Seperti cerita saya sebelumnya di Malaysia,,, maka perjalanan kami berikutnya adalah Hongkong(^o^)//
Perjalanan menuju Hongkong dari
Malaysia sekitar 4 jam di udara. Karena tadi pesawat kami delay jadi yang awalnya
kami akan mendarat di Hongkong sekitar pukul 6, jadinya mendarat sekitar kurang
lebih pukul 6.30 petang. Begitu masuk ke Terminal 2 HKIA (Hong Kong
International Airport) kami mengikuti arus saja ke arah tanda petunjuk yang
terpampang jelas di Bandara nan besar ini. Bandara ini berada di kawasan Lantau
Island dan berdiri di atas ‘tanah buatan’ manusia. Kabarnya pulau ini merupakan
pulau terbesar buatan manusia (keren banget^^).
Untuk menuju imigrasi maka kami
masuk ke kereta lagi. Perlu saya informasikan bahwa kereta ini sangat cepat dan
ga perlu menunggu lama jika mau masuk karena datang silih berganti dalam
hitungan menit. Kalo
dipikir-pikir sebenernya HKIA ini ga begitu banyak menghabiskan bangunan ke
samping, yang ada malah mereka membuatnya bertingkat-tingkat, dan para
penumpang dihubungkan dengan train
yang sangaaattttt nyaman ^_^ jujur aja, ngeliat yang begini di negeri orang,
bikin ngiri aja, berasa pengen bawa yang beginian ke negeri sendiri hehehe... Intinya
kami sampai di tempat imigrasi (dengan berjalan dan naik eskalator dsb) dan
kami harus mengantre untuk dicap passportnya.
Ternyata Hongkong ini sangat
banyak pengunjungnya terbukti kami cukup lama mengantre di imigrasi. Untungnya
para petugas sangat membantu kami dalam menunggu giliran. Semuanya bersih,
terang dan terbuka untuk informasi yang kami butuhkan. Untunglah J Intinya setelah
beberapa waktu passport saya pun mendapat stempel Hongkong dan ijin tinggal
(permit) untuk 30 hari. Setelah saya dan teman saya beres dengan urusan
imigrasi maka kamipun melangkah menuju pintu keluar. Agak bingung juga sih di
bandara sebesar ini, mana pintu keluarnya. Mungkin ga terlalu ribet sih ya
cuman masalahnya ada banyak hal yang bisa dilihat di bandara ini jadinya kami
muter-muterin mata ke segala arah dan mulai membayangkan bandara di Indonesia,
hehehe... (normal lah ya ngebandingin dikit :D namanya juga tumben-tumbenan ke
luar negeri). Tidak perlu merasa ketakutan akan tersesat di Hongkong karena
begitu keluar kita sudah disambut dengan brosur-brosur gratis tentang Hongkong.
Yap brosur itu sangat membantu dalam memberikan informasi mengenai HK, mulai
dari tempat-tempat wisata, informasi tentangnya juga bagaimana cara menuju ke
sana. Plus peta jalur MTR (seperti MRTnya singapura sih, kalo mau membayangkan
dengan lebih mudah) di seluruh negeri HK. Asyikkkk!
Karena sebelum ke HK saya sudah
menjalin teman baru di HK (iseng-iseng searching dang akhirnya dapet kenalan
dengan teman-teman di Whdi Hongkong. Mereka welcome
banget, thanks to mbk Chintya! J Darinya saya pun
bertanya macam-macam tentang HK, yahhhhh intinya informasi-informasi
pentinglah... dan termasuk penginapan murah hehehe). Selanjutnya setelah
bertanya pada bagian informasi saya pun mendapat info untuk naik bus menuju Tin
Hau yaitu bus nomor E11. Sebenarnya sebelum kita mencapai pintu keluar,
terdapat pusat informasi dan mereka dengan jelas memberikan jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan yang kami ajukan. Saya bahkan diberikan brosur lengkap mengenai
arah tujuan bus di HK. Wah, kalo begini mah pantes aja para turis doyan ke HK.
Gimana enggak? Aturannya jelas, petugas siap sedia memberikan informasi yang
kita butuhkan dan bahkan, tidak ada sopir-sopir taksi atau sopir bus seperti di
Indonesia atau Malaysia yang memanggil-manggil kita yang bahkan ada juga yang
rada maksa (BT banget deh saya, kalo ketemu yang kayak gitu >.<). Jadilah
kami menuju exit door dan bertanya dimana letak menunggu bus E11. Mudah saja
ternyata dan selanjutnya kami tinggal menuju saja deh.
Jadi kami mencari bus jurusan Tin
Hau karena tempat itu dekat dengan daerah Causeway Bay yang merupakan tempat
kami akan menginap selama di HK. Seperti yang saya bilang sebelumnya, teman
saya yang bekerja di HK ini (banyak TKW Indonesia yang bekerja di HK, tetapi
untungnya taraf hidup mereka di sini –secara global- jauhhhh lebih baik dari
TKW di daerah Malaysia deh kayaknya, soalnya mereka dapat hari libur, bahkan
cuti plus gaji mereka sesuai, mungkin karena para TKW ini menjadi TKW dengan
‘jalan yang benar’ jadi terhindar dari kekerasan-kekerasan seperti di daerah
Malay atau Brunei. Untunglah :p)
memberikan banyak sekali informasi penting yang saya butuhkan di sini. Dia
bahkan membatu kami mencarikan penginapan di HK, harga yang dia sebutkan sih
tidak mahal, bahkan bisa dibilang super murah yaitu sekitar 50.000 rupiah
(HKD35-45). Memang sih fasilitasnya super minim, tetapi kami sudah siap karena
rencana kami memang penginapan tersebut hanya akan digunakan sebagai tempat
untuk tidur dan mandi saja plus titip barang.
Tak lama berselang bus E11 pun
tiba. Perlu saya ingatkan, sebaiknya begitu sampai di Bandara segera saja
membeli Octopus Card. Kartu ini biasa disebut juga sebagai Patadong oleh orang
lokal. Patadong ini bisa dibilang kartu sakti kita selama di HK. Harga belinya
bisa dipilih, mulai HKD 100 hingga 200. Mengapa kartu ini penting? Karena bila
kita membayar bus atau kereta, kita harus menyiapkan uang pas, jika tidak maka
tidak akan mendapatkan kembalian. Inilah yang terjadi pada kami! Uang kami
masih berupa uang kertas dan belum memiliki recehan, sementara harga bus menuju
Tin Hau adalah HKD21. Intinya kami jadi bayar HKD25 per orang deh, soalnya ga
ada kembalian kan hehehe. Ya sudahlah, anggap pelajaran :)
Sepanjang jalan saya tengok kiri
kanan untuk melihat pemandangan kota HK di malam hari. Emang ya, kerlap-kerlip
lampunya itu mantapppp banget! Jalanan sepi, ga ada kemacetan sama sekali.
Konon kata teman saya, kemacetan hanya terjadi di HK kalo ada kecelakaan
ataupun kebakaran, tetapi kalopun terjadi kemacetan, ambulans ataupun polisi
segera bergerak sehingga yang namanya macetpun hanya memakan waktu 5 menit.
Wewwwww...
Perjalanan menuju Hongkong Island
(Hongkong ini terdiri dari 3 pulau besar; Lantau Island, Hongkong Island dan
Kowloon yang nempel dengan daratan China) kami yang sedari awalnya berada di
Lantau Island segera moving to the
Hongkong Island. Pulau ini sesungguhnya bisa dibilang pusatnya kota
Hongkong soalnya banyak industri, tempat tujuan dll yang berada di pulau ini.
Salah satunya yang terkenal dan padat adalah Causeway Bay. Enaknya, daerah ini
mudah dicapai (eh tapi kalo dipikir-pikir sih, semua daerah di Hongkong memang
mudah dicapai deh hihihihihi...) karena ya itu tadi, MTR dan bus serta tram-nya
mantep. Jadi selama kurang lebih 1 jam kami melihat-lihat serunya kota HK di
malam hari dari bus bertingkat ini. Sengaja kami memilih duduk di lantai atas
bus, biar bisa sekalian melihat-lihat pemandangan kota HK. Cukup dingin tapi
semua masih dalam tahap wajar kok, makanya jangan lupa bawa jaket ya. Kebetulan
saat kami ke sana (pertengahan April lalu) adalah saat pergantian dari musim
dingin ke musim panas, jad suhunya sudah dapat dikatakan hangat. Serius deh!
Kalo ke sana pas musim dingin, kabarnya baju 5 pun masih ga mempan, hehehe...
Melewati jembatan yang
panjanggggg yang menghubungkan Lantau Island dan Hongkong Island, gedung-gedung
tinggi, pelabuhan-pelabuhan serta lampu-lampu cantik kota HK, membawa kami ke
jalur utama menuju Causeway Bay. Alhasil setelah melewati beberapa
pemberhentian (yang kami berdua sama-sama blank
banget, hehehe... meski saya sudah ada bayangan sih letak Causeway Bay itu
dimananya HK Island) maka kami pun turun dari bus. Bus dengan nomor E11 ini
memang pemberhentian terakhirnya di Tin Hau. Semua penumpang pun turun dari
bus. Tenang ajaaaa... ga ada sopir-sopir bus yang bakalan narik-narik kita
untuk naik ke bus mereka kok, hahaha... kita langsung dihadapkan dengan
keramaian kota Hongkong di malam hari. Segera saja saya mencoba untuk
menghubungi teman kami yang akan menjemput. Rencananya mbak Resti (yang
merupakan temannya mbak Chintya) akan mengantar kami ke penginapan kami
nantinya, tapi kok ga ada tanda-tanda Indonesian
woman di sana yah? Untungnya karena sudah cukup latihan di Malaysia, kami
ga panik, ya santai aja gitu jalan ke keramaian, nunggu di traffic light
sembari saya pencet nomor di handphone saya. Ohya, ‘teman’nya XL di Hongkong pun
ada loh. Jadi ada baiknya sebelum berangkat, kita survey dulu ke customer
service untuk memastikan provider mana yang harus kita pilih biar nomor
handphone kita bisa tetap aktif^^.
Oke kembali ke topik! Ternyata
mbak resti sudah menunggu di sana sedari tadi, cuma pas aja lagi ke toilet pas
busnya dateng hehehe... “Om swastyastuuu...” sapa kami berdua,, sambil
cipika-cipiki (namanya juga baru liat secara langsung). Mbaknya baikkkk
banget,,, kami langsung akrab, plus mbak Resti ini terbuka banget dalam kasi
informasi tentang HK. Itung-itung modal kami nanti buat jjs seputaran HK nanti.
Kami naik tram dan tram ini juga bisa dibayar dengan OC selain juga dengan uang
koin atau kertas. Tapi tentu saja, ga bisa minta kembalian hehehe...
Jadi kami menuju ke daerah
perbatasan antara Causeway Bay dengan Wan Chai. Jalanan di kota ini ga penuh
dengan mobil atau motor, tapi penuhnya dengan pejalan kaki dan bus-bus umum.
Malah kabarnya banyak bos-bos yang ga pake kendaraan pribadi tapi ikutan naik
bus, tram atau MTR (guess what, I wonder when Indonesia will be like this -let’s
wish- misalnya aburizal bakrie naik busway tiap hari? hahaha). Enak yah, pedestrian is number one! Oh ya kalo mau
nyeberang di HK juga, mesti merhatiin lampu penandanya. Jadi meskipun lampu
lalu lintas sudah berwarna hijau, tapi kalo lampu tanda pejalan kakinya belum
hijau, jangan nyeberang deh karena itu melanggar dan kalo ketauan sama polisi
HK bakalan kena denda. Dendanya juga ga tanggung-tanggung, minimal 500 HKD deh
dan bisa lebih banyak lagi karena rata-rata orang disini obey the rules gitu. Ampun dah jangan sampe kena denda, wong bawa
bekel aja cuman 2000, kalo mesti bayar denda 1500, mau hidup pake apa di HKG???
Hahaha... tetapi mungkin masih ada juga beberapa orang yang ngelanggar
(yaaahhhh muka-mukanya sih banyak juga yang dari Indo, hahaha tetep ya :D). Oh
ya kalo mau cari minimart gitu, seven eleven adalah pilihan yang sulit untuk
ditolak. Bayarnya juga bisa pake OC!!! Hahaha... mantep banget dah emang nih
kartu!
Ga terlalu jauh sebetulnya bagi
kami untuk mencari penginapan yang dimaksud. Setelah beberapa kali calling by phone akhirnya kamipun tiba.
Lokasi seperti tempat ‘kosan’ kami ini ternyata tersebar di berbagai tempat di
HK. Jadi karena harga tanah di HK sangat sangat sangaaatttt mahal, maka daerah
sekecil apapun akan dimanfaatkan menjadi tempat tinggal. Seperti lokasi yang
satu ini. Setelah berkenalan dengan pemilik kamar, maka kami berempat naik ke
lantai dua, tempat kamar yang akan kami tempati berada. Jalanannya bener-bener
seperti kawanan gank di tivi gitu, hihihi... Lumayan juga nih, pertama kalinya
masuk ke tempat kayak begini :D
Kami tiba di ujung lorong dan
segera dibukakan pintu, yang membawa kami menuju suatu bilik-bilik kamar kecil
dengan lorong yang sempit. Memang, seperti yang sudah saya bilang tadi, tempat
yang kecilpun akan dimanfaatkan di HK. Selanjutnya pemilik kamar menjelaskan
aturan di sana, mengenai kamar mandi, kunci kamar, kondisi di ‘kost’ tersebut
dan sebagainya. Walau masih agak kaget dan belum terlalu terbiasa dengan lokasi
yang agak kecil tersebut, tetapi mungkin karena sudah sedikit ‘latihan’ di
Malaysia ketika masuk ke penginapan bule gitu, maka kami ga sampe pingsan deh,
hehehe... Sebenarnya kondisi kamar cukup bagus, ada 2 tempat tidur bertingkat
yang dihuni oleh teman si pemilik kamar, dan kami juga dapat tempat tidur di
bagian bawah. Untung badan kami berdua kecil-kecil yak :D Pemilik kamarnya pun
orang Indonesia, dari Bandung, dan tinggal di kamar itu berdua dengan
partnernya. Setelah proses transaksi dan pembayaran selesai maka kami pun sah untuk boleh tinggal di sana
hingga selasa (kami mulai masuk ke sana sejak hari Sabtu malam). Mereka bicara
bahasa China (tentunya saya ga ngerti juga) dan menurut info mbak Chintya sih
kisaran harganya 35-45 HKD gitu, ya karena murah bangat ga sampe 50ribu semalam
maka kami mau ambil di sana. Ehhhh taunya, mbak resti malah bayarin kamar kami,
wuihhhh hoki banget kami. Jadi ga enak sih, tapi bingung juga mau nyela abisnya
ga ngerti mereka bilang apa (-,-)”,, makasi banyak ya mbak Resti semoga
rejekinya makin berlimpah^^.
Belakangan saya tau bahwa para
TKW ini istilahnya ada yang ‘punya’ rumah dan ada yang ‘belum punya’ rumah.
Jadi bagi yang sudah punya rumah mereka akan tinggal di rumah majikan atau
kantor ato lokasi mereka bekerja. Sedangkan yang belum punya rumah bisa berarti
banyak hal. Mungkin majikannya memang tidak menyediakan tempat tinggal untuk
mereka (tapi ini jarang banget sih terjadi) atau lebih seringnya mereka adalah
TKW yang sedang mengurus visa (kalo belum punya visa untuk bekerja di HK,
mereka belum bisa masuk ke tempat majikannya) atau sudah habis masa kontraknya
dan sedang mencari majikan baru (atau bisa juga sudah ada calon majikan tapi
sedang proses-prosesanlah...). TKW di sini rata-rata masuk dengan jalan yang
‘benar’ jadi harus ngikutin prosedur. Denger-denger ada juga sih yang ilegal
(namanya juga manusia ya, ternyata) tapi ya itu tadi, jumlahnya tipis banget.
Oya dengar-dengar sih kedutaan Indonesia di HK juga cukup mengayomi para
pahlawan devisa ini.
Jadi, setelah kami mengeluarkan
pakaian-pakaian dari tas kami dan membawa barang-barang berharganya saja
(seperti nyawa a.k.a passport, uang, dan peta) maka mbak restipun mengajak kami
untuk mencari makan. Tidak jauh dari lokasi kosan itu, terdapat banyak pilihan
makanan. Memang sih untuk teman-teman yang muslim harus pandai-pandai memilih
karena makanan di sini didominasi dengan babi. Tapi jangan takut juga, soalnya
pilihan daging ayampun tersedia plus di beberapa tempat kadang kami jumpai
makana ala barat seperti Burger King,
McD, Pizza de el el. Selain itu terdapat satu menu yang saya sukaaa banget
yaitu seafood. Hmmm... nyamm.. nyammm... :D
Tak berapa lama kami masuk ke
sebuah restoran. Oh ya restoran di HK tidak semuanya berada tepat di pinggir
jalan, bisa jadi kita harus naik ke lantai dua suatu gedung apartemen. Memang
sih ada tulisan dan spanduknya, tapi secara itu pake tulisan kanji ya jelas aja
kami ga ngerti (-,-)” huhuhu... Kami segera mengikuti langkah mbak Resti dan
sampai di pintu tempat makan itu. Di sana pemiliknya memakai bahasa Kanton
(China) saya sih ga tau dia bisa bahasa inggris ato nggak soalnya mbak Resti
langsung mengambil alih pembicaraan. Saya sih milih menu yang ga terlalu aneh;
mie (bahannya seperti kwe tiauw) dengan tahu dan baso ikan (saya sengaja ga
milih baso sapi), sementara teman saya milih yang beda menu. Mereka ngomong
lagi dalam bahasa China dan kemudian membayar. Walahhhh... dibayarin lagi!
Ampunnn dahhh, jadi makin ga enak. Bener-bener baik ni temen-temen Whdi Hkg
nya! Ketika kami mau membayar, mbak Restinya malah gak mau. Hmmm... ya
sudahlah,,, anggap aja lagi hoki 2x hehehe...
Alhasil tak berapa lama, pesanan
kami datang dan kami pun naik ke lantai atasnya lagi, karena lantai tadi penuh.
Kami makan sambil bincang-bincang. Mbak Resti juga cerita tentang para TKW di
HK ini, gimana suka dukanya terutama pas bagian ninggalin keluarga itu.
Ternyata si mbak sudah 8 tahun kerja di HK ini!!! TKW lainnya banyak juga yang
sudah bertahun-tahun belum sempat pulang ke Indonesia. Ckckckckckk... gini ya, pengorbanan
seorang wanita demi keluarganya...
Ternyata makanan kami sama sekali
gak habis sodara-sodara! Ampun-ampunannn dahhhhhh! Buanyak bener! Mbak resti
jahil ni, katanya mie yang kami pesan (2 porsi tadi) bisa dimakan hingga 4-5
orang loh, porsinya orang Indonesia tentu). Gilaaaa... pantesan aja! Pfiuhh...
dengan sangat terpaksa kamipun tidak menghabiskannya. Huhuhuhuhuhuhuhuuu... Si
embak malah ketawa-ketawa aja :D
Selanjutnya kami jalan-jalan
malam dikit seputaran Wan Chai. Dekat Causeway Bay sana terdapat Time Square.
Time Square ini bentuknya seperti bola dunia, dan sepertinya telah menjadi
suatu landmark Wan Chai dan Causeway Bay. Tempat ini juga merupakan perempatan
dari suatu mall yang besar di sana. Lupa nama mall nya, Orchid gitu kali ya,
pokoknya nama bungalah, hehehe...
Tak perlu dikatakan lagi bahwa
jalanan di kota HK tidak dipenuhi oleh kendaraan melainkan manusia! Plus jangan
lupakan tentang lampu penyeberangan itu, hehehe... kalo di HK ditepati banget
deh. Seneng kan kalo semua teratur begini, hehehe...
Mall ini ternyata bukanya sampai
malam. Kami berada di jalan itu sekitar hampir pukul sebelas malam waktu
setempat (WITAnya Indonesialah) dan manusia masih hilir mudik aja di daerah
sana! Oh ya, orang-orang HK yang notabene berkulit putih seputih susu ini
(alamakkkk berasa di dunia K-Pop aja!) jalan ke sana kemari dengan sangat
modisnya. Yak! Orang-orang di sini modis-modis semua (sejauh yang kami lihat)
karena dandanan mereka yang ngikutin mode banget plus aksesoris dan pakaiannya
yang imutttt (baju-baju korea di OL Shop yang sering kita jumpai lewat facebook
dan sebangsanya, kalahhh deh... mungkin karena yang makek beda warna kulit kali
ya hehehe, tapi selain itu, memang bahannya di sini rata-rata lebih bagus sih,
yang kalo dipikir ya wajar aja, wong lahirnya mode-mode itu di sini, setidaknya
di lingkungan “China” ini).
Setelah took some pictures with
Time Square as a landmark; we went back home to get some sleep. Awalnya sih
kami mau bangun pagi trus mulai bertualang ke beberapa tempat di sana. Nah tapi
menurut mbak Resti, HK ini baru mulai ‘bangun’ sekitar jam 9 gitu. Wew. Mungkin
karena rata-rata mereka kuat begadangnya kali ya, hehehe... Ya sudah, maka
kamipun melangkah kembali ke ‘kost’ dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada
mbak Resti yang berjanji untuk menghubungi kami esok hari. Yupsss,, pintu
ditutup dan kami menuju kamar di lantai 2. Setelah berberes sedikit, cuci muka
dsb, maka saya pun menuju tempat tidur. Ehhhhh ternyata anak-anak sana pada
nonton India, hahaha... ya sudah jadilah nonton dulu, sambil sayup-sayup mata
memberat dan akhirnya tidur...
(tunggu pengalaman kami di Hongkong hari kedua yak) =D




jiaaaahh jalan2nya enak sekalee neghhh hehehehe
BalasHapushahahahahaha... sebenernya lebih tepat bukan disebut jalan-jalan, tapi ngegembel :D
BalasHapusmbak, saya boleh minta alamat penginapan yang 50ribuan itu? tanggal 6 besok saya ke HKG. di daerah mana ya?
BalasHapusdi daerah mana ya yang 50 ribuan itu? wan chai atau cause w bay??
BalasHapusada phone nya nggak?? lam kenal juga non
wooooowwww... maaf baru baca komentar kalian, boleh kontak saya ke: rahayu_indrayani88@yahoo.com
BalasHapusAwalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'
BalasHapusAwalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085--->"218--->"379--->''259'
BalasHapusSaya berucap dsni... terima kasih banyak kpd teman aku yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses aku baca. Aku bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . setelah pikir-pikir kurang lebih 5 tahun kerja jd Tkw di SINGAPURA hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap tp itu tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikanku galak, kejam, cerewet, salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh nya saja . . itu pun tdk cukup biaya mamaku di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Aku sudah bs pulang ke kmpung halamanku buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 / 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu sprti aku . aminn