ngerti (ya
bahasa China atau kanton gitu deh) dengan wajah-wajah oriental. Sembari
menunggu sayapun iseng buka facebook (tapi rada was-was juga kalo kelamaan ntar
keburu abis pulsanya hahaha) trus update status deh sambil check in di “Macau
Ferry Terminal” dan ngaku belum tidur 1x24 jam! Hahaha... tak berapa kapal
kamipun tiba dan kami segera masuk dan mencari kursi sesuai dengan nomor yang
kami punya. Yap... it’s time to relax, babe! Selama kurang lebih 1 jam kami
bisa beristirahat sebelum ‘perang’ lagi di HK hehehe... Sempet-foto-foto dikit
dan selanjutnya mencoba tidur. Lah temen saya mah langsung tidur aja setelah
nyentuh sandaran kursi. Saya? Cuman bisa tidur sebentar huhuhu... dan mimpi
bentar; karena tak berapa lama kamipun segera mendarat di terminal ferry
Central, Hongkong Island ^_^
NB: Tunggu lanjutan perjalanan kami di Hongkong part II yah ^^



























BalasHapusSaya berucap dsni... terima kasih banyak kpd teman aku yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses aku baca. Aku bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . setelah pikir-pikir kurang lebih 5 tahun kerja jd Tkw di SINGAPURA hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap tp itu tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikanku galak, kejam, cerewet, salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh nya saja . . itu pun tdk cukup biaya mamaku di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Aku sudah bs pulang ke kmpung halamanku buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 / 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu sprti aku . aminn