DIKONTRAKKAN RUMAH TINGGAL!

Dikontrakkan satu unit rumah tinggal yang sangattt nyaman :) berada di lokasi strategis dan tentunya dengan lingkungan yang aman dan asri plus bebas banjir!



Lokasi :

Jalan Gunung Andakasa, Gang Menuri no. A5, Gatsu Barat
(sekitar 800 meter dari kantor pemancar INDOSAT Gatot Subroto Barat).

Fasilitas :

2 kamar tidur 



1 kamar mandi


dapur

ruang keluarga



halaman + taman belakang





halaman depan + taman depan



garasi, pam, listrik, gorden





Keterangan : jalan depan 5-6 meter, jalan utama gang menuri 6-8 meter

Lokasi strategis, dekat dengan perumahan, perkantoran, pertokoan.

Kawasan hunian tertata rapi dan asri.

harga 19.000.000/thn

jika ambil min 2 thn, harga lebih miring!

Hubungi : 085718570 / 08123992088

Backpacking To Macau


Perjalanan tidak berlangsung lama, hanya sekitar 1 jam perjalanan saja. Jadi setelah berangkat dari Hongkong Island sekitar pukul 8.30, kapal ferry yang kami tumpangipun merapat di Macau Ferry Terminal sekitar pukul 9.30pm. Yahhh... Memang masih rada nguyeng-nguyeng juga kepala saya mungkin karena sudah malam, cukup lelah dan kondisi di laut yang emangggg deh bikin pusing plus bau polusi dari kapal (baca: dari ‘knalpot’nya kapal) lumayan keras, tapi kalo mau jujur overall semua sih oke-oke aja. Jadi setelah tiba di Macau, kami masuk lagi ke bagian imigrasi. 

Haaaa... Di sanalah saya baru mengerti kalau ketika di imigrasi Hongkong menuju Macau petugasnya mengambil kertas putih kami, jadi begitu tiba di Macau kami harus mengisi lagi. Sempat dipelototin juga sama petugas imigrasinya coz saya pas menyerahkan passport kan ga ada kertas putihnya. Hihihi... Kalo diinget-inget lagi jadi ketawa sendiri, abisnya pas itu rada grogi. Yaaaa... Namanya bagian imigrasi, kesannya pas itu rada serem sih :D berasa bawa barang terlarang aja, dan celakanya karena buru-buru, tas kecil saya (yang berisi hampir semua persediaan uang kontan saya) tertinggal di meja tempat saya mengisi kertas masuk imigrasi. Untung aja temen saya masih di sana plus petugasnya nemuin tepat ketika saya sadar. Jadinya sebelum dimasukkan ke dalam ‘lost and found room’ sudah keburu saya minta lagi. Hahaha ampunnn dah, ketauan banget masi grogi ngelewatin bagian imigrasi. Tetapi ada sisi positifnya juga sih; sekarang saya jadi pede aja berurusan dengan bagian imigrasi gitu soalnya sudah mulai memahami seluk beluknya keimigrasian (yaaa untuk ukuran turis dadakanlah hehehe).

Selesai urusan dengan bagian imigrasi maka kamipun segera melangkahkan kaki keluar gedung. Wiiiii...anginnya mulai dingin, hehehe... Dan kami berasa rada oon juga nih soalnya selain sudah malam, orang-orang yang niatnya kami ikuti arah keluarnya mau kemana udah pada ilang, secara kami rada lama juga kan di bagian imigrasi tadi. But whatsoever, tetep aja ketemu jalan keluarnya, which is kami masuk ke tangga bawah tanah yang ujung-ujungnya nganterin kami ke jalan di seberang. Hihihi... Rapi bener daerah ini,s ampe-sampe nyeberang jalanpun ga bisa soalnya antar jalan itu ada dinding kacanya jadi mau ga mau kami mesti turun lewat jalan bawah tanah. Sebenernya jalan bawah tanah ini yang mirip jalanan yang kami lewatin ketika mau naik ke MTR sih, dan sama-sama bersih dan terkesan ‘aman’ juga jadi ga harus takut-takut :D

Setelah keluar dari jalan bawah tanah tadi, kami menuju lokasi parkiran yang sudah banyak diisi oleh mobil-mobil maupun taksi. Nahhh... Satu yang unik dari Macau adalah kita bisa menumpang bus gratis dari terminal ferry (dan denger-denger dari bandara juga, pokoknya gerbang kedatangan di Macaulah) menuju beberapa pusat kasino di Macau. Yap, Macau emang istimewa karena daerah ini adalah ‘pusat’nya kasino dan sering dibilang sebagai ‘las vegasnya Asia’ yang kalo dipikir-pikir emang bener begitu. Betapa tidak, kasino di sini sangatttttt legal. Banyak yang gabung dengan hotel-hotelnya atau pusat perbelanjaan seperti mall. Jadi karena saking bersaingnya kasino-kasino di sini maka merekapun berlomba-lomba untuk memberikan service terbaik bagi para pelancong di Macau salah satunya adalah sarana transportasi gratis dari gerbang kedatangan menuju lokasi kasino mereka. Ada beberapa kasino besar yang menyediakan fasilitas antar jemput ini yaitu The Venetian, Lisboa, Wynn, dan sebagainya. Berdasarkan beberapa pertimbangan maka kami memilih untuk menumpang bus menuju kasino Lisboa. Menurut partner saya, kasino Lisboa berada di ‘pusat’ kota sehingga kami yang rencana akan begadang di Macau (secara jadwal kami di sini emang cuman semalam dan selain itu harga hotel-hotel di Macau ampun-ampunan deh harganya, eughhhh!) Tidak perlu hanya ‘menikmati’ satu kasino jadi nantinya bisa jalan-jalan ke kasino-kasino lain, plus lokasi Lisboa ini dekat dengan tujuan utama kami; Senado Square dan Ruins of St. Paul.

Dengan sok pede kami melangkah masuk aja ke mobil dimana sopirnya berdiri di luar mobil dengan papan bertuliskan “Casino Lisboa” dan dengan senyum mempersilahkan kami masuk sembari menunggu penumpang lainnya (kalo ada). Di lapangan parkir itu akan terlihat beberapa mobil dari kasino-kasino berbeda dan ga usah malu deh untuk langsung aja ‘nyelonong’ masuk ke mobil itu secara penumpangnya juga rata-rata sama kok seperti kita, hehehe...

Ketika kami masuk ada beberapa penumpang di dalam, kebanyakan berwajah oriental dan hanya satu wajah ‘indo’ di sana (yaaa kulit rada gelap, hidung ga mancung dsb dah hehehe) dan si mbak itu tersenyum sama kami. Yaaaaa karena nothing to lose juga, saya pun memberanikan diri untuk bertanya sama dia. Dia sepertinya paham ini adalah kali pertama kami ke Macau dan dia menjelaskan beberapa hal yang mesti kami ketahui di Macau seperti bus ini memang alurnya dari kasino-ferry-kasino jadi kami bisa kembali ke ferry dengan menumpang bus ini. Dia juga menyarankan kami untuk mencari penginapan-penginapan murah di sekitar kasino alih-alih menginap di hotel Lisboanya (wuihhhh boro-boro di hotel lisboa yang dari bentuknya aja udah keliatan banget elitnya, nginep di penginapan sekitar aja kami belum tentu, secara kami juga belum survey apalagi menurut hasil googling gitu, ga nemu deh penginapan-penginapan seperti itu hehehehe...). Yaaa...kami sih senyum-senyum aja dan bilang kalo kami emang ga ada rencana untuk nginep di hotelnya hehehe. Oh ya kami juga nanya tentang kebenaran kalo kami bole masuk ke kasino dan Cuma ajdi freerider di sana, hehehe (yang dijawab dengan keyakinan 500% bahwa sudah merupakan hal biasa kalo para turis keluar masuk kasino tanpa ikut main dan boleh ambil minuman juga di sana dengan GRATIS!!! Sama gratisnya dengan naik bus ini. Wiiii!). Senengggg aja denger kata gratisan ya :D

Kota Macau di malam hari emang... Indah :) dan menurut saya sih tempatnya ‘pas’ untuk yang namanya honey moon (hahaha,,,) soalnya privasi di sini aman, udaranya bersahabat, banyak tempat-tempat (maksudnya gedung-gedung) yang menawan terutama kehidupan malamnya. Eiittsss...jangan salah! Di sini meskipun night-lifenya telah menjadi sangat ‘biasa’ bagi penduduk Macau, tetapi yahhh... Semuanya tertata dengan baik dan malah ga menimbulkan kesan yang menakutkan. Mungkin hal itu yang dijaga dengan baik oleh pemerintah di sini secara mereka hidupnya kan dari pariwisata hehehe... Oh ya ga usah takut juga untuk kesasar di sini, karena menurut saya sih, Macau itu kecil dan sarana transportasinya bus, ada dimana-mana. Oh ya sama seperti di Hongkong dan Singapore juga Malaysia, naik bus itu harus pakai uang pas karena kita tinggal ‘masukin koin atau uang kertas’ ke dalamnya hehehe. Praktis sih hehehe... Denger-denger sih ada juga sejenis OC seperti di HK tapi denger-denger juga kartu itu dipakainya terbatas, ga sesakti OC di HK jadi kalo di Macau cuma bentar, sehari dua hari seperti kami mendingan ga usah sih hehehe... Naik bus juga udah nyaman ^^ 

Sepanjang jalan dari ferry ke Lisboa yang saya lihat adalah lampu-lampu kota yang cantik. Jalanan juga seperti di HK; sepi dan lengang serta bersih dan terang tentunya. Segera saja saya merasa akrab dengan keadaan di sini. Tak berapa lama pun kami akhirnya tiba juga di casino Lisboa. Bus berhenti di basement. 

Mungkin karena kami yang masih tanya-tanya sama si mbak from java as the TKW in Macau sampai saat turun dari mobil, si mbak pun akhirnya menawarkan diri untuk mengantar kami ‘melihat-lihat’ itu kasino punya. Hahaha... Dia dengan pedenya (seperti sudah biasa gituuu...) Masuk melewati penjaga (dengan wajah ditinggikan, berasa nyonya besar aja kali ya, gitu kesan yang saya tangkap) dan masuk ke pintu elite ini. Mmmm... Aroma kasino Lisboa yang ‘khas’ (saya curiga kasino ini pake pengharum ruangan yang superrrrrr banyak, ato kalo enggak pake aroma therapy yang bener-bener manjur, soalnya baunya ‘khas’ banget dan masih terbayang-bayang sampai ke Indonesia hahaha...meskipun mungkin kasino-kasino lainnya juga begitu) langsung menemani kami di setiap sudut kasino ini. Si mbak mengantar kami ke beberapa lantai dan menunjukkan kepada kami beberapa permainan. Beneran ih, siapa aja bisa ikutan main di sana, dengan nominal yang bervariasi; mulai dari yang menggunakan uang yang tidak terlalu besar hingga yang guedeee banget nominalnya. Selain itu para petugasnya banyak, lengkap dengan senyuman mengajak main kasino, plus terdapat juga supervisornya yang berkeliling dengan senyum simpatik. Mungkin saja untuk menarik perhatian orang-orang yang awalnya ga niat main supaya main kali ya hihihi...

Oh ya, tempat ngambil minuman juga ada dan... gratis!!! Tapi minumannya ya sejenis kopi, teh, air putih, kopi susu dsb. Kalo mau minuman yang beneran ‘minum’ semacam beer dan rekan-rekan elitnya itu ya mesti order sendiri lah hehehe... setelah mengantar kami melihat-lihat dan sempat disapa beberapa temannya (mungkin si mbak kerja di hotelnya ato dulu eprnah kerja di sana ato mungkin hanya bersahabat dengan sesama TKW di HK-secara banyak juga TKW kita kerja di Macau loh, termasuk di kasino-kasino ini sebagai waitress dsbnya- sehingga merekapun saling kenal. Oh ya untuk para TKW di HK, sering juga ke Macau untuk memperpanjang visa kerja mereka) maka kamipun say good bye. Oh ya sarannya sih masi sama, sebaiknya kami muter-muter ke kasino lain, jalan-jalan di luaran ato nyari penginapan murah soalnya kalo muter-muternya cuman di kasino Lisboa, nantinya pasti bakalan ngantuk. Hmmmm... sejenak saya iri banget sama org yg insomnia ato biasa main game sampe pagi deh! Secara saya ini kan jam tidurnya jam tidur bayi! Hahaha...

Kami berada di Casino Lisboa sekitar satu atau dua jam. Ngapain aja? Yaaa... keliling-keliling ngeliatin orang-orang pada ngegame, trus juga ambil minuman gratis (hehehe), main-main ke toiletnya (sumpah deh, toiletnya bagus euy! Selevel hotel bintang lima gitu deh, jadi enak juga narsis-narsisan di depan cermin yang cantik itu, hehehe) trus pas itu juga lagi ada tarian striptease gitu. Eitsss,,, tapi jangan langsung ngebayangin tarian bugil-bugil gitu  ya! (I know you wish for it, ya toh? Hahaha...) tapi ini penarinya emang bule-bule cakep gitu, dan emang sih pakaiannya rada minim tapi ya ndak bugil dan nari-nari pake tongkat gitu, kalo mau dicari levelnya, kayak trio macan gitu deh! Lah,,, beneran ni menurut pikiran saya, orang luar nari-nari striptease gitu pada ngehujat padahal menurut saya artis-artis tertentu di Indonesia malah lebih parah. Mana nari-nari kayak gitu di panggung terbuka yang notabene ditonton sama anak kecil pula. Weleh... weleh... Oh ya selain itu semua, kami juga ngeliat banyaaakkkkk banget muka Indonesia di casino itu. Tapi mereka mah kebanyakan pekerja di sana bukan pemain, hehehe. Orang-orang yang biasanya mainan di sini ya orang-orang ras bermata sipit dan bule. Tak heran kita ngeliat penari tadi bule yang nyari kerjaan di sini hehehe... 

Setelah lumayan bosen juga di dalam casino Lisboa maka kami pun melangkah keluar. Rada grogi juga soalnya jalan keluar casinonya (kalo mau lewat jalur utama, bukan jalur basement tempat mobil tumpangan kami ‘mendarat’ tadi,,) ya lobby hotel Lisboa yang levelnya bintang lima kali ya. Tapi kami beruntuk karena saat itu waktu masih menunjukkan sekitar pukul 10 atau 11 malam gitu dan masih banyak banget turis-turis di sana. Kebanyakan sih foto-foto jalanan di Macau yang memang menurut saya, cantik^^ 


Selain itu bentuk hotel dan casino Lisboa itu sendiri memang unik, kayak pineapple berduri-duri gitu, plus warnanya juga bener-bener warna cerah, keliatanlah aura diskotiknya. Yahhh begitulah Macau, suatu daerah dimana tempat-tempat seperti casino adalah hal yang lumrah. Tetapi yaaa seperti yang saya uraikan tadi, kalo casino dsb berada di Indonesia kesan yang tertangkap hanyalah “menyeramkan, orang mabuk-mabukan, orang jahat, kasar, semua deh yang serem-serem” sedangkan kalo di sini, kesannya casino itu mah, kayak mall, hehehe... If you wanna play, pelase do, kalo ga mau dan mau ngeliat-liat aja juga silahkan, asal jangan buat keributan. 


Beberapa casino di seputaran jalan itu adalah Wynn, President, banyak deh... Jadi ternyata daerah itu termasuk pusat kota dengan casino di seputaran daerah itu. Kami melihat polisi atau penjaga berdiri sigap di setiap perempatan dan berhubung ketika itu kami lumayan kelaparan dan notabene rada ragu untuk masuk ke rumah makan di Macau (selain ga tau pilihan menunya, harga, atau recommended foodnya, atau karena waktu sudah malamlah,, resto-resto rata-rata sudah tutup, adalah kami ga ngerti tulisan-tulisan china atau kanji gitu hihihi). Yap, untuk urusan makan, mungkin sebaiknya mencari yang ada tulisan umumnya aja kali ya, daripada salah masuk.  Tapi enaknya rata-rata orang di sini bisa bahasa Inggris jaddddiiii... kamipun menuju Sev*el deh. Hahaha... makanan nasional kamilah... 


Uang HKD bisa dipakai di Macau tetapi dollar Macau ga bisa dipakai di HKD jadi belanjainnya jangan jor-joran ya kecuali memang rencana mau diabisin di Macau hehehe... Sambil mencari Sev*l, kami pun jalan-jalan seputaran kota Macau nan kecil ini. Ga jauh-jauh banget dari Lisboa sih soalnya kami menggunakan Lisboa sebagai patokan, terutama setelah bertanya pada penjaga tentang arah mana yang harus dilalui jika kita bermaksud menuju Senado Square. Ternyataaa, tinggal jalan sekita 500an meter dari Lisboa dan kami pun akan sampai di tempat itu. Asikkkkkkk! 


Jaddiii... ketika mulai malam, kami pun memutuskan untuk kembali ke Avenida de Lisboa. Yoa, itu adalah nama jalan menuju Casino Lisboa. Jadi nama-nama di Macau ini memang merupakan perpaduan antara bahasa China dengan portugis yang memang sudah lama bercokol di Macau. Jalan-jalannya juga banyak yang menggunakan nama rada ‘barat’. Selain itu konstruksi bangunan di Macau memang a lot different than another part of China although they are one part of Chinaland


Akhirnya kami nemu juga Sev*l, dan saya beli mie instan (yahhh mana bisa kita mesen nasgor atau kwetiauw di Seve*l hahaha... yang ada ya model-model indomar*t atau Seve*l kayak di Indonesia ini. Cuma variasi makanannya lebih berbau China di sini). Ehhh,,, dapetnya kembalian uang HKD dan uang Macau. Yahhh sudahlah, anggap nanti jadi souvenir pulang aja; uang Macau hahahahaha... Kami pun makan di jalanan sana. Ehhh... jangan salah, jalanan di sana bersih, rapi, ga banyak kendaraan lewat dan ga se-croweded HK. Selain itu orang-orang juga banyak yang melakukan hal serupa, yaitu nongkrong di sepanjang jalan, hihihi...

Foto-foto, cerita-cerita, masuk dan keluar casino lagi terutama kalo pengen ke toilet, sudah menjadi aktivitas kami hahaha... Oh ya kami juga sempat masuk ke Casino Wynn tetapi sepertinya casino itu tidak seramai dan tidak se’merakyat’ Lisboa. Yahhh... kesannya rada sedikit lebih eksklusif. Ga tau juga, apa karena sudah malam atau memang pilihan mainannya lebih serius. Karena ga seramai Lisboa maka kami pun balik keluar lagi deh, hehehe... Oh ya tapi sebelumnya kami sudah sempet nyoba toiletnya donk; ga kalah jauh deh dari hotel-hotel ngetop (as usual). 

Yahhh... karena kami ga ada tujuan untuk menginap maka untuk melewati malam itu kami muter-muter lagi seputaran jalan itu. Untung bagi kami (baca: para pebolang) karena pada malam-malam begini, masih banyak para pelancong yang jalan-jalan di jalanan (hihihi) trus udaranya juga masih anget (jadi ga ngerasa kedinginan) dannnn... pemandangan kota Macau di malam hari ya emang, cantik! Hehehe...

Oh ya di depan wynn hotel terdapat air mancur menari. Mirip seperti air mancur menari di Grand Indonesia gitu, tapi yang ini... lebih spektakuler! Lebih heboh karenaaa... air mancur ini berada di udara terbuka dengan luasnya itu, luassss banget kayak air mancur di bunderan HI gitu, trus tarian airnya lamaaaaa,,, lebih lama dari yang di Grandi, trus efek-efeknya lebih seru karena permainan lampu sorot, suara lagunya jelas banget (padahal kan itu di arena terbuka) trussss yang paling bikin heboh adalah adanya tembakan-tembakan api dari meriam yang ada di seberang lobby hotel. Kami yang berdiri di depan kolam air mancurnya aja bisa ngerasain panasnya itu api-api yang keluar dari meriam. Oh ya, pertunjukan air mancur menari ini dapat kita saksikan sejak malam (sekitar pukul 10 malam) tiap 15 menit, hingga pukul 12 malam. Kebetulan kami di sana ketika waktunya tepat pukul 12 malam. Nahhh waktu itu, penontonnya ga cuma kami kok, tapi beberapa turis lainnya.

Tak jauh dari lokasi air mancur menari terdapat juga sejenis laut atau sungai yang berlatar belakang jembatan penghubung ke pulo seberang. Jembatannya juga bagus dengan kerlap-kerlip lampunya, malah sepertinya banyak pasangan honeymoon yang ke sini. Saya juga kebagian tugas untuk mengambil foto mereka. Hadeuwwwhhh... sayangnya mereka ga bisa bahasa inggris deh, jadi bingung juga mereka maunya apa. Untung saya ada sedikitttttttttttttttt banget bakat untuk mengambil angel foto jadi hasilnya lumayanlah  ^_^ hehehe...

Jadi... dari tengah malam sampe sekitar pukul 4 subuh, kami duduk-duduk aja di tempat duduk jalanan kota gitu. Kalo ini Indonesia belum tentu deh saya berani apalagi kami Cuma berdua, perempuan lagi. Akan tetapi karena kondisi di sini juga relatif aman, plus banyak juga turis-turis seperti kami di jalanan (yap, mereka juga pada ngerumpi gitu di sudut-sudut terang jalanan) yang ngobrol hahaha... Setelah tau waktu mulai pagi maka kamipun melangkahkan kaki menuju Senado square dengan sedikit ngelirik-lirik bangunan ala Eropa di sana. Tentunya sambil foto-foto donk hehehe,,, 


Sebenernya ada beberapa objek wisata bersejarah seperti temple yang kabarnya sih, disebut-sebut sebagai cikal bakal nama Macau itu sendiri. Tetapi karena saya ga sempat masuk dan membaca kisah-isahnya, jadi Cuma bisa kasi info segitu aja dulu ya hehehe... Nah ada beberapa wisata bersejarah juga sepanjang jalan menuju Senado Square dari Lisboa tetapi karena kami melewatinya subuh-subuh begini, ya tempat-tempat bersejarah tersebut belum buka. 

Sepanjang jalan menuju Senado Square juga terdapat cukup banyak public places salah satunya restoran. Notabene restoran di sini ya bergaya eropa untuk bangunannya dan ternyata, eng...ing...eng... banyak juga para pelancong yang tiduran di kursi-kursi restoran yang didekorasi untuk outdoor gitu. Walahhh... tau gitu kami juga ngegelandang di sini aja enak, pake sofa :D ohya subuh-subuh begini sudah ada aja lo orang yang berangkat. Entah itu berangkat kemana atau mungkin bekerja karena bus-bus di Macau ternyata bisa dibilang beroperasi 24 jam!


Tak terasa kami pun sampai juga di suatu lapangan nan luas dengan bola seperti bola dunia di tengah lapangan beralaskan paving tersebut. Lapangan itu dikelilingi oleh banyak bangunan ala Eropa di kira dan kanannya. Apalagi ketika itu kan subuh jadi semuanya lapanggggg dan luasss! Menurut buku-buku yang pernah saya baca, memang sebaiknya datang ke Senado Square ya pas subuh begini jadinya kita bisa bebas foto-foto sampe bosen! Apalagi siluet mentari pagi yang masih malu-malu (aihhh...!) bikin suasana jadi *sesuatuuuu* banget! Hehehe...

Bangunan-bangunan ala Eropa tadi juga memiliki unsur China yang ditandai dengan tulisan atau judul gedungnya. Makanya saya jadi ga tau, gedung itu gedung apa yah, hihihi... tetapi ada satu hal yang membuat saya kagum dengan penduduk Macau; subuh-subuh begitu, yang nampak di Senado Square hanyalah yang sudah berusia lanjut! Bener-bener mengingatkan saya pada kakek saya di kampung! Rata-rata para orang tua ini sudah renta dan jalannya aja pelan-pelan banget yang saya tafsir sudah up to 80 kali ya! Tapi kalo dibandingin sama para kakek-nenek di Indonesia, usia segitu mah rata-rata Cuma duduk-duduk di rumah aja deh, ga bangun subuh-subuh begini untuk jalan kaki, ataupuns ekedar “ngerumpi” di taman kota macam begini. Hmmm saya sendiri jadi rada malu soalnya kalo wiken pagi gitu saya sih masih guling-guling di kasur, menikmati indahnya pagi tanpa harus buru-buru ke kantor hehehe...



Balik lagi ke Senado Square! Jadi lahan seluas ini akan mengarahkan kita ke beberapa jalan setapak nan asri. Sepertinya tata kota ini memang membiarkan taman Senado Square seperti apa adanya, yang dengan jalan-jalan kecil tetapi bersih, yang dengan bangunan-bangunan lamanya, yang dengan tempat-tempat kunonya. Sebenarnya kalo kita mau explore daerah Senado Square ini, terdapat cukup banyak tempat-tempat cantik dan juga bersejarah. 
Oh ya ga usah takut kesasar karena di hampir setiap persimpangan terdapat penunjuk jalan dengan besi tiangnya yang cantik. Ada katedral di sana, yang kalo dilihat-lihat memang disebut “trio katedral” karena memang lokasinya berdempetan alias berjajar gitu. Oh ya satu lagi yang unit di Senado Square ini adalah masih adanya ranta-rantai dengan bola-bola besi di jalanan yang mengingatkan saya dengan bola besi yang dirantai ke kaki tahanan jaman dulu.

Nah... kalo kita sudah sampai di Senado Square, tak lengkap kalo ga sekalian ke Ruins of St. Paul. Tempat ini sama terkenalnya dengan Senado Square bahkan menjadi landmarknya Macau. Sempat mutar-mutar dikit di Senado Square (sampai ketemu dengan katedral pula! Hahaha), akhirnya sampaiiiiii juga ke Ruins of St. Paul. 

Seperti kisah-kisah bersejarah yang sudah sempat saya baca sebelum kemari, ceritanya gereja Saint Paul ini dulunya gereja yang terbesar di Macau sampai dihancurkan oleh suatu pemberontakan sehingga yang tersisa hanyalah pintu dan dinding depan dari gereja tersebut. 

Bagian dalamnya sudah ga ada apa-apa, kosong melompong tetapi pemerintah sana cepat tanggap karena mereka membuat bangunan bawah tanah, yang sayangnya tidak sempat kami masuki karena kami tiba di sana subuh banget jadi ya belum buka. Selain Ruins tersebut, ada beberapa tempat menarik seperti botanical garden, museum-museum serta taman yang didesain secara spesial yang menambah cantiknya lokasi tersebut. 






Wahhh... kalo kita datang sekitar pukul 8 mungkin tempat ini sudah penuh banget karena rata-rata penduduk suka main ke sini, namanya juga jalan-jalan pagi gitu. Oh ya sama seperti waktu di Senado Square, subuh-subuh begini yang sudah jogging di sana mah para lansia. Tetapi, meskipun mereka sudah lansia, tetapi rata-rata badannya masih lentur loh! Masih ada yang kuat melakukan senam lantai pula, walahhhh! Betewe ga usah takut juga kalo ke Ruins of St. Paul trus tiba-tiba pengen ke kamar kecil karena di dekat sana juga tersedia toilet untuk umum secara gratis! Bayaingin aja kalo ini di Jakarta; yang ada toiletnya bayar hehehe...



Ada cerita lucu ketika kami sampai di Ruins of St. Paul. Jadi ketika kami baru banget sampai di sana dan sudah langsung action bahkan sebelum mulai menapaki tangga menuju atas, dengan beberapa klak-klik kamera, ehhh kami didatengi aja sama seorang laki-laki, mungkin umurnya sekitar 30an gitu dan rada-rada bule campur china (soalnya sipit enggak, hidung mancung tapi ga semancung gagak kalo bule totok itu, plus mukanya rada-rada latin gitu) trus he said soemthing that I didn’t really understand, tapi intinya sih dia kayak ngajak kami kemanaa gitu, rada genit gitu. Setelah kami pisah gitu, dari atas Ruin gitu dia amsih melambikan tangannya gitu deh ke arah kami. Idih amit-amit deh,,, untung saya berdua jadi kejadian seperti itu bisa dianggap lucu, tapi kalo saya sendiri sih rasa-rasanya bakalan horror juga deh! Oh ya semalam waktu nonton air mancurnya Wynn ada juga laki-laki (sepertinya sih bukan china) yang mendekati kami mungkin mau ngajak kemana gitu. Idihhh lagi, kami sih ketawa-ketawa ngakak aja setelah dia pergi karena sebelum dan sesudah kami dia juga negdeketin cewek gitu. Kamipun jadi berpikir emangnya orang-orang di sini desperate gitu ya nyari temen buat ngedate? Hahaha... tapi ya gimanapun amannya kita tetep harus waspada lah ya ^_^
Setelah cukup puas foto-foto di sana plus Ruins of St. Paul juga sudah lebih banyak orang (sekitar 5-10 orang yang rata-rata pada olahraga baik lari ataupun naik turun tangga) maka kamipun merencanakan untuk kembali ke HK. Menurut informasi yang kami dapat, kapal ferry dari Macau menuju HK dengan turbojet dimulai setiap pukul 8.30 pagi. Nah berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 7.30an gitu maka kami bergegas untuk pergi ke daerah Lisboa lagi. Sebenarnya sih saya pengen makan makanan khas Macau; eggtart gitu, tetapi yahhh namanya juga orang-orang sini baru mulai menggeliat sekitar pukul 10 pagi jadi ya kami jalan aja balik supaya bisa lebih lama jalan-jalan di HK nanti, mengingat besok kami sudah harus meninggalkan HK. Hikshikshiks...


Begitu sampai di Lisboa, kami bertanya pada satpam tempat untuk mencari bus menuju ferry. Niatnya sih kalo ada bus tumpangan menuju ferry kami mau ikut, hehehe, sayang sekali busnya baru berangkat sekitar pukul 9, ya ga nyukup waktunya karena ferry berangkat pukul 8.30 juga. Yowis lah... kami menuju halte bus. Sesampainya di sana kami mencari bus jurusan ferry dengan bertanya dengan petugas haltenya. Sayang sekali petugas itu bisa bahasa inggris tetapi ga jelas tercerna di otak saya, dia hanya mengatakan jurusan busnya sambil menunjuk dan kami pun berterima kasih. Sesampai di halte kami celingak-celinguk melihat bus-bus yang datang dan pergi tetapi bus yang kami tuju tidak kunjung datang. Setelah bertanya pada seorang gadis di sebelah kami dengan niat dimana bus tersebut akan berhenti ehhh si anak malah ga tau juga. Waduh! Trus kami pindah halte dan bertanya lagi sama seorang wanita muda di sana yang untungnya bisa berbahasa inggris dengan cukup baik. Untungnya lagi, dia juga menuju termkinal ferry! Haahahaha... asikkkkk, kami pun ngekorin dia aja, hehehe...

Sebenarnya halte bus di Macau pagi hari begini ramai banget! Mungkin karena hari sekolah jadi para murid pun berjejer menunggu bus yang akan ditumpangi atau orang-orang akan berangkat kerja sama seperti ‘mbak’ yang kami buntuti ini hehehe... Pagi itu cuaca juga rada gerimis dan dingin gitu, tapi untungnya ga hujan es, hahaha (lebay!). Tak berapa lamapun bus yang akan kami tumpangi datang. Begitu masuk kami bertanya dulu harganya kemudian memasukkan uang koin HKD ke sana, sama seperti di malaysia ataupun hongkong. Kami sengaja memilih duduk di dekat pak sopir biar ga kelewat nantinya hehehe... Si mbak itupun duduk agak di belakang. Sebelumnya sih dia sempat bilang kalo kita akan turun di pemberhentian terakhir.

Bus pun melaju dengan lancar (di Macau juga ga ada macet) dan meskipun ketika itu gerimis tetapi kami masih tetap bisa melihat beberapa tempat menarik. Sayang kami cuman merencanakan semalam di Macau (yahhh namanya juga fast holiday hehehe) jadi belum sempat menjelajah beberapa tempat menarik tapi ya sudahlah, yang penting sudah ke landmarknya Macau hehehe... jadi kalo ada yang mau ke Macau, selain landmark tersebut sebaiknya sempatkan juga untuk makan eggtart serta jalan-jalan ke beberapa tempat bersejarah seperti temple, museum atau patung di dekat laut gitu. Yap dalam perjalanan kami menuju terminal ferry kami melihat patung emas yang sepertinya memang menjadi salah satu objek turisme.
Tak berselang lama kamipun sampai di terminal ferry. Si mbak pun turun dan kami mengucapkan banyak terima kasih padanya. Dia berjalan cepat dan ketika tiba di persimpangan dia pun menunjuk ke suatu pintu tempat kami bisa membeli tiket ferry menuju HK. Sekali lagi kamipun mengucapkan terima kasih. Si embak udah cakep, baik lagi! Hehehe...

Masuk ke terminal ferry, kamipun bertanya kepada petugasnya dimana letak membeli tiket ferry karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 8. Mereka sih sepertinya sudah terbiasa menerima pertanyaan begitu apalagi kan keliatan banget muka kami bukan chinesse, pasti orang luar gitu, jadi mereka senyum-senyum menunjuk tangga. Jadi kami harus naik ke lantai berikutnya, tetapi kami nearly lost way again coz ternyata ada beberapa persimpangan yang kami jadi bingung sendiri deh arah mana yang mesti diambil. Tetapi karena kata orang ga berani salah itu ga akan membawa kita kemana-mana maka saya langsung tanya aja dimana beli tiket menuju HK sama petugas tersebut. Dan bener aja, kami salah tempat, tetapi untungnya setelah menuju arah yang ditunjuk, dengan sedikit celingak-celinguk (habisnyaaa... counter pembelian tiketnya ga ada tulisan gede sih, makanya kami jadi ga ngeliat dengan jelas hehehe). 

Thanks God kami tiba juga di loketnya dan segera membeli tiket untuk keberangkatan pukul 8.30 yang sebentar lagi sudah siap. Setelah melewati imigrasi (yap, masuk dan keluar Macau kita memang harus melewati bagian imigrasi loh... lama-lama juga akan terbiasa, hahahahaha) kami menuju tanda-tanda yang terpampang. Untungnya muter-muternya ga banyak hehehe soalnya kami juga mengikuti arah orang-orang yang menuju ke waiting roomnya terminal itu. Oh ya lokasi di dalam terminal juga oke punya bahkan ada eskalator berjalan (bukan eskalator turun seperti di mall-mall itu loh...) seperti di terminal kedatangan gitu, jadi kita cukup diam aja dan kita langsung melaju ke depan. Setelah bertemu dengan petugas check in (serius loh, kayak di bandara kita aja!) dan mendapatkan boarding pass lengkap dengan nomor kursinya, kami pun duduk-duduk di waiting room. 

Sudah cukup banyak orang yang menunggu di sana dan rata-rata menggunakan bahasa yang saya ga ngerti (ya bahasa China atau kanton gitu deh) dengan wajah-wajah oriental. Sembari menunggu sayapun iseng buka facebook (tapi rada was-was juga kalo kelamaan ntar keburu abis pulsanya hahaha) trus update status deh sambil check in di “Macau Ferry Terminal” dan ngaku belum tidur 1x24 jam! Hahaha... tak berapa kapal kamipun tiba dan kami segera masuk dan mencari kursi sesuai dengan nomor yang kami punya. Yap... it’s time to relax, babe! Selama kurang lebih 1 jam kami bisa beristirahat sebelum ‘perang’ lagi di HK hehehe... Sempet-foto-foto dikit dan selanjutnya mencoba tidur. Lah temen saya mah langsung tidur aja setelah nyentuh sandaran kursi. Saya? Cuman bisa tidur sebentar huhuhu... dan mimpi bentar; karena tak berapa lama kamipun segera mendarat di terminal ferry Central, Hongkong Island ^_^


NB: Tunggu lanjutan perjalanan kami di Hongkong part II yah ^^

Backpacking to Hongkong : Second Day


Keesokan harinya, kami bangun sekitar pukul setengah 8. Hahaha... Padahal kemarin kami sok banget niatnya bangun pagi-pagi (mungkin jam setengah 6 sehingga sekitar pukul 7 kami siap untuk jalan-jalan. Ehhh... Ternyata tidak! Mungkin karena terlalu capek, atau jet lag (i know, meski cuma 1 jam tapi yg namanya perbedaan daerah bisa bikin kondisi berbeda juga kan, hihihi... #ngeles) atau mungkin emang lagi ga bisa bangun pagi. Apapun itu, begitu saya terbangun, segera aja saya mandi. Untungnya di hari minggu itu, sedikit saja penghuni kost sana yang sudah bangun. Alhasil sayapun bisa segera mandi tanpa mengantre, hehehe... Begitu selesai mandi, giliran teman saya yang mandi. Tidak perlu waktu terlalu lama, sekitar pukul setengah sembilan kami sudah siap menuju jembatan besar (kami menggunakannya sebagai patokan untuk pulang) untuk bertemu dengan salah seorang teman kami di sana. 

Seperti yang saya bilang tadi, saya berkenalan dengan beberapa teman TKW yang bekerja di HK. Jadi mereka seperti ganti-gantian ‘menjemput’ dan ‘mengantar’ kami. Berhubungan hari minggu adalah hari libur mereka, maka mereka bisa jalan-jalan sesuka hati. Kalo dipikir-pikir mereka itu seperti pekerja di sini yang dapat libur 1 hari dalam seminggu yaitu hari minggu, beda dengan yang berprofesi (maaf) sebagai pembantu di Indonesia yang bisa dibilang ga punya hari libur. Ckckck... Kalo dipikir-pikir segi kemanusiaan di Indonesia memang masih kurang ya dibandingkan negara maju (admit it, guys, bukan bermaksud menjelek-jelekkan negara sendiri kok, tapi untuk tempat berkaca kita aja supaya kita bisa menjadi lebih baik). Oh ya mereka juga dapat libur di hari-hari libur nasional gitu loh!

Jadi setelah berjalan ga sampai 5 menit, kamipun sampai di jembatan tersebut dan bertemu dengan seorang wanita yang umurnya sekitar mendekati 30 tahun, tapi dengan penampilan yang cukup modis. Oh ya, perlu diingat lagi kalo orang-orang di sini emang sepertinya doyan dandan apalagi di sini kalo kemana-mana pake yang mini-mini gitu ga ada yang merasa aneh. Bahkan, orang ciuman di jalan juga ga dipelototin. Bayangin aja kalo itu di Indonesia dan dilakukan di tempat umum seperti halte bus atau di trotoar, udah dapet lirikan mencela dah pastinya hehehe. Psssttt... Ada info juga kalo di sini, budaya homo atau lesbi adalah hal yang biasa. Hmmm,, jadi jangan heran aja yak :D hehehe... Saya pribadi sih gak mau ikut campur 

Setelah mengucapkan salam “om swastyastu” dan memperkenalkan diri, ternyata mbak ini namanya mbak yuli, dan bersamanya kami naik ting-tong (sebenarnya sih seperti kereta berbentuk bus yang kalo jalan ada relnya, mungkin bisa dibilang tram kali ya, tapi seperti bus yang semalam kami tumpangi dari bandara menuju Tin Hau, tram ini juga bertingkat). Di sana kami ngobrol banyak, terutama tentang lokasi-lokasi di HK. Tujuan kami bertiga adalah suatu daerah bernama Happy Valley. Di daerah ini terdapat kuil Hindu, yang notabene kental dengan nuansa Indianya. Di sana juga terdapat suatu lapangan luas yang katanya biasa digunakan sebagai arena pacuan kuda. Ga lama sih perjalanan kami menuju kuil tersebut. Oh ya, bayarnya juga flat, cuma HKD $2.3! Kalo dijumlah sekitar 3000 rupiah lah. Jadi jauh dekat ya segitu. Uniknya lagi, kalo yang bayar adalah pensiunan atau lansia, maka harganya lebih murah, begitu juga dengan anak-anak. Menurut saya hal ini juga harus ditiru Indonesia; penghargaan kepada lansia dan pensiunan, meskipun kelihatannya kecil dan sepele, tapi bagaimanapun juga bentuk penghargaan itu layak diberikan kepada mereka. 

Setelah turun di haltenya happy valley kami berjalan sebentar menuju kuil tersebut. Di kuil itulah kami bertemu dengan teman-teman whdi lainnya. Lucu juga, ketika salah satu tkw ‘senior’ datang ke sana dan kami diperkenalkan padanya, rupa-rupanya dia mengira kami tkw baru, sampai-sampai menanyakan pada kami apakah kami sudah mendapatkan majikan atau belum. Hihihi... Berarti muka kami semodis mereka donk ya? Positive thinking aja begitu :p

Setelah bersembahyang bersama, kami pun melangkah menuju tram tadi, tapi sebelumnya kami mampir dulu di sebuah toko roti di sana. Hmmmm kalo mengingat variasi roti yang ada, bakalan kangen deh, soalnya rotinya enak, bisa dibilang seperti breadt*lk di sini, atau bahkan lebih enak karena roti0roti itu benar-benar dibuat di toko rotinya dan masih hangat plus varian rasanya macam-macam! Hehehe... Harganya juga tidak terlalu mahal, cukup setaralah dengan harga di Indonesia. Selangkah lagi kami pun mampir dulu ke seven elev*n di sana. Asyiknya sevel di HK ini, tersebar dimana-mana dan tentunya bisa bayar dengan OC, hehehe... Selain itu, variasi makanan hangat di sini sangat beragam dan enak-enak, hehehe... Asyik deh nyobain satu-satu, apalagi siomaynya :p

Setelah puas icip-icip kami pun melanjutkan perjalanan menuju Victoria Park dengan menggunakan tram ini alias ting-tong. Di sana banyak juga muka-muka indo loh,,, ternyata para pekerja devisa kita sedang menikmati hari bebas mereka hehehe. Ngobrol sana-sini dan akhirnya kamipun sampai di Victoria Park. Taman ini bisa dibilang ‘mabes’nya para TKW dari Indonesia. Karena jumlah tkw kita sangat banyak, maka mereka sering kumpul kemari, yang konon kabarnya telah menggeser tkw dari negara lain hehehe... Taman ini sangat luas, dimana banyak sekali orang yang bersantai di sini. Benar-benar berasa kayak di Indonesia deh! Banyak barang dagangan Indonesia di sini, jadi kalo mau cari lontong, gudeg, nasi pecel, nasi padang, sebut aja, semua ada di sini!!! Ckckck apalagi bahasa dominan yang didengar adalah bahasa jawa, maklum para tkw kebanyakan dari pulau jawa. Selain makanan, mereka juga berjualan barang-barang indonesia termasuk jilbab. Hahaha,,, bener-bener ga ada bedanya deh sama pasar malam cuman ini dilakukan saat terang. Menurut teman kami, para tkw indo ini juga biasa berjualan makanan indonesia dan menjualnya di sini. Jadi istilah ‘ngasong’ berlaku juga di HK ya, hihihi...



Selain tempat kumpul dan jualan, di tempat ini juga ramai orang berolah raga, tapi di sudut taman, memang tempat yang sepertinya khusus digunakan untuk duduk-duduk ala piknik gitu. Berhubung akan diselenggarakan suatu lomba pagelaran dari masing-masing perhimpunan tkw di HK pada tanggal 20 mei ini, maka banyak juga kelompok-kelompok tkw tersebut yang sedang latihan. Latihan mereka bermacam-macam, mulai dari ngedance hingga latihan tari jawa asli. Beneran deh, ada yang mau nampilin tari kuda lumping, lengkap dengan kuda-kudaan plus kain plus tata riasnya! Hahaha... Kalo sudah begini, saya bener-bener ga merasa sedang berada di HK melainkan di daerah jawa sana :p

Di tempat inilah para tkw berkesempatan untuk ngobrol bersama dengan teman-teman mereka. Saling membawa makanan dan bahkan arisan sudah menjadi hal yang teramat biasa di victoria park ini. Teman whdi kami tergolong aktif untuk kegiatan kumpul-kumpul seperti ini. Mereka bisa darmawisata ke beberapa tempat bersama-sama, ke kuil, atau ke objek wisata tertentu. Kalo melihat foto-foto mereka, asyik kayaknya! Sebenarnya sih kami juga ingin pergi ke tempat-tempat yang mereka bilang itu, tapi karena waktu kami sangat minim maka kami harus memaksimalkan waktu yang ada untuk mengunjungi tempat-tempat “most wanted” terlebih dahulu.

Setelah cukup lama mengobrol dengan mereka maka kamipun melanjutkan perjalanan. Tujuan kami adalah “Ladies Market” atau yang biasa disebut mongkok. Di pasar ini kita dapat membeli beragam oleh-oleh terutama yang khas wanita. Yahhh...namanya aja Ladies Market ya :p tetapi sebelumnya kami akan pergi ke wanchai, ke suatu landmark HK di Wan Chai yaitu Golden Flower. Dari Victoria Park kami naik MTR dan turun di station Wan Chai. Dari sana kami akan berjalan ke arah HK exhibition setelah sebelumnya melewati gedung imigrasi HK. Gedung ini kabarnya terkenal, karena memang imigrasi HK terkenal rapi dan pengurusan imigrasi di sana juga memuaskan selain itu gedung tersebut merupakan gedung imigrasi terbesar dan termewah di dunia.

Sebenarnya tidak terlalu jauh lokasi landmark ini dari subway MTR. Tempat ini merupakan patung bunga raksasa yang kelopaknya seperti api tapi berwarna emas. Banyak sekali para turis yang datang ke sini dan berfoto-foto ria. Kalo malas ngambil foto sendiri, bisa beli foto langsung jadi, harganya sekitar HKD$10 saja. Setelah puas berfoto kami menuju harbour yang berlokasi tepat di samping bunga api emas itu.


Dari harbour ini, kita dapat menyeberang ke kowloon island, tempat dimana pasar mongkok berada. Dari pelabuhan ini juga kita bisa melihat satu lagi landmark kota HK yaitu avenue star ala HK dimana di sana terdapat patung seorang manusia yang berbaju roll film, dan di lantai terdapat jejak-jejak ala Hollywood gitu. Selain itu di ujung avenue star ini terdapat jam seperti big ben di Inggris yang terlihat cukup jelas dari harbour tempat kami berfoto tadi. Di harbour ini juga terdapat banyak kapal-kapal yang akan menyeberangi selat tersebut. Sesungguhnya jika kita bisa berada di avenue star itu pada malam hari sekitar pukul 8, kita akan dapat melihat pertunjukkan kembang api yang terkenal di HK. Kami sebenarnya berencana ke sana malam hari keesokan harinya, tapi apa daya waktunya kurang hehehe...



Jadi kami kembali ke subway MTR tadi untuk selanjutnya naik MTR menuju Mongkok. Sebenarnya bisa juga naik kapal di pelabuhan tersebut tetapi sepertinya pertimbangan teman-teman whdi kami lebih mudah menggunakan MTR maka kamipun kembali ke sana. Ga terlalu lama juga sih, dari wan chai kami transit dulu di subway admiralty setelah itu lanjut menuju mongkok. Transit antara mongkok dengan admiralty ini spesial loh, karena sebenarnya melewati laut. Jadi kebayang donk gimana canggihnya kereta ini. Tidak terlalu lama dan kamipun tiba di Mongkok. Begitu keluar dari subway kamipun sudah bertemu dengan keramaian daerah Mongkok. Sebenarnya daerah ini penuh juga dengan apartemen. Menurut pengamatan saya sih, apartemen mereka rata-rata kecil juga, dan seperti rusun-rusun di jakarta, tetapi entah kenapa kelihatannya tidak seruwet yang ada di Jakarta. Daerah mongkok ini adalah daerah yang sibuk, terbukti dari orang-orang yang lalu lalang tanpa henti begitu juga jumlah kendaraannya yang tergolong banyak (untuk ukuran HK ya) plus beberapa taksipun bersliweran.

Jam sudah menunjukkan pukul 2 siang jadi kami mencari makanan dulu. Agak lama juga menentukan menu apa yang dicari (yahhh namanya juga orang berbanyak, yang nemenin kami jalan-jalan sekitar 5 orang hehehe) dan setelah muter-muter kami pun masuk ke restoran di sana. Restoran di HK ini seperti foodcourt juga, jadi beberapa produk bergabung jadi satu meskipun segalanya terpisah,,, hanya tempat duduknya saja yang bebas memilih dimana. Tempatnya nyaman,,, seperti foodcourt di kelapa gadinglah. Menunya juga banyak menu baratnya seperti burger king, bebek peking dan sebangsanya. Oh ya untuk yang muslim sebaiknya pilih menu dari makanan barat aja, karena kalo menu makanan chinanya pasti ada menu babinya, hehehe... Overall, tempat ini rame banget...


Setelah mengisi perut, maka kamipun berangkat menuju pasar yang dituju. Aneka barang jualan tersebar di sini,,, ada baju, tas, dompet, sepatu, aksesoris, sebut aja barang-barang kesukaan cewek, pasti ada! Hehehe... Di sini saya membeli baju souvenir HK dengan cukup murah sekitar HKD$20 per potongnya. Oh ya, menurut teman saya sesungguhnya pasar ini bukanlah yang termurah tetapi karena para turis seringnya belanja ke sini, jadinya yang terkenal ya pasar ini dan tentunya ini mengakibatkan kita haruslah pandai-pandai menawar. Sama seperti pasar mangga dua kan, yang terkenal murah sehingga para pelancong sering ke sana padahal sesungguhnya itc-itc lainnya lebih murah. Jadi kalo belanja di pasar Mongkok ini kudu tega kalo nawar harganya, soalnya selain memang sudah di mark up banget, penjualnya rata-rata orang china kan emang pada jago menjual hehehe...
Setelah muter-muter di pasar itu, maka tangan kamipun penuh di kiri kanannya, dengan barang belanjaan, padahal kami niatnya ga bawa banyak soalnya pesawat kami nantinya kan ga pake bagasi hehehe, tapi apa daya melihat begitu banyaknya barang-barang cantik di sana, menyebabkan saya tak kuasa menolaknya hehehe... Di pasar tersebut juga berdekatan dengan pertokoan-pertokoan dimana saya melihat salah satu butik baju-baju ala korea terpajang. Penjaga tokonya pun seperti model baju korea gitu, kulit seputih susu, langsing dan tinggi plus dia menggunakan baju seperti yang dijualnya dengan dandanan seperti model. Aiiiiiihhh... Orang-orang sini emang suka dandan yah, pantes aja banyak juga yang ketularan, hehehe... Sebenarnya sih bajunya bagus-bagus, kalo convert ke rupiah, harganya sekitar 150 ribuan lah tetapi kalo dibawa ke Indonesia, harganya bisa jadi 2x bahkan 3x lipat, jauh lebih bagus dari yang dijual di OL Shop gitu. Sayangnya mbak-mbak yang jual judes banget, pfiuhhhh... Kita yang orang Indonesia biasa dilayani dengan ramah, jadi merasa ogah deh belanja di sana. Nah di antara sekian banyak hal-hal baik di HK yang layak kita tiru sepertinya yang satu ini enggak deh, hehehe... Yaaaaa meski mungkin ga semua pedagang muda di HK seperti ini, bisa dibilang lihat ‘oknumnya’ juga kali ya. Sekitar pukul 5 sore, kamipun sudah capek dan belanjaan sudah over, jadi kami memilih pulang dulu ke wan chai baru selanjutnya meneruskan perjalanan ke Macau!!!
Dalam perjalanan kembali ke wan chai, kami naik MTR lagi ke arah admiralty kemudian menuju causeway bay station. Sayangnya begitu tiba di Causewaybay Station, dompet mbak chintya hilang, sepertinya dicuri. Wadowwww! Kami langsung merasa tidak enak,,, tetapi untungnya mbak resti menemani mbak chintya untuk mengurus kehilangannya ke kantor polisi. Lumayan juga kehilangan yang diderita, tetapi yang paling menyebalkan kehilangan ID, karena kan susah mengurusnya. Hmmm... Alhasil, kami berdua kembali ke kost kami, tanpa ditemani mbak resti dan mbak chin tya. Untungnya kami sudah cukup ‘latihan’ naik MTR sepanjang siang ini jadi ketika dilepas berdua saja kami tidak menemui kesulitan berarti. Padahal menurut mereka kriminalitas di HK ini jarang terjadi, tetapi yahhh mungkin yang namanya lagi apes ya,,, mau gimana lagi. Mudah-mudahan Tuhan memberikan gantinya, swaha...
Tak berapa lama kamipun tiba di tempat kami menginap. Sembari merapikan barang-barang kamipun giliran mandi. Well, istirahat sudah, barang-barang sudah dikumpulkan, ransel sudah diisi barang “secukupnya” saja dan waktupun sudah menuju petang maka kamipun segera bergegas menuju subwaynya MTR causewaybay lagi untuk selanjutnya berangkat menuju station Sheung Wan, satu station setelah admiralty. Nantinya di station tersebut kami akan naik kapal ferry menuju Macau.
Waktu tempuh menggunakan MTR ke pelabuhan tidaklah berapa lama, dan meskipun kami baru mencoba MTR hari ini, tapi rasa-rasanya semua sudah “biasa” hehehe... Begitu keluar dari subway, kami segera mencari loket kartu OC untuk menambah saldo, secara saldo kami tinggal beberapa puluh HKD saja. Begitu menemukan loketnya (yahhh di subway MTR ini kita memang harus lihat kiri kanan atas bawah soalnya tempatnya memang besarrr dan luas plus sepertinya semua orang di HK memang tumpah ruah di MTR ini, maklum ya transportasinya nyaman begini^^) kami segera touch up OC kami sambil bertanya arah mana yang harus dilalui untuk membeli tiket menuju Macau. Ohya kami juga bertanya kira-kira harga tiket ferrynya berapa yang dijawab sekitar 150an HKD. Perlu diingat, tiket ferry ini tidak dapat dibayar dengan menggunakan OC, mungkin karena lintas ‘negara/country’ kali ya. Yap, Hongkong dan Macau meskipun masih menjadi bagian dari China tetapi perlakuannya agak berbeda. Hal ini dapat dilihat ketika kita akan menuju ferry, kita akan diminta menunjukkan passport.
Setelah berjalan naik turun eskalator plus bertanya kepada para petugas yang kami temui (kebanyakan sih bisa bahasa inggris, tetapi yang rada tua memang agak sulit menjawabnya jadi kita mesti pay attention banget ketika mereka mencoba melafaklkan englishnya untuk menjawab pertanyaan yang kita ajukan) akhirnya ketemu juga dengan loket tempat membeli tiket ferry. Ternyata ada beberapa perusahaan kapal ferry karena ada beberapa loket di sana. Mungkin bisa disamakan dengan kalo pada mau beli tiket bus ke jogja dari jakarta kali ya, bisa naik bus A ato bus B atao bus C, tentunya dengan jadwal berbeda dan harganya juga berbeda. Karena kami sebelumnya membaca tentang turbojet ke Macau, plus waktu yang tersedia juga sebentar lagi maka kamipun memilih untuk menggunakan jasa turbo jet.
Whoaaaa... Ternyata tiket ferry ketika malam hari lebih mahal dari siang hari sodara-sodara. Atau mungkin juga berlaku sistem seperti beli tiket pesawat gitu, dimana terdapat variasi harga, tergantung dari dulu-duluan belinya. Kamipun mendapat harga 185 HKD. Yahhh ga papalah, namanya juga pelesiran hehehe... Setelah mendapat tiket, kami segera menuju ‘waiting room; di pelabuhan. Perlu diketahui, pelabuhan di sini malah seperti waiting room di bandara aja... Oh ya, sebelum mencapai waiting room, kita mesti melewati bagian imigrasi juga. Nah inget ga, kertas putih sebelum masuk ke HK yang saya terima di pesawat untuk diisi itu? Nah pertinggalnya diambil oleh petugas imigrasi HK. Jadi kertas itu berisi departure dan arrival gitu. Begitu kita masuk ke suatu negara, kita wajib mengisi departure terus arrivalnya akan diambil ketika kita meninggalkan negara tersebut. Wahhh,,, padahal Macau itu masih bagian China ya. Hmmm tetapi bahkan kalo mau ke Shenzen saja kita mesti bayar pake Visa, meskipun katanya bisa dengan visa on arrival si...
Jadi tak berapa lama, kapal ferry kamipun merapat dan mempersilahkan kami untuk masuk. Oh ya tempat duduk di kapal ferry ini juga sudah ada nomornya, kayak di pesawat gitu! Plus tempat duduk dan sebagainya sudah persis kayak di pesawat deh, termasuk adanya ‘pamugari laut’ yang mengajarkan kita menggunakan safety yang ada di bawah tempat duduk, yang baju pelampung itu lohhh! Oh ya satu lagi, mereka juga ‘berjualan’ makanan seperti kalo kita naik li*n air ato a*r as*a gitu... Pesawat bener dah ini, bedanya ini pesawat bukan di udara tapi di air hehehe... Nah, saatnya istirahat sebentar ^_^

tunggu part berikutnya ya : NGEBOLANG DI MACAU

 
Be Happy! © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects