Keesokan harinya, kami bangun
sekitar pukul setengah 8. Hahaha... Padahal kemarin kami sok banget niatnya
bangun pagi-pagi (mungkin jam setengah 6 sehingga sekitar pukul 7 kami siap
untuk jalan-jalan. Ehhh... Ternyata tidak! Mungkin karena terlalu capek, atau
jet lag (i know, meski cuma 1 jam tapi yg namanya perbedaan daerah bisa bikin kondisi
berbeda juga kan, hihihi... #ngeles) atau mungkin emang lagi ga bisa bangun
pagi. Apapun itu, begitu saya terbangun, segera aja saya mandi. Untungnya di
hari minggu itu, sedikit saja penghuni kost sana yang sudah bangun. Alhasil
sayapun bisa segera mandi tanpa mengantre, hehehe... Begitu selesai mandi,
giliran teman saya yang mandi. Tidak perlu waktu terlalu lama, sekitar pukul
setengah sembilan kami sudah siap menuju jembatan besar (kami menggunakannya
sebagai patokan untuk pulang) untuk bertemu dengan salah seorang teman kami di
sana.
Seperti yang saya bilang tadi,
saya berkenalan dengan beberapa teman TKW yang bekerja di HK. Jadi mereka
seperti ganti-gantian ‘menjemput’ dan ‘mengantar’ kami. Berhubungan hari minggu
adalah hari libur mereka, maka mereka bisa jalan-jalan sesuka hati. Kalo
dipikir-pikir mereka itu seperti pekerja di sini yang dapat libur 1 hari dalam
seminggu yaitu hari minggu, beda dengan yang berprofesi (maaf) sebagai pembantu
di Indonesia yang bisa dibilang ga punya hari libur. Ckckck... Kalo dipikir-pikir
segi kemanusiaan di Indonesia memang masih kurang ya dibandingkan negara maju
(admit it, guys, bukan bermaksud menjelek-jelekkan negara sendiri kok, tapi
untuk tempat berkaca kita aja supaya kita bisa menjadi lebih baik). Oh ya mereka
juga dapat libur di hari-hari libur nasional gitu loh!
Jadi setelah berjalan ga sampai 5
menit, kamipun sampai di jembatan tersebut dan bertemu dengan seorang wanita
yang umurnya sekitar mendekati 30 tahun, tapi dengan penampilan yang cukup
modis. Oh ya, perlu diingat lagi kalo orang-orang di sini emang sepertinya
doyan dandan apalagi di sini kalo kemana-mana pake yang mini-mini gitu ga ada
yang merasa aneh. Bahkan, orang ciuman di jalan juga ga dipelototin. Bayangin
aja kalo itu di Indonesia dan dilakukan di tempat umum seperti halte bus atau
di trotoar, udah dapet lirikan mencela dah pastinya hehehe. Psssttt... Ada info
juga kalo di sini, budaya homo atau lesbi adalah hal yang biasa. Hmmm,, jadi
jangan heran aja yak :D hehehe... Saya pribadi sih gak mau ikut campur
Setelah mengucapkan salam “om
swastyastu” dan memperkenalkan diri, ternyata mbak ini namanya mbak yuli, dan
bersamanya kami naik ting-tong (sebenarnya sih seperti kereta berbentuk bus
yang kalo jalan ada relnya, mungkin bisa dibilang tram kali ya, tapi seperti
bus yang semalam kami tumpangi dari bandara menuju Tin Hau, tram ini juga
bertingkat). Di sana kami ngobrol banyak, terutama tentang lokasi-lokasi di HK.
Tujuan kami bertiga adalah suatu daerah bernama Happy Valley. Di daerah ini terdapat
kuil Hindu, yang notabene kental dengan nuansa Indianya. Di sana juga terdapat
suatu lapangan luas yang katanya biasa digunakan sebagai arena pacuan kuda. Ga
lama sih perjalanan kami menuju kuil tersebut. Oh ya, bayarnya juga flat, cuma
HKD $2.3! Kalo dijumlah sekitar 3000 rupiah lah. Jadi jauh dekat ya segitu.
Uniknya lagi, kalo yang bayar adalah pensiunan atau lansia, maka harganya lebih
murah, begitu juga dengan anak-anak. Menurut saya hal ini juga harus ditiru
Indonesia; penghargaan kepada lansia dan pensiunan, meskipun kelihatannya kecil
dan sepele, tapi bagaimanapun juga bentuk penghargaan itu layak diberikan
kepada mereka.
Setelah turun di haltenya happy
valley kami berjalan sebentar menuju kuil tersebut. Di kuil itulah kami bertemu
dengan teman-teman whdi lainnya. Lucu juga, ketika salah satu tkw ‘senior’
datang ke sana dan kami diperkenalkan padanya, rupa-rupanya dia mengira kami
tkw baru, sampai-sampai menanyakan pada kami apakah kami sudah mendapatkan
majikan atau belum. Hihihi... Berarti muka kami semodis mereka donk ya?
Positive thinking aja begitu :p
Setelah bersembahyang bersama,
kami pun melangkah menuju tram tadi, tapi sebelumnya kami mampir dulu di sebuah
toko roti di sana. Hmmmm kalo mengingat variasi roti yang ada, bakalan kangen deh,
soalnya rotinya enak, bisa dibilang seperti breadt*lk di sini, atau bahkan
lebih enak karena roti0roti itu benar-benar dibuat di toko rotinya dan masih
hangat plus varian rasanya macam-macam! Hehehe... Harganya juga tidak terlalu
mahal, cukup setaralah dengan harga di Indonesia. Selangkah lagi kami pun
mampir dulu ke seven elev*n di sana. Asyiknya sevel di HK ini, tersebar
dimana-mana dan tentunya bisa bayar dengan OC, hehehe... Selain itu, variasi
makanan hangat di sini sangat beragam dan enak-enak, hehehe... Asyik deh
nyobain satu-satu, apalagi siomaynya :p
Setelah puas icip-icip kami pun
melanjutkan perjalanan menuju Victoria Park dengan menggunakan tram ini alias
ting-tong. Di sana banyak juga muka-muka indo loh,,, ternyata para pekerja
devisa kita sedang menikmati hari bebas mereka hehehe. Ngobrol sana-sini dan
akhirnya kamipun sampai di Victoria Park. Taman ini bisa dibilang ‘mabes’nya
para TKW dari Indonesia. Karena jumlah tkw kita sangat banyak, maka mereka
sering kumpul kemari, yang konon kabarnya telah menggeser tkw dari negara lain
hehehe... Taman ini sangat luas, dimana banyak sekali orang yang bersantai di
sini. Benar-benar berasa kayak di Indonesia deh! Banyak barang dagangan
Indonesia di sini, jadi kalo mau cari lontong, gudeg, nasi pecel, nasi padang,
sebut aja, semua ada di sini!!! Ckckck apalagi bahasa dominan yang didengar
adalah bahasa jawa, maklum para tkw kebanyakan dari pulau jawa. Selain makanan,
mereka juga berjualan barang-barang indonesia termasuk jilbab. Hahaha,,,
bener-bener ga ada bedanya deh sama pasar malam cuman ini dilakukan saat
terang. Menurut teman kami, para tkw indo ini juga biasa berjualan makanan indonesia
dan menjualnya di sini. Jadi istilah ‘ngasong’ berlaku juga di HK ya, hihihi...
Selain tempat kumpul dan jualan,
di tempat ini juga ramai orang berolah raga, tapi di sudut taman, memang tempat
yang sepertinya khusus digunakan untuk duduk-duduk ala piknik gitu. Berhubung
akan diselenggarakan suatu lomba pagelaran dari masing-masing perhimpunan tkw
di HK pada tanggal 20 mei ini, maka banyak juga kelompok-kelompok tkw tersebut
yang sedang latihan. Latihan mereka bermacam-macam, mulai dari ngedance hingga
latihan tari jawa asli. Beneran deh, ada yang mau nampilin tari kuda lumping,
lengkap dengan kuda-kudaan plus kain plus tata riasnya! Hahaha... Kalo sudah
begini, saya bener-bener ga merasa sedang berada di HK melainkan di daerah jawa
sana :p
Di tempat inilah para tkw
berkesempatan untuk ngobrol bersama dengan teman-teman mereka. Saling membawa
makanan dan bahkan arisan sudah menjadi hal yang teramat biasa di victoria park
ini. Teman whdi kami tergolong aktif untuk kegiatan kumpul-kumpul seperti ini.
Mereka bisa darmawisata ke beberapa tempat bersama-sama, ke kuil, atau ke objek
wisata tertentu. Kalo melihat foto-foto mereka, asyik kayaknya! Sebenarnya sih
kami juga ingin pergi ke tempat-tempat yang mereka bilang itu, tapi karena
waktu kami sangat minim maka kami harus memaksimalkan waktu yang ada untuk
mengunjungi tempat-tempat “most wanted” terlebih dahulu.
Setelah cukup lama mengobrol dengan mereka maka kamipun melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah “Ladies Market” atau yang biasa disebut mongkok. Di pasar ini kita dapat membeli beragam oleh-oleh terutama yang khas wanita. Yahhh...namanya aja Ladies Market ya :p tetapi sebelumnya kami akan pergi ke wanchai, ke suatu landmark HK di Wan Chai yaitu Golden Flower. Dari Victoria Park kami naik MTR dan turun di station Wan Chai. Dari sana kami akan berjalan ke arah HK exhibition setelah sebelumnya melewati gedung imigrasi HK. Gedung ini kabarnya terkenal, karena memang imigrasi HK terkenal rapi dan pengurusan imigrasi di sana juga memuaskan selain itu gedung tersebut merupakan gedung imigrasi terbesar dan termewah di dunia.
Setelah cukup lama mengobrol dengan mereka maka kamipun melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah “Ladies Market” atau yang biasa disebut mongkok. Di pasar ini kita dapat membeli beragam oleh-oleh terutama yang khas wanita. Yahhh...namanya aja Ladies Market ya :p tetapi sebelumnya kami akan pergi ke wanchai, ke suatu landmark HK di Wan Chai yaitu Golden Flower. Dari Victoria Park kami naik MTR dan turun di station Wan Chai. Dari sana kami akan berjalan ke arah HK exhibition setelah sebelumnya melewati gedung imigrasi HK. Gedung ini kabarnya terkenal, karena memang imigrasi HK terkenal rapi dan pengurusan imigrasi di sana juga memuaskan selain itu gedung tersebut merupakan gedung imigrasi terbesar dan termewah di dunia.
Sebenarnya tidak terlalu jauh
lokasi landmark ini dari subway MTR. Tempat ini merupakan patung bunga raksasa
yang kelopaknya seperti api tapi berwarna emas. Banyak sekali para turis yang
datang ke sini dan berfoto-foto ria. Kalo malas ngambil foto sendiri, bisa beli
foto langsung jadi, harganya sekitar HKD$10 saja. Setelah puas berfoto kami
menuju harbour yang berlokasi tepat di samping bunga api emas itu.
Dari harbour ini, kita dapat menyeberang ke kowloon island, tempat dimana pasar mongkok berada. Dari pelabuhan ini juga kita bisa melihat satu lagi landmark kota HK yaitu avenue star ala HK dimana di sana terdapat patung seorang manusia yang berbaju roll film, dan di lantai terdapat jejak-jejak ala Hollywood gitu. Selain itu di ujung avenue star ini terdapat jam seperti big ben di Inggris yang terlihat cukup jelas dari harbour tempat kami berfoto tadi. Di harbour ini juga terdapat banyak kapal-kapal yang akan menyeberangi selat tersebut. Sesungguhnya jika kita bisa berada di avenue star itu pada malam hari sekitar pukul 8, kita akan dapat melihat pertunjukkan kembang api yang terkenal di HK. Kami sebenarnya berencana ke sana malam hari keesokan harinya, tapi apa daya waktunya kurang hehehe...
Dari harbour ini, kita dapat menyeberang ke kowloon island, tempat dimana pasar mongkok berada. Dari pelabuhan ini juga kita bisa melihat satu lagi landmark kota HK yaitu avenue star ala HK dimana di sana terdapat patung seorang manusia yang berbaju roll film, dan di lantai terdapat jejak-jejak ala Hollywood gitu. Selain itu di ujung avenue star ini terdapat jam seperti big ben di Inggris yang terlihat cukup jelas dari harbour tempat kami berfoto tadi. Di harbour ini juga terdapat banyak kapal-kapal yang akan menyeberangi selat tersebut. Sesungguhnya jika kita bisa berada di avenue star itu pada malam hari sekitar pukul 8, kita akan dapat melihat pertunjukkan kembang api yang terkenal di HK. Kami sebenarnya berencana ke sana malam hari keesokan harinya, tapi apa daya waktunya kurang hehehe...
Jadi kami kembali ke subway MTR
tadi untuk selanjutnya naik MTR menuju Mongkok. Sebenarnya bisa juga naik kapal
di pelabuhan tersebut tetapi sepertinya pertimbangan teman-teman whdi kami
lebih mudah menggunakan MTR maka kamipun kembali ke sana. Ga terlalu lama juga
sih, dari wan chai kami transit dulu di subway admiralty setelah itu lanjut
menuju mongkok. Transit antara mongkok dengan admiralty ini spesial loh, karena
sebenarnya melewati laut. Jadi kebayang donk gimana canggihnya kereta ini. Tidak
terlalu lama dan kamipun tiba di Mongkok. Begitu keluar dari subway kamipun
sudah bertemu dengan keramaian daerah Mongkok. Sebenarnya daerah ini penuh juga
dengan apartemen. Menurut pengamatan saya sih, apartemen mereka rata-rata kecil
juga, dan seperti rusun-rusun di jakarta, tetapi entah kenapa kelihatannya
tidak seruwet yang ada di Jakarta. Daerah mongkok ini adalah daerah yang sibuk,
terbukti dari orang-orang yang lalu lalang tanpa henti begitu juga jumlah
kendaraannya yang tergolong banyak (untuk ukuran HK ya) plus beberapa taksipun
bersliweran.
Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang
jadi kami mencari makanan dulu. Agak lama juga menentukan menu apa yang dicari
(yahhh namanya juga orang berbanyak, yang nemenin kami jalan-jalan sekitar 5
orang hehehe) dan setelah muter-muter kami pun masuk ke restoran di sana.
Restoran di HK ini seperti foodcourt juga, jadi beberapa produk bergabung jadi
satu meskipun segalanya terpisah,,, hanya tempat duduknya saja yang bebas
memilih dimana. Tempatnya nyaman,,, seperti foodcourt di kelapa gadinglah.
Menunya juga banyak menu baratnya seperti burger king, bebek peking dan
sebangsanya. Oh ya untuk yang muslim sebaiknya pilih menu dari makanan barat
aja, karena kalo menu makanan chinanya pasti ada menu babinya, hehehe...
Overall, tempat ini rame banget...
Setelah mengisi perut, maka
kamipun berangkat menuju pasar yang dituju. Aneka barang jualan tersebar di
sini,,, ada baju, tas, dompet, sepatu, aksesoris, sebut aja barang-barang
kesukaan cewek, pasti ada! Hehehe... Di sini saya membeli baju souvenir HK
dengan cukup murah sekitar HKD$20 per potongnya. Oh ya, menurut teman saya
sesungguhnya pasar ini bukanlah yang termurah tetapi karena para turis
seringnya belanja ke sini, jadinya yang terkenal ya pasar ini dan tentunya ini
mengakibatkan kita haruslah pandai-pandai menawar. Sama seperti pasar mangga dua
kan, yang terkenal murah sehingga para pelancong sering ke sana padahal
sesungguhnya itc-itc lainnya lebih murah. Jadi kalo belanja di pasar Mongkok
ini kudu tega kalo nawar harganya, soalnya selain memang sudah di mark up
banget, penjualnya rata-rata orang china kan emang pada jago menjual hehehe...
Setelah muter-muter di pasar itu,
maka tangan kamipun penuh di kiri kanannya, dengan barang belanjaan, padahal
kami niatnya ga bawa banyak soalnya pesawat kami nantinya kan ga pake bagasi
hehehe, tapi apa daya melihat begitu banyaknya barang-barang cantik di sana,
menyebabkan saya tak kuasa menolaknya hehehe... Di pasar tersebut juga
berdekatan dengan pertokoan-pertokoan dimana saya melihat salah satu butik
baju-baju ala korea terpajang. Penjaga tokonya pun seperti model baju korea
gitu, kulit seputih susu, langsing dan tinggi plus dia menggunakan baju seperti
yang dijualnya dengan dandanan seperti model. Aiiiiiihhh... Orang-orang sini
emang suka dandan yah, pantes aja banyak juga yang ketularan, hehehe... Sebenarnya
sih bajunya bagus-bagus, kalo convert ke rupiah, harganya sekitar 150 ribuan
lah tetapi kalo dibawa ke Indonesia, harganya bisa jadi 2x bahkan 3x lipat,
jauh lebih bagus dari yang dijual di OL Shop gitu. Sayangnya mbak-mbak yang
jual judes banget, pfiuhhhh... Kita yang orang Indonesia biasa dilayani dengan
ramah, jadi merasa ogah deh belanja di sana. Nah di antara sekian banyak
hal-hal baik di HK yang layak kita tiru sepertinya yang satu ini enggak deh,
hehehe... Yaaaaa meski mungkin ga semua pedagang muda di HK seperti ini, bisa
dibilang lihat ‘oknumnya’ juga kali ya. Sekitar pukul 5 sore, kamipun sudah
capek dan belanjaan sudah over, jadi kami memilih pulang dulu ke wan chai baru
selanjutnya meneruskan perjalanan ke Macau!!!
Dalam perjalanan kembali ke wan
chai, kami naik MTR lagi ke arah admiralty kemudian menuju causeway bay station.
Sayangnya begitu tiba di Causewaybay Station, dompet mbak chintya hilang,
sepertinya dicuri. Wadowwww! Kami langsung merasa tidak enak,,, tetapi
untungnya mbak resti menemani mbak chintya untuk mengurus kehilangannya ke
kantor polisi. Lumayan juga kehilangan yang diderita, tetapi yang paling
menyebalkan kehilangan ID, karena kan susah mengurusnya. Hmmm... Alhasil, kami
berdua kembali ke kost kami, tanpa ditemani mbak resti dan mbak chin tya.
Untungnya kami sudah cukup ‘latihan’ naik MTR sepanjang siang ini jadi ketika
dilepas berdua saja kami tidak menemui kesulitan berarti. Padahal menurut
mereka kriminalitas di HK ini jarang terjadi, tetapi yahhh mungkin yang namanya
lagi apes ya,,, mau gimana lagi. Mudah-mudahan Tuhan memberikan gantinya,
swaha...
Tak berapa lama kamipun tiba di
tempat kami menginap. Sembari merapikan barang-barang kamipun giliran mandi. Well,
istirahat sudah, barang-barang sudah dikumpulkan, ransel sudah diisi barang
“secukupnya” saja dan waktupun sudah menuju petang maka kamipun segera bergegas
menuju subwaynya MTR causewaybay lagi untuk selanjutnya berangkat menuju station
Sheung Wan, satu station setelah admiralty. Nantinya di station tersebut kami
akan naik kapal ferry menuju Macau.
Waktu tempuh menggunakan MTR ke
pelabuhan tidaklah berapa lama, dan meskipun kami baru mencoba MTR hari ini,
tapi rasa-rasanya semua sudah “biasa” hehehe... Begitu keluar dari subway, kami
segera mencari loket kartu OC untuk menambah saldo, secara saldo kami tinggal
beberapa puluh HKD saja. Begitu menemukan loketnya (yahhh di subway MTR ini
kita memang harus lihat kiri kanan atas bawah soalnya tempatnya memang besarrr
dan luas plus sepertinya semua orang di HK memang tumpah ruah di MTR ini,
maklum ya transportasinya nyaman begini^^) kami segera touch up OC kami sambil
bertanya arah mana yang harus dilalui untuk membeli tiket menuju Macau. Ohya
kami juga bertanya kira-kira harga tiket ferrynya berapa yang dijawab sekitar
150an HKD. Perlu diingat, tiket ferry ini tidak dapat dibayar dengan
menggunakan OC, mungkin karena lintas ‘negara/country’ kali ya. Yap, Hongkong
dan Macau meskipun masih menjadi bagian dari China tetapi perlakuannya agak
berbeda. Hal ini dapat dilihat ketika kita akan menuju ferry, kita akan diminta
menunjukkan passport.
Setelah berjalan naik turun
eskalator plus bertanya kepada para petugas yang kami temui (kebanyakan sih
bisa bahasa inggris, tetapi yang rada tua memang agak sulit menjawabnya jadi
kita mesti pay attention banget ketika mereka mencoba melafaklkan englishnya
untuk menjawab pertanyaan yang kita ajukan) akhirnya ketemu juga dengan loket
tempat membeli tiket ferry. Ternyata ada beberapa perusahaan kapal ferry karena
ada beberapa loket di sana. Mungkin bisa disamakan dengan kalo pada mau beli
tiket bus ke jogja dari jakarta kali ya, bisa naik bus A ato bus B atao bus C,
tentunya dengan jadwal berbeda dan harganya juga berbeda. Karena kami
sebelumnya membaca tentang turbojet ke Macau, plus waktu yang tersedia juga
sebentar lagi maka kamipun memilih untuk menggunakan jasa turbo jet.
Whoaaaa... Ternyata tiket ferry
ketika malam hari lebih mahal dari siang hari sodara-sodara. Atau mungkin juga
berlaku sistem seperti beli tiket pesawat gitu, dimana terdapat variasi harga,
tergantung dari dulu-duluan belinya. Kamipun mendapat harga 185 HKD. Yahhh ga
papalah, namanya juga pelesiran hehehe... Setelah mendapat tiket, kami segera
menuju ‘waiting room; di pelabuhan. Perlu diketahui, pelabuhan di sini malah
seperti waiting room di bandara aja... Oh ya, sebelum mencapai waiting room,
kita mesti melewati bagian imigrasi juga. Nah inget ga, kertas putih sebelum
masuk ke HK yang saya terima di pesawat untuk diisi itu? Nah pertinggalnya
diambil oleh petugas imigrasi HK. Jadi kertas itu berisi departure dan arrival
gitu. Begitu kita masuk ke suatu negara, kita wajib mengisi departure terus
arrivalnya akan diambil ketika kita meninggalkan negara tersebut. Wahhh,,,
padahal Macau itu masih bagian China ya. Hmmm tetapi bahkan kalo mau ke Shenzen
saja kita mesti bayar pake Visa, meskipun katanya bisa dengan visa on arrival
si...
Jadi tak berapa lama, kapal ferry
kamipun merapat dan mempersilahkan kami untuk masuk. Oh ya tempat duduk di kapal
ferry ini juga sudah ada nomornya, kayak di pesawat gitu! Plus tempat duduk dan
sebagainya sudah persis kayak di pesawat deh, termasuk adanya ‘pamugari laut’
yang mengajarkan kita menggunakan safety yang ada di bawah tempat duduk, yang
baju pelampung itu lohhh! Oh ya satu lagi, mereka juga ‘berjualan’ makanan
seperti kalo kita naik li*n air ato a*r as*a gitu... Pesawat bener dah ini,
bedanya ini pesawat bukan di udara tapi di air hehehe... Nah, saatnya istirahat sebentar ^_^
tunggu part berikutnya ya : NGEBOLANG DI MACAU
tunggu part berikutnya ya : NGEBOLANG DI MACAU













KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.
BalasHapusKAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.
KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.
BalasHapusSaya berucap dsni... terima kasih banyak kpd teman aku yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses aku baca. Aku bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . setelah pikir-pikir kurang lebih 5 tahun kerja jd Tkw di SINGAPURA hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap tp itu tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikanku galak, kejam, cerewet, salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh nya saja . . itu pun tdk cukup biaya mamaku di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Aku sudah bs pulang ke kmpung halamanku buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 / 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu sprti aku . aminn