Backpacking to Hongkong : First Day


Seperti cerita saya sebelumnya di Malaysia,,, maka  perjalanan kami berikutnya adalah Hongkong(^o^)//
Perjalanan menuju Hongkong dari Malaysia sekitar 4 jam di udara. Karena tadi pesawat kami delay jadi yang awalnya kami akan mendarat di Hongkong sekitar pukul 6, jadinya mendarat sekitar kurang lebih pukul 6.30 petang. Begitu masuk ke Terminal 2 HKIA (Hong Kong International Airport) kami mengikuti arus saja ke arah tanda petunjuk yang terpampang jelas di Bandara nan besar ini. Bandara ini berada di kawasan Lantau Island dan berdiri di atas ‘tanah buatan’ manusia. Kabarnya pulau ini merupakan pulau terbesar buatan manusia (keren banget^^). 


Untuk menuju imigrasi maka kami masuk ke kereta lagi. Perlu saya informasikan bahwa kereta ini sangat cepat dan ga perlu menunggu lama jika mau masuk karena datang silih berganti dalam hitungan menit. Kalo dipikir-pikir sebenernya HKIA ini ga begitu banyak menghabiskan bangunan ke samping, yang ada malah mereka membuatnya bertingkat-tingkat, dan para penumpang dihubungkan dengan train yang sangaaattttt nyaman ^_^ jujur aja, ngeliat yang begini di negeri orang, bikin ngiri aja, berasa pengen bawa yang beginian ke negeri sendiri hehehe... Intinya kami sampai di tempat imigrasi (dengan berjalan dan naik eskalator dsb) dan kami harus mengantre untuk dicap passportnya. 

Ternyata Hongkong ini sangat banyak pengunjungnya terbukti kami cukup lama mengantre di imigrasi. Untungnya para petugas sangat membantu kami dalam menunggu giliran. Semuanya bersih, terang dan terbuka untuk informasi yang kami butuhkan. Untunglah J Intinya setelah beberapa waktu passport saya pun mendapat stempel Hongkong dan ijin tinggal (permit) untuk 30 hari. Setelah saya dan teman saya beres dengan urusan imigrasi maka kamipun melangkah menuju pintu keluar. Agak bingung juga sih di bandara sebesar ini, mana pintu keluarnya. Mungkin ga terlalu ribet sih ya cuman masalahnya ada banyak hal yang bisa dilihat di bandara ini jadinya kami muter-muterin mata ke segala arah dan mulai membayangkan bandara di Indonesia, hehehe... (normal lah ya ngebandingin dikit :D namanya juga tumben-tumbenan ke luar negeri). Tidak perlu merasa ketakutan akan tersesat di Hongkong karena begitu keluar kita sudah disambut dengan brosur-brosur gratis tentang Hongkong. Yap brosur itu sangat membantu dalam memberikan informasi mengenai HK, mulai dari tempat-tempat wisata, informasi tentangnya juga bagaimana cara menuju ke sana. Plus peta jalur MTR (seperti MRTnya singapura sih, kalo mau membayangkan dengan lebih mudah) di seluruh negeri HK. Asyikkkk! 

Karena sebelum ke HK saya sudah menjalin teman baru di HK (iseng-iseng searching dang akhirnya dapet kenalan dengan teman-teman di Whdi Hongkong. Mereka welcome banget, thanks to mbk Chintya! J Darinya saya pun bertanya macam-macam tentang HK, yahhhhh intinya informasi-informasi pentinglah... dan termasuk penginapan murah hehehe). Selanjutnya setelah bertanya pada bagian informasi saya pun mendapat info untuk naik bus menuju Tin Hau yaitu bus nomor E11. Sebenarnya sebelum kita mencapai pintu keluar, terdapat pusat informasi dan mereka dengan jelas memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Saya bahkan diberikan brosur lengkap mengenai arah tujuan bus di HK. Wah, kalo begini mah pantes aja para turis doyan ke HK. Gimana enggak? Aturannya jelas, petugas siap sedia memberikan informasi yang kita butuhkan dan bahkan, tidak ada sopir-sopir taksi atau sopir bus seperti di Indonesia atau Malaysia yang memanggil-manggil kita yang bahkan ada juga yang rada maksa (BT banget deh saya, kalo ketemu yang kayak gitu >.<). Jadilah kami menuju exit door dan bertanya dimana letak menunggu bus E11. Mudah saja ternyata dan selanjutnya kami tinggal menuju saja deh. 


Jadi kami mencari bus jurusan Tin Hau karena tempat itu dekat dengan daerah Causeway Bay yang merupakan tempat kami akan menginap selama di HK. Seperti yang saya bilang sebelumnya, teman saya yang bekerja di HK ini (banyak TKW Indonesia yang bekerja di HK, tetapi untungnya taraf hidup mereka di sini –secara global- jauhhhh lebih baik dari TKW di daerah Malaysia deh kayaknya, soalnya mereka dapat hari libur, bahkan cuti plus gaji mereka sesuai, mungkin karena para TKW ini menjadi TKW dengan ‘jalan yang benar’ jadi terhindar dari kekerasan-kekerasan seperti di daerah Malay atau Brunei. Untunglah :p) memberikan banyak sekali informasi penting yang saya butuhkan di sini. Dia bahkan membatu kami mencarikan penginapan di HK, harga yang dia sebutkan sih tidak mahal, bahkan bisa dibilang super murah yaitu sekitar 50.000 rupiah (HKD35-45). Memang sih fasilitasnya super minim, tetapi kami sudah siap karena rencana kami memang penginapan tersebut hanya akan digunakan sebagai tempat untuk tidur dan mandi saja plus titip barang. 

Tak lama berselang bus E11 pun tiba. Perlu saya ingatkan, sebaiknya begitu sampai di Bandara segera saja membeli Octopus Card. Kartu ini biasa disebut juga sebagai Patadong oleh orang lokal. Patadong ini bisa dibilang kartu sakti kita selama di HK. Harga belinya bisa dipilih, mulai HKD 100 hingga 200. Mengapa kartu ini penting? Karena bila kita membayar bus atau kereta, kita harus menyiapkan uang pas, jika tidak maka tidak akan mendapatkan kembalian. Inilah yang terjadi pada kami! Uang kami masih berupa uang kertas dan belum memiliki recehan, sementara harga bus menuju Tin Hau adalah HKD21. Intinya kami jadi bayar HKD25 per orang deh, soalnya ga ada kembalian kan hehehe. Ya sudahlah, anggap pelajaran :)

Sepanjang jalan saya tengok kiri kanan untuk melihat pemandangan kota HK di malam hari. Emang ya, kerlap-kerlip lampunya itu mantapppp banget! Jalanan sepi, ga ada kemacetan sama sekali. Konon kata teman saya, kemacetan hanya terjadi di HK kalo ada kecelakaan ataupun kebakaran, tetapi kalopun terjadi kemacetan, ambulans ataupun polisi segera bergerak sehingga yang namanya macetpun hanya memakan waktu 5 menit. Wewwwww... 

 
Perjalanan menuju Hongkong Island (Hongkong ini terdiri dari 3 pulau besar; Lantau Island, Hongkong Island dan Kowloon yang nempel dengan daratan China) kami yang sedari awalnya berada di Lantau Island segera moving to the Hongkong Island. Pulau ini sesungguhnya bisa dibilang pusatnya kota Hongkong soalnya banyak industri, tempat tujuan dll yang berada di pulau ini. Salah satunya yang terkenal dan padat adalah Causeway Bay. Enaknya, daerah ini mudah dicapai (eh tapi kalo dipikir-pikir sih, semua daerah di Hongkong memang mudah dicapai deh hihihihihi...) karena ya itu tadi, MTR dan bus serta tram-nya mantep. Jadi selama kurang lebih 1 jam kami melihat-lihat serunya kota HK di malam hari dari bus bertingkat ini. Sengaja kami memilih duduk di lantai atas bus, biar bisa sekalian melihat-lihat pemandangan kota HK. Cukup dingin tapi semua masih dalam tahap wajar kok, makanya jangan lupa bawa jaket ya. Kebetulan saat kami ke sana (pertengahan April lalu) adalah saat pergantian dari musim dingin ke musim panas, jad suhunya sudah dapat dikatakan hangat. Serius deh! Kalo ke sana pas musim dingin, kabarnya baju 5 pun masih ga mempan, hehehe...

Melewati jembatan yang panjanggggg yang menghubungkan Lantau Island dan Hongkong Island, gedung-gedung tinggi, pelabuhan-pelabuhan serta lampu-lampu cantik kota HK, membawa kami ke jalur utama menuju Causeway Bay. Alhasil setelah melewati beberapa pemberhentian (yang kami berdua sama-sama blank banget, hehehe... meski saya sudah ada bayangan sih letak Causeway Bay itu dimananya HK Island) maka kami pun turun dari bus. Bus dengan nomor E11 ini memang pemberhentian terakhirnya di Tin Hau. Semua penumpang pun turun dari bus. Tenang ajaaaa... ga ada sopir-sopir bus yang bakalan narik-narik kita untuk naik ke bus mereka kok, hahaha... kita langsung dihadapkan dengan keramaian kota Hongkong di malam hari. Segera saja saya mencoba untuk menghubungi teman kami yang akan menjemput. Rencananya mbak Resti (yang merupakan temannya mbak Chintya) akan mengantar kami ke penginapan kami nantinya, tapi kok ga ada tanda-tanda Indonesian woman di sana yah? Untungnya karena sudah cukup latihan di Malaysia, kami ga panik, ya santai aja gitu jalan ke keramaian, nunggu di traffic light sembari saya pencet nomor di handphone saya. Ohya, ‘teman’nya XL di Hongkong pun ada loh. Jadi ada baiknya sebelum berangkat, kita survey dulu ke customer service untuk memastikan provider mana yang harus kita pilih biar nomor handphone kita bisa tetap aktif^^. 
 
Oke kembali ke topik! Ternyata mbak resti sudah menunggu di sana sedari tadi, cuma pas aja lagi ke toilet pas busnya dateng hehehe... “Om swastyastuuu...” sapa kami berdua,, sambil cipika-cipiki (namanya juga baru liat secara langsung). Mbaknya baikkkk banget,,, kami langsung akrab, plus mbak Resti ini terbuka banget dalam kasi informasi tentang HK. Itung-itung modal kami nanti buat jjs seputaran HK nanti. Kami naik tram dan tram ini juga bisa dibayar dengan OC selain juga dengan uang koin atau kertas. Tapi tentu saja, ga bisa minta kembalian hehehe...

Jadi kami menuju ke daerah perbatasan antara Causeway Bay dengan Wan Chai. Jalanan di kota ini ga penuh dengan mobil atau motor, tapi penuhnya dengan pejalan kaki dan bus-bus umum. Malah kabarnya banyak bos-bos yang ga pake kendaraan pribadi tapi ikutan naik bus, tram atau MTR (guess what, I wonder when Indonesia will be like this -let’s wish- misalnya aburizal bakrie naik busway tiap hari? hahaha). Enak yah, pedestrian is number one! Oh ya kalo mau nyeberang di HK juga, mesti merhatiin lampu penandanya. Jadi meskipun lampu lalu lintas sudah berwarna hijau, tapi kalo lampu tanda pejalan kakinya belum hijau, jangan nyeberang deh karena itu melanggar dan kalo ketauan sama polisi HK bakalan kena denda. Dendanya juga ga tanggung-tanggung, minimal 500 HKD deh dan bisa lebih banyak lagi karena rata-rata orang disini obey the rules gitu. Ampun dah jangan sampe kena denda, wong bawa bekel aja cuman 2000, kalo mesti bayar denda 1500, mau hidup pake apa di HKG??? Hahaha... tetapi mungkin masih ada juga beberapa orang yang ngelanggar (yaaahhhh muka-mukanya sih banyak juga yang dari Indo, hahaha tetep ya :D). Oh ya kalo mau cari minimart gitu, seven eleven adalah pilihan yang sulit untuk ditolak. Bayarnya juga bisa pake OC!!! Hahaha... mantep banget dah emang nih kartu!

Ga terlalu jauh sebetulnya bagi kami untuk mencari penginapan yang dimaksud. Setelah beberapa kali calling by phone akhirnya kamipun tiba. Lokasi seperti tempat ‘kosan’ kami ini ternyata tersebar di berbagai tempat di HK. Jadi karena harga tanah di HK sangat sangat sangaaatttt mahal, maka daerah sekecil apapun akan dimanfaatkan menjadi tempat tinggal. Seperti lokasi yang satu ini. Setelah berkenalan dengan pemilik kamar, maka kami berempat naik ke lantai dua, tempat kamar yang akan kami tempati berada. Jalanannya bener-bener seperti kawanan gank di tivi gitu, hihihi... Lumayan juga nih, pertama kalinya masuk ke tempat kayak begini :D

Kami tiba di ujung lorong dan segera dibukakan pintu, yang membawa kami menuju suatu bilik-bilik kamar kecil dengan lorong yang sempit. Memang, seperti yang sudah saya bilang tadi, tempat yang kecilpun akan dimanfaatkan di HK. Selanjutnya pemilik kamar menjelaskan aturan di sana, mengenai kamar mandi, kunci kamar, kondisi di ‘kost’ tersebut dan sebagainya. Walau masih agak kaget dan belum terlalu terbiasa dengan lokasi yang agak kecil tersebut, tetapi mungkin karena sudah sedikit ‘latihan’ di Malaysia ketika masuk ke penginapan bule gitu, maka kami ga sampe pingsan deh, hehehe... Sebenarnya kondisi kamar cukup bagus, ada 2 tempat tidur bertingkat yang dihuni oleh teman si pemilik kamar, dan kami juga dapat tempat tidur di bagian bawah. Untung badan kami berdua kecil-kecil yak :D Pemilik kamarnya pun orang Indonesia, dari Bandung, dan tinggal di kamar itu berdua dengan partnernya. Setelah proses transaksi dan pembayaran selesai  maka kami pun sah untuk boleh tinggal di sana hingga selasa (kami mulai masuk ke sana sejak hari Sabtu malam). Mereka bicara bahasa China (tentunya saya ga ngerti juga) dan menurut info mbak Chintya sih kisaran harganya 35-45 HKD gitu, ya karena murah bangat ga sampe 50ribu semalam maka kami mau ambil di sana. Ehhhh taunya, mbak resti malah bayarin kamar kami, wuihhhh hoki banget kami. Jadi ga enak sih, tapi bingung juga mau nyela abisnya ga ngerti mereka bilang apa (-,-)”,, makasi banyak ya mbak Resti semoga rejekinya makin berlimpah^^. 

Belakangan saya tau bahwa para TKW ini istilahnya ada yang ‘punya’ rumah dan ada yang ‘belum punya’ rumah. Jadi bagi yang sudah punya rumah mereka akan tinggal di rumah majikan atau kantor ato lokasi mereka bekerja. Sedangkan yang belum punya rumah bisa berarti banyak hal. Mungkin majikannya memang tidak menyediakan tempat tinggal untuk mereka (tapi ini jarang banget sih terjadi) atau lebih seringnya mereka adalah TKW yang sedang mengurus visa (kalo belum punya visa untuk bekerja di HK, mereka belum bisa masuk ke tempat majikannya) atau sudah habis masa kontraknya dan sedang mencari majikan baru (atau bisa juga sudah ada calon majikan tapi sedang proses-prosesanlah...). TKW di sini rata-rata masuk dengan jalan yang ‘benar’ jadi harus ngikutin prosedur. Denger-denger ada juga sih yang ilegal (namanya juga manusia ya, ternyata) tapi ya itu tadi, jumlahnya tipis banget. Oya dengar-dengar sih kedutaan Indonesia di HK juga cukup mengayomi para pahlawan devisa ini.

Jadi, setelah kami mengeluarkan pakaian-pakaian dari tas kami dan membawa barang-barang berharganya saja (seperti nyawa a.k.a passport, uang, dan peta) maka mbak restipun mengajak kami untuk mencari makan. Tidak jauh dari lokasi kosan itu, terdapat banyak pilihan makanan. Memang sih untuk teman-teman yang muslim harus pandai-pandai memilih karena makanan di sini didominasi dengan babi. Tapi jangan takut juga, soalnya pilihan daging ayampun tersedia plus di beberapa tempat kadang kami jumpai makana  ala barat seperti Burger King, McD, Pizza de el el. Selain itu terdapat satu menu yang saya sukaaa banget yaitu seafood. Hmmm... nyamm.. nyammm... :D

Tak berapa lama kami masuk ke sebuah restoran. Oh ya restoran di HK tidak semuanya berada tepat di pinggir jalan, bisa jadi kita harus naik ke lantai dua suatu gedung apartemen. Memang sih ada tulisan dan spanduknya, tapi secara itu pake tulisan kanji ya jelas aja kami ga ngerti (-,-)” huhuhu... Kami segera mengikuti langkah mbak Resti dan sampai di pintu tempat makan itu. Di sana pemiliknya memakai bahasa Kanton (China) saya sih ga tau dia bisa bahasa inggris ato nggak soalnya mbak Resti langsung mengambil alih pembicaraan. Saya sih milih menu yang ga terlalu aneh; mie (bahannya seperti kwe tiauw) dengan tahu dan baso ikan (saya sengaja ga milih baso sapi), sementara teman saya milih yang beda menu. Mereka ngomong lagi dalam bahasa China dan kemudian membayar. Walahhhh... dibayarin lagi! Ampunnn dahhh, jadi makin ga enak. Bener-bener baik ni temen-temen Whdi Hkg nya! Ketika kami mau membayar, mbak Restinya malah gak mau. Hmmm... ya sudahlah,,, anggap aja lagi hoki 2x hehehe...

 
Alhasil tak berapa lama, pesanan kami datang dan kami pun naik ke lantai atasnya lagi, karena lantai tadi penuh. Kami makan sambil bincang-bincang. Mbak Resti juga cerita tentang para TKW di HK ini, gimana suka dukanya terutama pas bagian ninggalin keluarga itu. Ternyata si mbak sudah 8 tahun kerja di HK ini!!! TKW lainnya banyak juga yang sudah bertahun-tahun belum sempat pulang ke Indonesia. Ckckckckckk... gini ya, pengorbanan seorang wanita demi keluarganya...

Ternyata makanan kami sama sekali gak habis sodara-sodara! Ampun-ampunannn dahhhhhh! Buanyak bener! Mbak resti jahil ni, katanya mie yang kami pesan (2 porsi tadi) bisa dimakan hingga 4-5 orang loh, porsinya orang Indonesia tentu). Gilaaaa... pantesan aja! Pfiuhh... dengan sangat terpaksa kamipun tidak menghabiskannya. Huhuhuhuhuhuhuhuuu... Si embak malah ketawa-ketawa aja :D

Selanjutnya kami jalan-jalan malam dikit seputaran Wan Chai. Dekat Causeway Bay sana terdapat Time Square. Time Square ini bentuknya seperti bola dunia, dan sepertinya telah menjadi suatu landmark Wan Chai dan Causeway Bay. Tempat ini juga merupakan perempatan dari suatu mall yang besar di sana. Lupa nama mall nya, Orchid gitu kali ya, pokoknya nama bungalah, hehehe...

Tak perlu dikatakan lagi bahwa jalanan di kota HK tidak dipenuhi oleh kendaraan melainkan manusia! Plus jangan lupakan tentang lampu penyeberangan itu, hehehe... kalo di HK ditepati banget deh. Seneng kan kalo semua teratur begini, hehehe... 

Mall ini ternyata bukanya sampai malam. Kami berada di jalan itu sekitar hampir pukul sebelas malam waktu setempat (WITAnya Indonesialah) dan manusia masih hilir mudik aja di daerah sana! Oh ya, orang-orang HK yang notabene berkulit putih seputih susu ini (alamakkkk berasa di dunia K-Pop aja!) jalan ke sana kemari dengan sangat modisnya. Yak! Orang-orang di sini modis-modis semua (sejauh yang kami lihat) karena dandanan mereka yang ngikutin mode banget plus aksesoris dan pakaiannya yang imutttt (baju-baju korea di OL Shop yang sering kita jumpai lewat facebook dan sebangsanya, kalahhh deh... mungkin karena yang makek beda warna kulit kali ya hehehe, tapi selain itu, memang bahannya di sini rata-rata lebih bagus sih, yang kalo dipikir ya wajar aja, wong lahirnya mode-mode itu di sini, setidaknya di lingkungan “China” ini). 


Setelah took some pictures with Time Square as a landmark; we went back home to get some sleep. Awalnya sih kami mau bangun pagi trus mulai bertualang ke beberapa tempat di sana. Nah tapi menurut mbak Resti, HK ini baru mulai ‘bangun’ sekitar jam 9 gitu. Wew. Mungkin karena rata-rata mereka kuat begadangnya kali ya, hehehe... Ya sudah, maka kamipun melangkah kembali ke ‘kost’ dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada mbak Resti yang berjanji untuk menghubungi kami esok hari. Yupsss,, pintu ditutup dan kami menuju kamar di lantai 2. Setelah berberes sedikit, cuci muka dsb, maka saya pun menuju tempat tidur. Ehhhhh ternyata anak-anak sana pada nonton India, hahaha... ya sudah jadilah nonton dulu, sambil sayup-sayup mata memberat dan akhirnya tidur...

(tunggu pengalaman kami di Hongkong hari kedua yak) =D

7 komentar:

  1. jiaaaahh jalan2nya enak sekalee neghhh hehehehe

    BalasHapus
  2. hahahahahaha... sebenernya lebih tepat bukan disebut jalan-jalan, tapi ngegembel :D

    BalasHapus
  3. mbak, saya boleh minta alamat penginapan yang 50ribuan itu? tanggal 6 besok saya ke HKG. di daerah mana ya?

    BalasHapus
  4. di daerah mana ya yang 50 ribuan itu? wan chai atau cause w bay??
    ada phone nya nggak?? lam kenal juga non

    BalasHapus
  5. wooooowwww... maaf baru baca komentar kalian, boleh kontak saya ke: rahayu_indrayani88@yahoo.com

    BalasHapus
  6. Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'











    Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'

    BalasHapus

  7. Saya berucap dsni... terima kasih banyak kpd teman aku yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses aku baca. Aku bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . setelah pikir-pikir kurang lebih 5 tahun kerja jd Tkw di SINGAPURA hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap tp itu tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikanku galak, kejam, cerewet, salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh nya saja . . itu pun tdk cukup biaya mamaku di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Aku sudah bs pulang ke kmpung halamanku buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 / 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu sprti aku . aminn

    BalasHapus

 
Be Happy! © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects