Dear guys!
I’m here to share my experience
along my journey on these last 6 days. So we’d better to get back to some months before, when me and my friend bought
the tickets to Hongkong. We bought the tickets for Jakarta to Malaysia, then
Malaysia to Hongkong. The return is from Hongkong to Singapore and then
Singapore to Jakarta. Well I can tell you a lot about my journey. Check it out!
Well, berhubung pesawat yang akan kami tumpangi menuju Malaysia berangkat sekitar pukul 06.00, tentunya kami harus sudah berada di bandara internasional Soetta terminal 3 (you know what flight we would take donk yaaa...) jauh sebelum itu. so here is our story!!!
Waker disetel pukul 03.00
karena Monik request. Aku sih bangunnya pukul 03.30 dan selanjutnya mandi dsb
hingga kamipun berangkat ke bandara sekitar pukul 04.00 kurang. Mampir sebentar
di Alfa Express untuk membeli roti dan minum. Sekitar pukul 04.30 lewat kami
tiba di bandara Soekarno Hatta terminal 3, karena pesawat yang akan mengangkut
kami adalah Air Asia. Yah, dengan tampang masi sedikit mengantuk dan
celingak-celinguk kiri kanan, kami pun melangkah mencari lokasi check in
penerbangan luar negeri. Yap! Ketemu juga, ada di sebelah kanan pintu masuk.
Kami check in sendiri dan membayar airport tax (harganya 150.000 per orang) dan
selanjutnya menerima airport tax tadi dari petugas Air Asianya. Entah karena
kami yang masih imut-imut (kalo melihat tinggi badan kali ya :D) ato muka
kucel, petugas tadi menanyakan tiket kembali kami. Yahhh... Kami jawab aja,
kami kembalinya dari nengara lain dan bukan dari Malaysia lagi. Aku sendiri
jadi heran, jangan-jangan dia curiga karena kami wanita dan negara tujuannya
adalah Malaysia. Hmmm... Dikira mau jadi TKW kali ya? Hahaha...
Setelah proses itu selesai,
kamipun menuju counter imigrasi, selanjutnya passport kami distempel lalu kami
mengikuti prosedur scanning. Sayangnya ternyata kami tidak boleh membawa air
minum jadilah terpaksa dibuang (untung sudah puas minum air dari tadi hehehe).
Selanjutnya kami masuk ke ruang tunggu. Pukul 06.25 lewat kami dipanggil untuk
boarding. Yaa, lumayanlah pesawat ini tidak parah-parah amat delaynya. Alhasil
kamipun masuk ke pesawat dan duduk manis di sana sambil baca-baca sedikit
tentang keterangan serta petunjuk bagi kami begitu nantinya kami sampai di
Kuala Lumpur (KL). Selama di perjalanan, ehhh... Ternyata kami malah tertidur
hehehe :D
Pukul 9 lewat kami mendarat di
KL. Yap, ontime! Hehehe... Lanjut saja kami mengikuti garis petunjuk di bandara
dan menuju imigrasi. Herannya, untuk masuk ke Malaysia kok kami
langsung-langsung aja distempel gitu passportnya, agak berbeda dengan Hongkong
dan Singapore ya. Akan tetapi karena ketika itu adalah kali pertamanya saya
masuk ke negara orang, saya sih lanjut-lanjut aja hehehe. So, begitu keluar di
imigrasi saya mencoba untuk mengaktifkan no XL saya. Berhasil!!! Saya memilih
jaringan ‘teman’ XL di Malaysia yaitu My Celcom.
Tujuan pertama adala toilet!!!
Hahaha... Dan kami disamperin oleh seorang cowok yang bertanya tentang tempelan
yang kami dapat di malaysia. Kami sih jawab setaunya saja dan alhasil kami
berkenalan. Dia sepertinya juga seorang pelancong seperti kami dan bahkan
diapun pergi sendiri hehehe,,, yah... Kalo dipikir-pikir, bila saya seorang
laki-laki ato minimal seorang perempuan yang jago bela diri, saya juga
kemungkinan pergi sendiri bertualang. Tujuannya adalah Malaysia, Thailand dan
Singapore. Beda dikit dengan kami ya! Hehehe... Jadilah setelah dari toilet,
kami menuju tempat pembelian karcis bus. Kami naik Star Shuttle Bus yang akan
mengangkut kami ke puduraya station. Sebelum berangkat, aku sudah booking kamar
di salah satu penginapan di seputaran daerah Chinatown. Harganya murah, bisa
dibilang gak sampai 50 ribu per malam, tapi tentunya dengan kondisi super duper
backpacker lah. Artinya di sana memang cuma untuk tidur dan mandi saja, satu
kamar muat untuk 8 orang. Untungnya ada satu kamar yang khusus untuk perempuan
saja. Jadilah kami pilih yang itu.
Oke intinya kami sudah membeli
tiket bus ke puduraya station (harganya 8RM per orang) dan berangkat busnya pun
ontime (sejenak saya sedikit iri dengan bus-bus di malaysia yang cukup tepat
waktu begini). Sepanjang perjalanan kami foto-foto tapi selanjutnya malah
tertidur sebentar hehehe... Arah bus tersebut adalah dari bandara LCCT menuju
bandara KLIA baru kemudian menuju KL. Yap, di perjalanan saya melihat banyak
hal yang sesungguhnya sama dengan Indonesia. Jalan tolnya juga kurang lebih
serupa dengan jalan tol Jakarta menuju Bandung. Kurang lebih kami menempuh
perjalanan selama 1 jam. Bus langsung berheti di daerah puduraya dan kami
bertanya pada satpam sekitar sana (satu pelajaran penting yang selalu saya
ingat adalah: bila kita berada di daerah yang tidak kita kenal maka bertanyalah
pada polisi atau penjaga keamanan, usahakan jangan bertanya pada orang lewat
apalagi dengan perangai masih seperti orang-orang melayu, bukannya mau berburuk
sangka, tetapi seperti kita tau, orang-orang seperti ini terbagi menjadi dua,
baik banget dan gak baik. That’s it!) dan kamipun diberitahukan arah menuju
Chinatown tepatnya di jalan pudu. Setelah berjalan beberapa puluh meter, banyak
kami mendengar panggilan-panggiland ari para sopir bus yang menawarkan
perjalanan ke beberapa tempat (mereka ga tau kali ya kalo kami justru udah
sampe, jadi ga perlu bus kemana-mana lagi. Yahh mirip kayak di Jakarta lah ya,
begitu kami turun dari bus damri misalnya, akan banyak tangan-tangan ke arahmu
yang ‘mengajak’mu ke daerah-daerah speerti di jawa misalnya. Hmpphhh, bagiku
itu sih menyebalkan). Yahh intinya setelah kami bilang kami ke pudu, mereka ya
menyerah aja. Terus begitu kami sampai di perempatan, ternyata ada mobil polisi
terbuka yang menyapa kami dan menanyakan arah tujuan kami. Ya dengan enteng kami
bertanya dimana letak jalan pudu. Ehh ternyata di seberang kami, hehehe... Jadilah
kami menyeberang ke sana dan memasuki jalanan pudu.
Zzziinnggg... Aura China disini
begitu kental. Dimana-mana terdapat toko-toko dengan tulisan China. Hehehe,,,
ternyata ga susah mencari penginapan tersebut. Jadi begitulah, kamipun langsung
naik ke lantai 2 bangunan tersebut (setelah sebelumnya disapa oleh si pemilik
penginapan di jalan masuknya) dan mendapati seorang wanita india sebagai
resepsionisnya. Perlu kukatakan bahwa secara umum warga negara Malaysia terbagi
menjadi tiga ras yaitu melayu, china dan india. Mereka memang terlihat begitu
berbeda; yang satu hidung pesek kulit sawo matang, yang lainnya mata sipit
kulit cerah, yang stau lagi kulitnya gelap, rambut gelap, mata dan hidung yang
khas. Akan tetapi uniknya mereka semua bisa bergabung menjadi satu yah? Aku
merasa cukup antusis melihat bagaimana perbedaan seperti itu bisa menyatu,
apalagi kalo mengingat kasus-kasus rasisme yang terjadi di tanah air.
Oke, jadi kami tiba di meja
resepsionis, menyapanya dan menulis beberapa data dan selanjutnya kami
mendapatkan seprai dan sarung bantal serta kunci. Lantas saja kami menuju
lantai 3 untuk menemukan kamar kami. Untuk orang yang belum pernah masuk ke
penginapan backpacker model begini, terus terang saja aku kaget. Meskipun kami
sudah memilih ruangan yang khusus perempuan (di informasi kamar tersebut cukup
untuk 8 orang) ternyata untuk menuju kamar tersebut kami harus melewati kamar
campur. Maksudnya kamar campur tersebut adalah kamar tersebut dapat dihuni oleh
semua gender; baik laki maupun perempuan. Alhasil setelah melewati mixed room
itu, kami pun tiba di depan pintu kamar khusus perempuan.
Kuputar gagang pintu dan suasana
yang terlihat sedikit membuatku kaget; ruangannya sempit dan agak pengap,
karena AC hanya akan dihidupkan sejak malam hingga pagi sementara kami tiba di
sana tepat siang hari. Yap, aku dapat ranjang di atas dan Monik di ranjang
bagian bawah. Terdapat dua wanita yang sudah lebih dulu menginap di sana.
Satunya tidur dan satunya lagi membaca buku. Yahh beda culture kali ya, bahkan
si bule yang sedang baca buku itupun tidak melirik ke arah kami sama sekali,
coba bayangkan kalo itu orang Indonesia. Paling tidak pasti akan memberikan
senyum atau paling tidak pandangan bertanya. Tapi ya sudahlah, namanya juga
para backpacker; your way, not others. Jadi, kami segera membongkar
barang-barang kami untuk kemudian mengosongkan ranselku biar bisa lebih ringan
dan berisi barang-barang super penting saja seperti uang, tiket dan passport
saja. Pakaian-pakaian kami dan alat-alat mandi kuletakkan di atas kasurku saja.
Segera setelah siap kamipun cabs! Sampai di jalanan, kami mencari KFC dulu
untuk mengisi perut. Harganya sih ga beda-beda jauh dengan harga di indonesia tetapi
rasanya itu lo!!! Nasinya, aneh >.< plus rasa ayamnya juga rada beda.
Yowislah ya... Asal happpp saja, biar ada tenaga untuk melanjutkan perjalanan
hehehe...
Begitu acara makan selesai, kami
mencari informasi lokasi terminal puduraya. Yap, rencana kami adalah Genting
Island. Setelah sebelumnya aku searching informasi tentang daerah wisata ini,
kami harus menuju ke terminal puduraya untuk selanjutnya naik bis menuju
Genting. Sebenarnya ada beberapa stasiun untuk menuju Genting yang terletak
jauhhh ke arah utara KL. Akan tetapi karena lokasi kami paling dekat dengan
puduraya station maka kami membeli tiket di sana. Harga tiketnya sudah termasuk
naik cable car, sekitar 10an RM gitu. Bus akan berangkat beberapa puluh menit
lagi jadi kami menunggu dengan sabar dan untunya bus tersebut berangkat tepat
waktu. Sepanjang perjalanan kulihat kembali jalanan di kota KL yang terkenal
ini. Sebenarnya tidak beda jauh kondisinya dengan jakarta hanya saja di sini
tidaklah macet dan lokasi perumahannya lebih teratur. Sekitar satu jam kami
berada di bus hingga akhirnya sampai di Genting Highland. Memang highland,
karena udara di sana pun cukup dingin, untung aku bawa jaket hehehe...
Sampai di sana kami mengikuti
para turis lainnya menuju lantai untuk naik cable car menuju tempat wisata
Genting. Setelah agak kesasar sedikit (hehehe..) Kami pun tiba di lantai tempat
cable car. Cable car ini dapat diisi hingga 8 orang dan antreannya pun tidak
terlalu lama. Memang cukup panjang tapi tidaklah hingga membuat kita bete
karena arus para turis cukup cepat teralihkan ke masing-masing cable car
tersebut. Cable car itu merupakan yang terpanjang di Malaysia sekitar 3 kiloan
deh. Kita akan melihat dataran tinggi Malaysia yang ditumbuhi pohon-pohon
tinggi.l sekali lagi, ga beda jauh looooo ama Indo! Hehehe...
Sekitar 20 menit kami pun tiba di
daerah Genting hingland. Di sana kami memasuki lobby utamanya menuju ke outdoor
park. Di genting ini terdapat juga hotel-hotel sehingga bagi para turis yang
hendak menghabiskan waktunya seharian bermain di Genting bisa menginap di sana
jadi ga perlu capek-capek bolak-balik hehehe... Kami menuju outdoor parknya,
dan segera menemukan adanya star walk; mungkin mau ngikutin walk of fame kali
ya, soalnya di sepanjang jalan itu terdapat poster-poster para artis. Jadilah
kami foto-foto sebentar di sana. Selanjutnya kami menuju lokasi masuk
outdoornya. Sesungguhnya outdoor park ini kalo kulihat tidak beda jauh dengan
dufan. Ada sejenis histerianya juga, halilintarnya,,, kolamnya, ya pokoknya
arena bermain seperti itu. Lantaslah kami foto-foto di gerbangnya hehehe... Gerbangnya
bagus euy, bentuknya kayak kastil gitu ^_^
Setelah puas foto-foto di outdoor
park, kami menuju indoornya. Ternyata ada banyak patung-patung ataupun
background yang menarik untuk dijadikan objek foto seperti patung Liberty,
kastil, venesia, dsb. Lumayan lama juga kami foto-foto di sini soalnya sayang
kalo ga berfoto ria di sini soalnya bagus-bagus tempatnya hehehe... Di sini
juga gabungan permainan seperti timezone dan restoran-restoran.
Setelah puas berfoto kami balik
ke arah cable car dan kemudian turun ke lokasi bus. Di sana kami maunya ke KL
Sentral (salah satu stasiun juga seperti puduraya station) kemudian pergi ke
Batu Cave. Yap, Batu Cave merupakan salah satu target kami juga. Sayangnya kami
rada ga dapat info yang jelas tentang gimana cara ke sana; alhasil kami turun
ke lokasi parkir bus dan mencoba mencari loket tiket. Tapi ternyata loketnya
tidak ada di basement sodara-sodara! Kami didekati oleh sopir di sana, dan
ditawari untuk naik taksi ke sana. Tentu saja kami ogah, tetapi selanjutnya si
sopir menawarkan untuk ‘mencarikan’ tiket ke arah KL Sentral dengan tambahan
biaya sedikit. Ya sudah kami oke ajalah,,, lagian nambahnya ga banyak juga.
Tapi kayaknya si sopir itu ga dapet trus menyarankan kami untuk pergi ke
Stasiun Gombak. Katanya jauh lebih hemat waktu kalo dari Gombak ke Batu Cave.
Memang sih lokasi dari Genting ke KL melewati Batu Cave yang terletak di
antaranya jadi kami di sarankan turun di Gombak lalu naik angkutan ke Batu Cave.
Si sopir sih bilangnya kami bisa mencoba tanya bus apa dari Gombak yang menuju
Batu Cave, atau bisa cari taksi. Yah setidaknya kalo jelek-jelek banget, kami bisa
langsung ke KL kan, pikirku, jadi kami ambil kesempatan itu.
Di dalam bus, aku duduk dengan
seorang wanita keturunan China yang ternyata sangat fasih berbahasa Inggris,
kami berkenalan dan aku menggunakan kesempatan itu untuk bertanya arah menuju
Batu Cave. Dia ternyata membantu kami mencari informasi, mungkin karena dia
tertarik dengan ‘kisah’ kami. Dia pun ternyata seorang traveler dan sudah ke
berbagai negara dan dia senang melihat seorang muda seperti kami yang juga
senang melihat dunia di luar sana J
Dia baik sekali dalam memberikan informasi :)
Kami pun tiba di stasiun Gombak
dan dia hilir mudik bertanya ada tidak bus dari Gombak ke Batu Cave. Sayangnya,
tidak ada L
maka akupun memikirkan opsi lainnya; yaitu malam ini langsung menuju Petronas
Tower saja (atau yang oleh orang malaysia disebut sebagai KLCC) dan pergi ke
Batu Cave esok pagi. Apalagi hari sudah mulai malam dan setauku Batu Cave
bukanya dari pagi hingga pukul 8 malam. Jadi bersama dengan ibu itu, kami
ngobrol lagi di LRT. Nah LRT ini ternyata kereta. Tetapi kereta ini sangat
bagus! Bersih dan ontime, dan ternyata LRT ini sudah menjadi salah satu alat
transportasi utama di KL. Kami ngobrol hingga ibu tersebut keluar duluan, dan
kami pun melanjutkan perjalanan menuju KLCC. Yap, tidak lama berselang kami
tiba di KLCC, berjalan menuju tanda ‘EXIT’ dan akhirnyaaaa... Terbitlah menara
Petronas yang terkenal itu di depan mata :)
Tentu saja, aksi narsis kamipun berlanjut hehehe...
Berbagai macam pose dilakukan
yang dilanjutkan dengan duduk-duduk di tamannya. Yaa... Sekaligus istirahat
juga, maklum capek juga sih ya, berangkat dari Jakarta pagi-pagi terus begitu
sampai KL langsung ke genting dan selanjutnya ke KLCC. Setelah istirahat yang
cukup kami pun berencana untuk pulang ke daerah Chinatown. Akan tetapi setelah
bertanya-tanya di sana sini, ternyata lokasi Chinatown dengan KLCC cukup jauh
dengan jalan kaki (hahaha mentang-mentang tumben jadi backpacker, pengen jalan
kaki terus nih :D) maka kami pun memutuskan untuk naik LRT lagi ke Chinatown.
Berhubung Chinatown tidak ada perhentian lrtnya, kami membeli tiket turun di
“Pasar Seni” yang ternyata dekat juga dengan “KL Sentral”. Nah sebelum ke LRT
kami makan malam dulu di McD. Jadi gedung Petronas itu merupakan mall juga
kayak semacam Grand Indonesia... Pas kami ke sana ada fashion show dari Charles
and Keith. Tidak lama menonton acara pagelaran tersebut, kamipun balik ke
stasiun LRTnya. Hanya beberapa menit dan kamipun sampai di stasiun Pasar Seni.
Turun di sana dan bertanya pada ‘tetangga’ di jalan, arah ke Petaling Street.
Jadi, Petaling Street itu adalah pasar malam di Chinatown. Benar-benar tempat
yang praktis untuk membeli berbagai macam barang, terutama bagi turis-turis
macam kita, yang oleh-olehnya sejenis gantungan kunci dan kaos hahaha... Sebelum
masuk ke Petaling Street, kami pergi ke suatu kuil India di sana yang menurut
ulasan, merupakan salah satu kuil terindah di Malaysia. Benar saja, tempatnya
memang indah, tetapi karena kebanyakan orang India di sana, saya jadi merasa
sedikit aneh hehehe, meskipun kami memuja Tuhan dengan panggilan yang sama J Setelah berdoa dalam
hati dan foto-foto, kami melangkah keluar dan menemukan suatu klenteng (maklum
kan di Chinatown) tapi berhubung Klentengnya sudah tutup maka kami hanya
foto-foto dari luarnya saja... Perjalananpun dilanjutkan ke Petaling Street
yang super ramai. Kita bisa menemukan berbagai macam barang di sana, mulai dari
bunga, makanan, pakaian, aksesoris hingga batu-batu giok. Pokoknya macem-macem
deh. Saya sendiri sempet beli gantungan kunci dan kaos bertuliskan Malaysia di
sana, hehehe... Lumayan buat kenang-kenangan aja :D
Setelah itu karena waktu
menunjukkan pukul 10 ke atas (saya lupa pastinya, kalo ga salah malah jam 11
deh) maka kami pun kembali ke penginapan kami. Sesampainya di kamar, kudapati
banyak yang sedang tidak berada di kamarnya. Maklum, bule kali ya... Perginya
malam-malam. Yahhh mumpung lah kalo gitu, bisa packing untuk besok, dan setelah
cuci muka, maka saya pun naik ke tempat tidur atas dan mencoba untuk memejamkan
mata. Agak susah juga sih soalnya kan lampunya hidup tapi lama kelamaan bisa
tidur juga, hehehe...
Yap, kini menginjak hari kedua
for my journey. Pesawat kami akan menuju Hongkong dari LCCT pukul 13.50 waktu
setempat (sekedar info, waktu di malaysia sama dengan WITA di Indonesia). Nah
karena kami sudah siap untuk check out dari penginapan sekitar pukul 8 pagi,
kami pun melanjutkan perjalanan untuk objek wisata yang sesungguhnya ingin kami
kunjungi kemarin sore yaitu Batu Cave. Did aerah Chinatown kami ebrhenti
sebentar untuk membeli roti dan air mineral untuk di jalan mengingat kami belum
sempat makan J
Bagi yang ingin makan menu ‘standar’ seperti KFC atau mcd, sekadar info tidak
semuanya 24 hours. Jadi sebaiknya membeli makan di minimarket yang ada saja,
banyak tersebar di daerah Chinatown. Menurut informasi yang saya baca, kita
dapat menggunakan bus ke Batu Cave dari Puduraya Station tetapi ketika kami
sampai di sana (tempat yang sama ketika kami membeli tiket bus menuju Genting)
ternyata tidak ada bus menuju Batu Cave. Alhasil kami pun kembali ke jalan
dekat Puduraya Station (kami disarankan begitu oleh para penjual tiket di sana)
dan mencari bus menuju Batu Cave. Sebenarnya mungkin tidak begitu sulit hanya
saja karena kami awalnya mau ke sana bertolak dari Puduraya Station jadi kami
sedikit bingung juga. Akan tetapi setelah bertanya pada beberapa sopir bus di
sana (para sopir itu sepertinya tidaklah ‘seganas’ di Jakarta meski memang sih
mereka sempat bertanya ‘kita mau kemana’ atau menawarkan jasa taksi, tapi
apabila kita menolak dengan baik-baik maka mereka pun mengerti). Sampailah kami
di perempatan tempat pemberhentian bus menuju Batu Cave, sekitar 200meter dari
puduraya station (sebenarnya kita tidak usah khawatir akan tersesat atau tidak
dapat bus karena sesungguhnya di sana terdapat banyak bus yang kalau kita
bertanya tujuan, akan dijawab, plus para polisi juga siap untuk ditanyakan kok J). Sesampainya di
tempat yang disarankan oleh para sopir tersebut, kami iseng ebrtanya pada
penjaga toko di dekat situ dan mereka menyarankan kami untuk menuju suatu halte
dan di sanalah letak bus menunggu. Saya lupa nomor busnya tapi kami menunggu di
sana agak lama. Kami sedikit terburu-buru karena kami harus mengejar pesawat
menuju Hongkong. Di halte kami bertemu dengan 2 turis Australia yang
merencanakan untuk tinggal di Malaysia sekitar sebulan, dan mereka berencana
untuk ‘mencicipi’ berbagai daerah di Malaysia dengan cara ‘loncat-loncat’ seperti
kami hehehe... Kami mengobrol agak lama (sekitar 15 menit) dan karena kami
tidak sabar maka kami bertanya lagi kira-kira dimana tempat etrbaik untuk
menunggu bus ke arah Batu Cave. Sopir di sana (lagi-lagi sumber informasi
terbaik yang bisa kita dapat hehehe) menyarankan untuk berjalan lagi menuju perempatan Bank HSBC,
jaraknya sekitar 100 meter dari tempat kami menunggu). Yap, nothing to lose
maka kami pun menuju perempatan itu. Lucky us! Bus tersebut memang sedang
berhenti di sana. Kami bertanya apakah bus ini menuju Batu Cave dan si sopir
menjawab iya. Kami membayar sekitar RM2.5 per orang. Perlu diingat bahwa di
Malaysia kita membayar bus sesuai harga dan tidak ada kembalian jadi pastikan
kamu memiliki uang pas atau kalau tidak, siap-siap saja membayar lebih
hehehe...
Sepanjang perjalanan si sopir
(seorang bapak tua yang sepertinya bertanggung jawab terhadap pekerjaannya)
mengobrol dengan saya dan menceritakan tentang Kuala Lumpur. Agak seru juga dia
bercerita dan si bule hanya bengong-bengong mendengar kami mengobrol. Ada
bagusnya juga ‘temenan’ sama pak sopir karena kami diturunkan di tempat terbaik
untuk menuju Batu Cave. Perjalanan ke sana tidak sampai 1 jam (mungkin 40
menit) karena memang jalanan di Malaysia tidaklah macet seperti Jakarta :p. Kami turun di
penyeberangan menuju Batu Cave. Begitu turun dari bus dan mengucapkan terima
kasih kepada si pak sopir, sudah terlihat gerbang utama Batu Cave. Patung dewa
berwarna kuning emang tersebut seperti menyapa kami. Thanks God, akhirnya kami
sampai juga!!! Kami menyeberang dan sampailah di pintu gerbang Batu Cave.
Karena teman saya membawa semua barang-barangnya (berupa tas dorong) maka dia
pun menitipkannya ke penjaga tiket di sana. Setelah menunjukkan muka sedikit
memelas (hehehe) maka penjaga tiket yang baik itu pun memperbolehkan kami untuk
menitipkan tas sebentar dan selanjutnya kami mulai berfoto-foto.
Di halaman depan Patung raksasa
ini, banyak para turis yang berfoto. Selain itu para burung dara banyak
beterbangan di halaman ini seperti tidak takut dengan adanya manusia. Setelah
puas foto-foto di halaman depan, maka kamipun meneruskan perjalanan selanjutnya
yaitu ‘mendaki’ anak tangga untuk mencapai goa teratas. Anak tangga ini
banyaaaakkkkkk sekali dan cukup curam. Sungguh kami sampai lumayan ngos-ngosan
sampai di atas (jarang olahraga sih :p) dan sepanjang anak tangga banyak para
‘pendaki’ juga hehehe... Hati-hati dengan monyet di sini, sebisa mungkin jangan
menarik perhatian mereka kalo kita gak mau mereka ‘jahil’pada kita.
Sesungguhnya sih para kera ini ga ganas, cuman ada beberapa turis yang
sepertinya ‘dikerjai’ oleh mereka. Yahh untuk jaga-jaga saja, sebaiknya jangan
terlalu dekat dengan para kera ini hehehehehe...
Sesampainya di atas, kita akan
disajikan pemandangan yang menakjubkan (well patung raksasa itu sendiri sudah
cukup menakjubkan sih hehehe) dengan biasan cahaya matahari di setiap sudut
goa. Fantastic! Di pintu masuk terdapat beberapa pedagang yang menjual
peralatan sembahyang ala India, selain itu banyak juga souvenir khas Batu Cave
dijual di sana. Kami segera masuk ke dalam goa yang sangat lapang tersebut. Ada
beberapa umat yang sedang berdoa di kuil India ini. Ternyata banyak juga ya
populasi orang India di sini J.
Saya cukup kagum dengan mampunya ketiga ras utama (Melayu, India, China) di
Malaysia hidup rukun (yahh sejauh yang saya lihat ya).
Langsunglah kami mengabadikan
sudut-sudut indah itu. Pukul 10 pagi dan kami segera cabs. Ketika turun tangga
pun harus hati-hati karena tingkat kemiringannya ‘lumayan’! Untungnya tidak ada
masalah berarti, intinya harus hati-hati saja ^^
Setelah sampai di bawah maka kamipun segera ke pos penjualan tiket dan
mengambil tas pakaian yang kami titipkan di sana. Saya sendiri tetap dengan tas
ransel saya di punggung JSetelah
mengucapkan terima kasih kepada penjaganya kami sedikit bingung, pintu mana
yang menuju monorail (kereta) di sana. Mungkin pak penjaganya kasian liat kami
ya (hehehe) terus dia menanyakan kami mau pergi kemana. Kami jawab saja mau ke
monorail dan ternyata terdapat pintu keluar lain yang langsung menghubungkan
kita ke stasiun keretanya. Setelah mengucapkan terima kasih kamipun segera
menuju pintu gerbang tersebut. Di pintu gerbang itu terdapat suatu kuil besar
lagi dengan patung Hanoman super besar berwarna hijau terang. Sempet-sempetnya
juga saya ambil kamera untuk memotretnya hehehe lalu kami berlari-lari kecil
lagi menuju pintu gerbang. Begitu keluar kami langsung masuk ke stasiun.
Setelah melihat beberapa tanda maka kamipun naik ke lantai atas untuk membeli
tiket kereta menuju KL Sentral. Rencananya dari KL Sentral ini kami akan naik
bus menuju LCCT. Agak bingung sedikit dengan mesin tiket ini, tetapi untungnya
(hehehehe,,, baguslah Malaysia lebih baik sarana transpotasi umumnya dari
Indonesia :D) banyak penjaga yang dapat menolong kita J Setelah membeli tiket maka
kamipun turun kembali ke tempat kereta. Sayangnya kereta yang tadi menunggu
sudah berangkat jadi kami harus menuggu kereta berikutnya. Jadwalnya sih 10.35
dan saya pun mulai berhitung. Seharusnya sih kami sampai di KL Sentral tepat
waktu (kami berharap sampai di KL Sentral sekitar pukul 11.15 sehingga bisa
segera naik bus ke LCCT dan bisa sampai di bandara sebelum pukul 1 siang,
karena perjalanan dengan bus kurang lebih 1 jam).
Yahh setelah menunggu sekitar
20 menit (mengingat kami sampai di sana pukul 10an gitu, jadi kami foto-foto
dulu dah di kereta yang sedang ‘menunggu’ penumpang) akhirnya kereta pun
bergerak. Satu stasiun ke stasiun berikutnya sih tidak lama, tetapi sayang
sekali di tengah perjalanan kereta berhenti. Entah kenapa, dan berhentinya pun
cukup lama, sekitar 15-20 menit! Langsung paniklah saya, karena kalo menurut
perhitungan, bisa-bisa kami baru sampai di bandara pukul setengah 2. Sementara
pesawat kami adalah pukul 13.50 siang. Wahhhhhh langsung panik nih kami, banyak
doa deh melayang (hehehe). Akhirnya kereta bergerak lagi, tapi rasanya kok slow
banget yah (efek was-was nih, hehehe). Dannn akhirnya kami pun sampai di stasiu
KL Sentral sekitar pukul setengah 12 lebih bahkan hampir pukul 12!!!!
Kami
langsung lari ke arah exit door. Tidak tau dimana letaknya bus menuju bandara
berada. Tetapi karena buru-buru saya rasa yang penting berhasil menemukan exit
door saja dulu sembari mata ini melirik kiri kana di mana ada tulisan ‘to
airport’. Tentunya bertanya ke satpam donk! Dan dia mengarahkan kami ke suatu
pojokan dan benar saja kami melihat spanduk menuju bandara dan sebagainya.
Segeralah kami menuju ke sana (untung kesasar dikit-dikitnya ga parah). Ketika
sampai di tempat memasukkan tiket kami bertanya dengan petugas di sana dimana kami bisa membeli tiket
dan ternyata tempat belinya adalah di tempat kami tadi berlari-lari.
Wadowwwww,, segera saja saya melesat lagi ke tempat tadi. Untung saja ga
terlalu sulit menemukannya. Teman saya pun saya tinggal saja soalnya saya tahu
barang bawaannya yaitu tas dorong itu agak sulit, maka saya yang menggunakan
ransel tentunya dapat berlari dengan lebih cepat toh. Segera saja begitu ketemu
tellernya saya mengatakan saya mau ke LCCT. Harga tiketnya RM12.5 dan saya
langsung beli 2. Meskipun agak bingung karena menurut informasi, bus menuju
LCCT dari KL Sentral hanya RM8 tetapi saya tidak punya waktu untuk bertanya.
Segera setelah mendapatkan tiket saya kembali ke tempat teman saya menunggu
(pintar dia, menunggu di tempat yang mudah terlihat hehehe) dan kami berlari
lagi ke pintu tiket. Lumayan heboh juga pas itu karena kami sedikit ribut
(namanya juga grogi ketinggalan pesawat) saat bertanya pada petugasnya (hehehe
maaf ya pak tapi kayaknya pak petugas sudah terbiasa ditanya-tanya begitu deh
:D) maka kami berhasil masuk ke stasiun.
Yap! Ternyata yang kami masuki ini
adalah stasiun dan bukan halte bus! Terlebih lagi ini adalah kereta express
menuju bandara. Agak kaget awalnya karena ketika saya bertanya pada salah satu
passanger di sana, dia tidka tau apakah kereta ini akan menuju LCCT atau tidak
karena ternyata dia hanya merencanakan turun di Putra Jaya. Waowwwww bingung
juga, segera saja saya mencari roang yang kira-kira tau, dan yap ketemu! Ada
cleaning service di sana yang saya tanya. Dia mengatakan kami naik kereta ini
dan berhenti di Stasiun Salak Tinggi, dari sana menuju bus ke LCCT. Nah meski
agak bingung (tapi CS nya berkata dengan nada yakin jadi kami ga punya pilihan
lain donk hehehe) kami pun duduk bersama penumpang lainnya. Nah berhubung saya
orang yang agak cerewet (hahaha) melihat seorang bapak yang membawa koper besar
maka saya berpikir pasti dia menuju bandara jadilah saya bertanya padanya. Puji
Tuhan, dia menjelaskan kepada kami tentang train ini. Ternyata ini adalah train
khusus menuju bandara dan hanya berhenti di stasiun-stasiun khusus menuju
bandara.
Jadi ada 4 stasiun yang akan kami datangi sebelum sampai ke KLIA
(Kuala Lumpur International Airport). Dannnnn berita baiknya ketika saya tanya
berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke bandara dia menjawab palingan
30 menit. Yap, 30 menit saudara-saudara!!!!! Ketika itu waktu menunjukkan pukul
12.00 dan dia bertanya pukul berapa pesawat kami take off. Ketika saya jawab
pukul 2 maka dia dengan santainya berkata ‘plenty of time’! Hohoho,,, terima
aksih Tuhan, saya bisa sedikit bernafas lega. Pantasss saja harganya lebih
mahal, ternyata memang ini kereta express sih. Hehehe... Kereta pun datang (yap
memang tidak perlu menunggu lama di sini, hehehe makasi lagi Tuhan) dan kami
masuk mencari tempat duduk. Saya pun masih penasaran gimana cara menuju LCCT
(kan kereta ini sesungguhnya menuju KLIS jadi menurut saya kami harus naik bus
ke LCCT dari KLIA) dan untung saya menyimpan semua bukti bayar dan karcis yang
diberikan pada kami. Ternyata selain tiket masuk tadi kami juga menerima satu
tiket lagi yang menandakan kami harus turun di stasiun Salak Tinggi (1 stasiun
sebelum stasiun KLIA) untuk selanjutnya meneruskan perjalanan menuju LCCT.
Owwhhh terjawab sudah pertanyaan saya,,,
Yap hanya perlu waktu sekitar 20an menit untuk sampai di Salak Tinggi. Kami
turun dari stasiun dan mengikuti arahan di sepanjang jalan lalu sampailah kami
di pintu keluar stasiun. Kami memasukkan kembali tiket kami (di Malaysia, kalo
kita naik kereta, jangan pernah membuang tiket kita –atau coin tiket kita-
sebelum kita keluar dari stasiunnya karena tiket itu memiliki 2 kegunaan yaitu
pertama untuk masuk dan selanjutnya untuk keluar stasiun. Bisa kebayang donk
begitu kita sampai di tempat tujuan ehhh ternyata ga bisa keluar gara-gara ga
ada tiketnya hehehe... Berbeda memang dengan busway yah) dan taadaaa.. Kami pun
disambut oleh bus yang akan mengantarkan kami ke LCCT. Setelah memberikan tiket
kami ke penjaga bus maka kamipun duduk manis di dalam bus. Waktu menunjukkan
pukul setengah satu dan sayapun mulai semakin rileks. Tak lama kemudian bus
kami berangkat menuju LCCT. Memerlukan waktu sekitar 15 menit-20 menit dan kami
pun sampai di bandara. Setelah bawaan kami lengkap kamipun membuka mata
lebar-lebar (lagi!) untuk mencari pintu departure. Untungnya tidak terlalu
sulit, dan kamipun segera mencari konter untuk check in. Setelah tanya ke
pegawainya (beneran deh, modal utama backpack ini sebenarnya adalah bertanya
pada para petugasnya, selain tentunya searching di internetlah) maka kamipun
menuju konter check in menuju Hongkong. Panjangggg juga nih antrian, mungkin
karena kami check innyapas ngepas 1 jam sebelum pesawat take off. Setelah
menunggu sekitar 10an menit kami selesai check in dan bergegas menuju boarding
gate. Begitu melewati boarding gate, maka imigrasi adalah yang selanjutnya kami
lalui. Setelah passport dicap oleh petugas dan dilakukan pengecekan barang
bawaan maka kamipun masuk ke dalam. Saya membeli air mineral (gila! Harga biasa
hanya RM1, di sini jadi RM2.5, hahaha dasar bandara!) dan selanjutnya kami menuju waiting
room. Sekitar 10 menit menuju waktu keberangkatan ternyata kami mendapat
informasi bahwa pesawat kami delay.
Heuw heuwww... Berasa kayak di Indonesia
saja. Maka kamipun duduk-duduk sambil ngobrol sambil menghitung uang RM kami
yang tersisa. Lumayan juga! Saya menghabiskan sekitar RM105 saja untuk
perjalanan kami di Malaysia! Itu sudah termasuk biaya semua transportasi,
penginapan, makan, oleh-oleh, logistik selama di Malaysia. Hmmm... Sekitar 350.000
lah kalau dalam mata uang Indonesia. Lumayannnn bisa ditukar lagi ke rupiah
nanti hehehe...
Yahhh intinya delay pesawat kami
sekitar 30an menit. Jadi pukul setengah 3 kami pun masuk ke dalam pesawat.
Setidaknya saya bersyukur banget kami sampai di bandara tepat waktu. Thanks to
KLIA Train in KL Sentral Station! Hahaha... Jadi, begitu pengumuman bergema
kamipun segera masuk ke pesawat.
Bye malaysia ^_^







Ayu, ini Nila, warna tulisannya jeeeuungg...ga kuaaat..
BalasHapusmau baca tapi urung,hehe.. ganti warna item aja yak, yak,:D
aku udah baca yg di hongkong, masih nunggu kelanjutan critanya,hehehe..
hahaha iya nila,.,
BalasHapussorry sebelumnya aku pake warna-warni soalnya backgroundnya kan beda, ni baru ganti background en lupa ganti tulisannya hehehe
trims :)
tunggu ceritaku selanjutnya yah (",")
BalasHapusSaya berucap dsni... terima kasih banyak kpd teman aku yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses aku baca. Aku bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . setelah pikir-pikir kurang lebih 5 tahun kerja jd Tkw di SINGAPURA hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap tp itu tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikanku galak, kejam, cerewet, salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh nya saja . . itu pun tdk cukup biaya mamaku di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Aku sudah bs pulang ke kmpung halamanku buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 / 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu sprti aku . aminn
Mohon dimaafkan sebelumnya....!! terpaksa sy ngeposting disini karna sy sudah mengalami skrg bagaimn rasanya tinggal di perantauan jd TKW. Anak dan suami di tinggal di kampung. Sy dulu 4 tahun 5 bulan tinggal di Taichung Taiwan.. hanya jeritan batin dan tetes air mata selalu menharap. tp tdk ada hasilnya sm sekali. Cuman gali lobang tutup lobang trus. dulu.. pengen pulang ke indo gaji tidak seberapa. Tetapi namanya juga rejeki itu tidak ada yg tau. Yg penting kita betul-betul yakin dan percaya Pasti ada jlan keluarnya. Halal tidaknya hanya tuhanlah yg menentukan. Kebetulan waktu itu sy istirahat di kamar buka facebook dapt nmor telpon Mbah Suroto di halaman tki sukses. setelah sy baca ternyata beliau murid Eyang Guru Jugo dari gunung kawi. dengan adanya Pesugihan Dana Ghaib ini dan Pesugihan Anka ghaib/Togel 2D sampai 6D pilihan..., sy memilih jalan Pesugihan Dana Ghaib saja karna tidak ada tumbal menumbal. alhamdulillah ternyata benar2 terbukti hasil nya dari Mbah. skrg sy bsa buka usaha kecil-kecilan di rumah.. ya allah terima kasih rejekimu ini yg enkau berikan. Mungkin ada teman pengen merubah nasib nya seperti sy. ini nomr nya Mbah Suroto +6282291277145 karna tidak ada salahnya kita berbagi. sy sudah merasakan manis pahitnya tinggal di perantauan. Trmksh
BalasHapus